terlalu percaya diri di tempat kerjaterlalu percaya diri di tempat kerja

Ini Lho 5 Bahaya Terlalu Percaya Diri di Tempat Kerja


Apakah kamu pernah membuat kesalahan karena terlalu percaya diri? Mungkin kamu jadi bingung karena percaya diri yang kamu bangun ternyata juga memiliki dampak buruk. Beberapa situasi yang kamu lewati mungkin jadi memalukan atau cringe bahkan sulit kamu lupakan. Namun, bagaimanapun kemampuan untuk percaya diri tetap sangat dibutuhkan karena termasuk soft skill untuk memasuki dunia kerja. Bagaimana porsi yang pas untuk percaya diri di tempat kerja?

Baca juga: Karyawan Baru, Begini Caranya Beradaptasi di Tempat Kerja

Ciri-Ciri dan Penyebab Terlalu Percaya Diri

Orang yang terlalu percaya diri cenderung akan terlihat narsistik. Selain itu, berikut ciri-ciri yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang terlalu percaya diri

  1. Suka membual dan berpendapat
  2. Berusaha membuktikan bahwa dirinya benar
  3. Mencari validasi orang lain
  4. Sangat sensitif

Dilansir dari Alodokter, seseorang menjadi terlalu percaya diri bisa disebabkan karena pola asuh, budaya, lingkungan sekitar, hingga trauma masa lalu. Selain itu, disebutkan juga kalau percaya diri yang tinggi juga bisa menjadi gejala dari penyakit mental tertentu, seperti borderline personality disorder.

Berikut MinCheck coba jelaskan bagaimana akibat terlalu percaya diri di tempat kerja bisa menjadi hal yang buruk. Simak sampai habis, ya!

Bahaya Terlalu Percaya Diri

Terlalu percaya diri atau over confident biasanya terjadi tanpa disadari. Beberapa orang mungkin baru akan menyadari dirinya sudah melewati batas maksimum kepedean setelah ditegur atau diingatkan. Kamu yang pernah menemui rekan kerja yang terlalu percaya diri mungkin juga pernah merasa terganggu. Selain itu, apa saja bahaya terlalu percaya diri?

1. Kualitas Kerja Menurun

Kualitas kerja menurun karena percaya diri berlebihan
Kualitas kerja menurun karena percaya diri berlebihan. Foto oleh Yan Krukov via Pexels

Dilansir dari Alodokter, semakin percaya diri dan merasa aman, seseorang akan sulit untuk berkembang. Kesalahan yang ditemui biasanya tidak ‘memukulnya’ untuk menjadi lebih baik sehingga rawan untuknya melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua atau ketiga kali. Agar kamu terhindar dari rasa terlalu percaya diri ini, kamu bisa memperhatikan bagaimana cara kamu bekerja. Jangan cepat puas dengan hasil pekerjaanmu.

Kamu juga bisa meminta saran atau kritik yang membangun dari rekan kerja atau bahkan atasan. Komentar yang membangun bisa membuat pekerjaanmu semakin baik dan reputasi sosial kamu juga terkesan bagus. Apabila merasa mudah puas dan memiliki sikap ini, kamu bisa mencoba untuk melihat bagaimana orang lain melakukan pekerjaannya. Membandingkan diri dengan orang lain memang tidak baik apabila dilakukan secara berlebihan. Namun, akan sangat baik jika kamu berani belajar dari kelebihan orang lain dan menyadari bahwa diri sendiri masih memiliki kekurangan.

2. Masalah dengan Rekan Kerja

Masalah dengan rekan kerja bisa disebabkan karena percaya diri yang tinggi
Masalah dengan rekan kerja bisa disebabkan karena terlalu percaya diri. Foto oleh Liza Summer via Pexels

Orang yang over confident biasanya menutup diri dari kritik dan saran yang membangun. Hal ini bisa menyakiti perasaan orang yang memberi bantuan. Misalnya, rekan kerja mengingatkan atau mengomentari pekerjaanmu agar bisa lebih baik tetapi kamu mengelaknya mentah-mentah. Menurut kamu mungkin hasil kerjamu sudah sangat bagus, tetapi bagi rekan kerjamu hal ini bisa menjadi penolakan yang sangat menyakitkan. Niat baiknya yang tidak kamu perhitungkan juga akan membuatnya merasa tidak dihargai.

Baca juga: Budaya Kerja Perusahaan di Indonesia yang Perlu Kamu Kenali

Apabila kamu sedang mengalami ini, jangan ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu. Ingat, meminta maaf bukan berarti kamu kalah, tetapi kamu sedang membebaskan diri kamu dari perasaan yang lebih buruk. Rekan kerja yang baik pasti akan memaafkanmu dan tidak menyerah dengan sikap kamu yang perlu diperbaiki. Jangan lupa untuk memikirkan kembali pendapat orang lain tentang pekerjaanmu. Memang tidak semua pendapat akan benar, tapi memilih untuk tidak mendengarkannya sama sekali akan membuatmu kehilangan kesempatan untuk belajar.

3. Kegagalan Lebih Besar

Akibat terlalu percaya diri adalah kakegagalan lebih besar
Percaya diri berlebihan membuat kegagalan lebih besar. Foto oleh Nataliya Vaitkevich via Pexels

Orang yang percaya diri berlebihan biasanya akan menghadapi peluang kegagalan yang lebih besar. Mulai dari gagal di awal melamar kerja, sampai gagal karena kurang peka terhadap kemungkinan terburuk. Misalnya, kamu sedang mengikuti kompetisi menulis, kamu mungkin merasa percaya diri dengan hasil tulisanmu karena sudah sering menang di banyak kesempatan. Namun, ternyata rasa percaya diri ini membuatmu tidak teliti melihat arena kompetisi yang ternyata diikuti oleh ribuan orang yang sudah lebih ahli dalam menulis. Oleh karena itu, kamu bisa dengan mudah gagal karena sudah merasa puas dengan kemampuan menulis yang biasanya.

Baca juga: Tips Menghadapi Hari Pertama Kerja, Apa Saja?

Bagaimana rasa percaya diri dirasa cukup? Kamu mungkin pernah memiliki ketakutan atau kekhawatiran. Nah, di saat itulah kamu harus berani percaya dengan potensi diri. Seperti kata orang-orang bijak, berani bukan berarti kamu tidak takut sama sekali melainkan kamu tetap melewatinya meski dengan perasaan khawatir dan siaga. Perasaan siaga inilah yang bisa membuat kamu jadi orang yang peka terhadap kemungkinan terburuk. Hal ini bagus untuk kamu agar bisa mengantisipasi kegagalan.

Mengatasi Sikap Terlalu Percaya Diri

Kamu bisa mengatasinya dengan mengelola kekhawatiran. Percayalah bahwa memiliki kekhawatiran adalah hal yang normal. Kamu bisa menghadapinya dan tidak melupakannya sebagai bagian dari perkembangan diri. Setiap orang pasti memiliki kekhawatirannya masing-masing, begitu juga kamu.

Kamu bisa mengelolanya dengan journaling. Menuliskan sesuatu yang mengganggu pikiranmu seperti meluruskan benang yang kusut. Kekhawatiran itu nanti tidak hanya berputar-putar di kepalamu tetapi juga akan jadi bahan evaluasi. Kamu jadi bisa meninggalkan permasalahan yang membuatmu takut itu di atas kertas dan tidak membawanya ketika harus fokus pada pekerjaan.

Agar rasa percaya diri kamu tidak melewati batas, kamu bisa memelihara kekhawatiranmu sebagai pegangan. Selama kamu merasa khawatir, di saat itulah rasa percaya diri kamu bisa dibilang cukup. Kamu bisa menggunakan aplikasi DoCheck untuk menumpahkan rencana-rencana yang akan kamu lakukan. Dengan begitu, kekhawatiran dan kebingungan kamu dalam melakukan sesuatu bisa terminimalisir. Kamu juga bisa cukup percaya diri kalau rencana yang kamu agendakan kemungkinan besar bisa berhasil.

Aplikasi DoCheck sudah bisa kamu download di Play Store atau App Store, ya! Ajak teman-temanmu untuk melakukan banyak hal bersama-sama di aplikasi DoCheck.

Baca juga: 5 Cara Sederhana jadi Pribadi yang Lebih Baik, Apa Saja?


Latest

Category

Scroll to Top