contoh evaluasi bisnis

Ini Lho 10 Contoh Evaluasi Bisnis Biar Usaha Makin Naik Level


DoCheckers, untuk bisa menjadi lebih baik biasanya harus ngapain sih? Yup, melakukan evaluasi! Evaluasi adalah penilaian terhadap hal-hal yang sudah berjalan, sedang, atau akan kamu lakoni. Evaluasi nggak cuma dilakukan untuk diri sendiri. Kamu pun perlu melakukan evaluasi bisnis. Kegiatan yang satu ini adalah hal yang krusial dalam berbisnis. Tentu saja untuk mengukur apakah bisnismu sudah berjalan dengan baik atau belum? Namun sayangnya, gak sedikit lho orang yang tidak aware dengan hal yang satu ini. Oleh karena itu, MinCheck akan berbagi info mengenai contoh evaluasi bisnis yang perlu kamu lakukan secara berkala.

Pertanyaannya, apa saja yang perlu dievaluasi dalam sebuah bisnis?

Agar kamu tahu, yuk simak dulu ulasan dari MinCheck berikut ini dan pastikan kamu baca artikelnya sampai selesai, ya!

Contoh Evaluasi Bisnis yang Perlu Dilakukan Secara Berkala

Kamu bisa lakukan contoh evaluasi bisnis berikut secara berkala
Kamu bisa lakukan contoh evaluasi bisnis berikut secara berkala (Foto via Freepik)

Evaluasi usaha dilakukan untuk membuat bisnis kamu semakin berkembang. Sebagai seorang pebisnis, tentu saja kamu ingin bisnismu mengalami kemajuan dan keuntungan. Kamu perlu memerhatikan faktor-faktor penyebab kegagalan dan kesuksesan usaha yang sedang kamu rintis.

Hal tersebut termasuk ke dalam kegiatan dalam evaluasi bisnis. Tentu saja, kamu perlu melakukan hal ini secara berkala untuk memastikan hal-hal yang perlu dan tidak perlu untuk dilakukan dalam berbisnis.

Tujuan evaluasi usaha adalah mengetahui tingkat keberhasilan suatu bisnis dan menetapkan upaya yang perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai kendala dalam berbisnis.

Nah, hasil evaluasi kegiatan usaha ini nantinya bisa dijadikan landasan untuk merancang perencanaan bisnis dan strategi pemasaran yang tepat agar kamu gak buang-buang dana dengan percuma.

Baca juga: Mengenal Perencanaan Strategi Pemasaran dan Tujuannya

Berikut ini adalah contoh evaluasi bisnis yang bisa kamu lakukan sebagai seorang pebisnis, yuk simak baik-baik.

1. Bagaimana Nilai Jual Produkmu?

Pertanyaan pertama, apakah produkmu memiliki value? Apakah konsumen mendapat keuntungan atau kemudahan dengan menggunakan produkmu?

Kamu bisa memosisikan diri sebagai seorang customer, kira-kira produk seperti apa yang kamu butuhkan? Setiap pebisnis pasti bersaing untuk menciptakan produk dengan kualitas yang oke dan unik alias berbeda dengan yang lain. Maka dari itu, evaluasi sangat diperlukan untuk mengukur seberapa jauh bisnismu bisa bersaing?

Tentunya akan ada perusahaan yang bergerak di bidang yang serupa dengan bisnismu. Maka dari itu, kamu perlu menggali lebih dalam lagi mengenai nilai jual produkmu supaya diterima pasar.

Baca juga: 7 Cara Menentukan Harga Jual Produk Biar Bisnismu Cuan Terus

Membuat produkmu menjadi primadona di pasar bukanlah hal yang mudah. Namun, bukan berarti tidak bisa. Seperti yang MinCheck sebutkan di atas kalau kamu perlu menentukan value produkmu sehingga bisnismu bisa menguasai pasar.

2. Apakah Produkmu Bisa Mengatasi Masalah Konsumen?

Konsumen akan membeli suatu produk yang mereka butuhkan. Agar produkmu laku, kamu perlu mengevaluasi apakah produkmu bisa mengatasi masalah konsumen? Begitupun dengan jasa, apakah jasa yang kamu tawarkan bisa mengatasi permasalahan yang kerap dihadapi oleh konsumen?

Kamu bisa melihat peluang ini dari kebutuhan dan masalah konsumen. Sebagai contoh, seorang konsumen tidak memiliki kendaraan bermotor dan susah mendapat ojek untuk bepergian. Lalu, muncullah sebuah aplikasi ojek online yang hanya memerlukan koneksi internet untuk memesan ojek dengan mudah. Selain itu, sudah ada patokan harga sehingga tidak ada lagi yang namanya ongkos kurang.

Sebagai seorang pebisnis, kamu perlu menanamkan mindset problem solving yang bisa membantu konsumen.

3. Contoh Evaluasi Bisnis Seperti Apakah Produkmu Sesuai Target Pasar?

Kamu pun bisa melakukan evaluasi bisnis dengan menganalisis apakah produkmu sudah sesuai dengan target pasar? Sebagai contoh, kamu menjual produk dengan target pasar remaja usia 18-20 tahun, kamu perlu menyesuaikan bagaimana selera yang mereka miliki?

Lalu, pendekatan seperti apa sih yang cocok untuk target pasar dengan usia demikian?

Baca juga: Apa itu Target Pasar? Yuk Ketahui Cara Menentukannya!

Kamu perlu memutar otak agar produkmu dianggap cukup ideal dan dibeli. Sejatinya, tujuan produk diciptakan untuk dikonsumsi berulang sehingga terus terjadi proses produksi.

4. Apakah Produkmu Mudah Digunakan?

Bisnis adalah perihal trial and error. Sebelum kamu memutuskan untuk menjual produkmu pada orang lain, kamu perlu memastikan kira-kira produkmu mudah digunakan atau tidak? Orang cenderung malas pada sesuatu yang ribet.

MinCheck sendiri akan malas membeli produk atau jasa yang susah untuk digunakan. Memang sih tidak ada produk yang sempurna, namun tentu saja kamu perlu fokus pada kegunaan dan kemudahan ya, DoCheckers!

5. Pastikan Produkmu Sesuai Minat Masyarakat

Tujuan akhir sebuah produk adalah digunakan oleh masyarakat. Kamu perlu meninjau ulang apakah produkmu sesuai dengan minat masyarakat?

Pertanyaannya, bagaimana caranya mengetahui apakah produkmu sesuai dengan minat masyarakat atau tidak?

Tentu saja dengan melakukan riset dan uji coba lapangan. Kamu bisa melakukan survei bersama timmu.

6. Selain Minat, Apakah Produkmu Disukai Masyarakat?

Cobalah evaluasi, apakah produkmu disukai masyarakat?
Cobalah evaluasi, apakah produkmu disukai masyarakat? (Foto via Freepik)

Contoh evaluasi bisnis selanjutnya adalah melakukan riset apakah produkmu disukai masyarakat? Selera setiap orang tentu berbeda, namun dengan riset kamu bisa menyimpulkan produk seperti apa yang disukai dan disambut hangat oleh masyarakat.

Selain fokus pada yang disukai oleh masyarakat, kamu perlu menilai hal-hal apa saja yang perlu dihindari dan menyebabkan ketidaksukaan masyarakat terhadap suatu produk.

7. Lakukan Evaluasi Terhadap Keuangan Bisnismu

Jangan lupa untuk selalu melakukan evaluasi keuangan secara berkala. Bisnis bisa tetap berjalan dengan baik apabila kamu mengetahui cashflow bisnismu. Kamu perlu mengetahui kondisi finansial dari bisnis yang sedang dijalankan. Cashflow adalah besaran aliran dana masuk dan dana keluar sebuah bisnis. Dengan mengetahui cashflow, kamu bisa tahu apakah bisnismu untung atau justru buntung?

8. Evaluasi Kinerja dan Target Bisnis

Setiap bisnis pasti memiliki target tertentu yang hendak dicapai. Nah, untuk mencapai target tersebut diperlukan yang namanya KPI atau Key Performance Indicator. Kamu tidak hanya fokus pada produk, namun mengesampingkan kinerja dari sumber daya manusia di dalamnya.

Kamu bisa melakukan evaluasi kinerja karyawan secara berkala. Apakah kinerja sudah sesuai dengan KPI? Apa yang perlu diperbaiki?

9. Kembangkan Kualitas Produk Termasuk Contoh Evaluasi Bisnis

Di tengah pesaingan bisnis yang ketat, kamu pun perlu melakukan evaluasi terhadap produkmu. Kamu perlu mengembangkan kualitas produk yang sedang berjalan. Terkadang, konsumen tidak menghiraukan harga apabila mereka suka pada kualitas suatu produk.

Jangan sampai bisnismu stuck alias gak ada kemajuan hanya karena kamu tidak mau melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas produkmu.

10. Mengevaluasi Hal-hal yang Tidak Disadari

Kamu juga perlu mengevaluasi hal-hal yang tidak disadari dalam bisnismu. Jangan lupakan pelayanan pelanggan. Kamu perlu tahu kalau pelayanan yang baik akan membuat pelangganmu loyal. Oleh karena itu, hal seperti ini tidak boleh kamu lewatkan dalam proses evaluasi secara berkala.

Selain itu evaluasi tentang kelemahan bisnis yang kamu jalani. Melakukan evaluasi untuk hal ini membantu bisnis kamu semakin berkembang.

Evaluasi kegiatan usaha memang beragam, kamu gak bisa fokus pada satu faktor saja. Kamu perlu mempertimbangkan hal-hal yang sudah MinCheck sebutkan di atas.

Kesimpulan

Berbisnis bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kamu pasti akan menemui rintangan atau hambatan. Namun tentu saja, kamu tidak boleh menjadikan hal tersebut sebagai suatu alasan untuk berhenti mengeksplor bisnismu agar bisa lebih berkembang. Kamu pun perlu tahu cara evaluasi bisnis yang benar supaya tidak mengalami kerugian.

Kamu bisa membuat to-do list yang MinCheck sebutkan di atas dalam sebuah bentuk goals. Yup, kamu bisa membuat goals contoh evaluasi bisnis di aplikasi DoCheck. Buatlah goals yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginanmu. Kamu bisa merincinya ke dalam berbagai tasks yang nantinya akan kamu eksekusi.

For your information, DoCheck adalah aplikasi social to-do list pertama di Indonesia yang membantu kamu untuk mengembangkan diri. Kamu bisa share goals yang kamu punya, follow teman di aplikasi DoCheck, bahkan melihat beragam rekomendasi goals dari KOL terkenal yang akan menginspirasi kamu.

DoCheck siap membantu kamu dalam menggapai setiap mimpi dan meningkatkan produktivitasmu. Yuk segera download aplikasi DoCheck di Play Store dan App Store secara gratis!


Latest

Category

Scroll to Top