Cara mengatur keuangan untuk anak muda

Cara Mengatur Keuangan untuk Anak Muda


Sebagai remaja, kamu mungkin sering bingung saat harus mengatur uang. Misalnya, orang tua memberi kamu uang saku yang minim untuk hidup di perantauan. Atau mungkin kamu ingin tahu cara mengatur keuangan agar gajimu tidak habis di awal bulan? Kamu berada di artikel yang tepat!

Banyak orang yang menyepelekan ilmu mengatur keuangan. Selain itu, biasanya bebas finansial hanya dikaitkan dengan orang tua atau mereka yang sudah memiliki pekerjaan impian. Padaha, hal seperti itu tidak sepenuhnya benar. Kamu sebagai anak muda juga sangat perlu untuk mengetahui dan mempraktikkan pengaturan keuangan ini.

Buat kamu yang ingin uang jajan tidak habis begitu saja, berikut ini cara mengatur keuangan yang bisa kamu terapkan.

Mengatur Keuangan dengan Metode 50/30/20

For your information, metode ini pertama dicetuskan oleh Senator Elizabeth Warren, salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Times. Maksud dari angka-angka itu adalah, kamu membagi keuanganmu dalam tiga bagian. Yaitu, 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan.

Metode 50/30/20 menjadi salah satu metode yang bisa kamu gunakan untuk mengatur keuangan bulanan agar tidak boros. Seringkali, orang-orang mengeluarkan banyak uang hingga lupa memenuhi kebutuhan pokok. Alokasi gaji atau uang saku yang belum tepat dapat membuatmu kesulitan dalam mengatur keuangan. Untuk itu, kamu harus memilih cara mengatur keuangan yang cocok. Cara ini mudah kamu ingat dan kamu terapkan. Jadi, simak tipsnya sampai habis, ya!

Punyai Catatan Keuangan Pribadi

Kamu bisa menghias catatan keuanganmu agar terlihat menarik.
Kamu bisa menghias catatan keuanganmu agar terlihat menarik. Foto oleh Bich Tran via Pexels

Sebelum membagi uangmu ke dalam persentase 50/30/20, kamu harus mengetahui bagaimana cash flow-mu bekerja. Cash flow ialah jumlah dari pemasukanmu dan total dari pengeluaranmu. Untuk mengetahuinya, kamu perlu mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaranmu.

Kamu bisa mencatatnya dengan Excel, aplikasi di handphone, atau mencatatnya di buku khusus. Upayakan alat yang kamu pilih adalah yang mudah kamu jangkau kapanpun kamu ingin mencatat. Setidaknya lakukan pencatatan rutin selama 30 hari. Setelah memiliki ‘portofolio’ keuanganmu sendiri, kamu bisa menghitung berapa pemasukan perbulanmu.

Untuk menambah penghasilanmu, kamu bisa lho mendirikan bisnis dengan modal yang minim. Selain itu, kamu juga bisa memaksimalkan hobi yang kamu punya hingga menghasilkan cuan. Cobalah untuk berani memulai ide-ide yang kamu pikirkan. Di awal, mungkin akan terasa sulit tetapi kamu yang ulet dan gigih pasti akan bisa menikmati hasilnya.

Baca juga: Be A Pop Star Webinar Eva Alicia: Ubah Hobi jadi Bisnis

Selain memulai bisnis, kamu juga bisa menjemput bola denga melamar pekerjaan yang memiliki jam kerja fleksibel. Misalnya menjadi freelancer atau magang di beberapa tempat. Kamu bisa menyiapkan CV atau portofoliomu terlebih dahulu sebelum melakukannya.

Baca juga: Belum Punya Pengalaman Kerja? Tips Membuat CV untuk Fresh Graduate!

Buat Batas Pengeluaran

Coba batasi pengeleuaranmu dengan bijak.
Coba batasi pengeluaranmu dengan bijak. Foto oleh Monstera via Pexels

Setelah mengetahui jumlah pemasukan dan uang yang kamu miliki. Kamu bisa menentukan batas pengeluaran dengan metode 50/30/20. Sisihkan terlebih dahulu 20% jumlah pemasukanmu untuk tabungan. Bentuk tabungan bisa berupa celengan atau tabungan di bank. Dalam tabungan ini sebaiknya kamu membagi lagi ke dalam tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu dan tabungan dana darurat.

Tabungan dana darurat ialah dana yang kamu kumpulkan hingga sebanyak 6 kali total pengeluaranmu dalam sebulan. Apabila dana darurat sudah kamu penuhi, kamu bisa masuk ke dalam tabungan berupa investasi seperti obligasi, saham, atau reksadana.

Misalnya kamu memiliki uang saku sebesar 1.500.000,- dalam sebulan, dengan metode ini maka batas pengeluaranmu untuk kebutuhan sebesar 750.000,-. Sedangkan untuk keinginan, seperti membeli jajan, dana untuk bermain, kamu maksimal mengeluarkan sebanyak 450.000,-. Apabila kebutuhanmu di bulan itu cukup banyak, kamu bisa menekan ‘dana keinginan’ dan mengalokasikannya untuk kebutuhan.

Mengatur Keuangan dengan Konsisten Mencatat

Jangan malas mencatat karena ini sangat penting untukmu.
Jangan malas mencatat karena ini sangat penting untukmu. Foto oleh Nataliya Vaitkevich via Pexels

Berusahalah untuk melawan rasa malas ataupun bosan saat mencatat pengeluaran. Saat kamu membeli sesuatu, usahakan untuk menyimpan bill-nya untuk menghindari lupa jumlah pengeluaranmu hari itu. Hal ini juga bisa membantumu memilih barang yang lebih ekonomis, lho! Kamu jadi bisa ingat di mana harga termurah yang kamu dapatkan. Kamu juga bisa mengetahui apa saja barang yang selalu kamu beli di tiap bulan.

Baca Juga: Cara Ampuh Mengatur Keuangan Pribadi bagi Mahasiswa

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kamu bisa mencatatnya dengan Excel, aplikasi di handphone, atau mencatatnya di buku khusus. Buat tabel mengenai pengeluaran dan pemasukanmu tiap harinya. Kemudian kamu juga bisa mengelompokkan pengeluaran mana yang berupa keinginan, kebutuhan, dan investasi. Agar selalu ingat melakukan pencatatan keuangan, kamu bisa menggunakan DoCheck agar selalu muncul notifikasi saat kamu harus melakukan pencatatan keuangan.

Coba buat pengingat atau kamu bisa menggunakan to do list di DoCheck untuk membuat goals bebas finansial di waktu mudamu tercapai. Aplikasi DoCheck bisa kamu download di Play Store atau App Store gratis! Tunggu apa lagi? buat goals-mu jadi nyata, sekarang!

Baca juga: Goals Recommendation: Bisa Bantu Capai Life Goals!


Latest

Category

Scroll to Top