teori perilaku konsumen

Teori Perilaku Konsumen : Pengertian, Manfaat serta Contohnya


Dalam sebuah bisnis ada dua belah pihak yang terlibat, yaitu produsen dan konsumen. Kalau kamu sedang merintis sebuah bisnis, kamu perlu tahu lho yang namanya teori perilaku konsumen untuk mengembangkan bisnis yang kamu punya. Teori perilaku konsumen adalah proses yang dilakukan oleh konsumen dalam memilih, memilah, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli suatu produk.

Setelah kamu menemukan ide bisnis yang akan kamu lakukan, kini saatnya kamu fokus pada konsumen. Seperti yang kamu tahu kalau konsumen adalah raja dalam sebuah proses transaksi. Maka, kamu harus menganalisis keinginan konsumen dengan matang sehingga kamu tahu apa yang konsumen inginkan. Nah, dalam artikel kali ini, MinCheck akan berbagi info mengenai teori perilaku konsumen, faktor yang memengaruhi, model perilaku konsumen, manfaat, hingga contoh perilaku konsumen. Yuk mari bedah topik yang satu ini untuk menambah insight kamu! Pastikan kamu baca artikelnya sampai selesai ya, DoCheckers!

Pengertian Teori Perilaku Konsumen

Pengertian teori perilaku konsumen
Pengertian teori perilaku konsumen (Foto via Freepik)

Seperti yang MinCheck sebutkan di atas kalau teori perilaku konsumen adalah proses yang dilakukan konsumen hingga sampai pada titik memutuskan untuk membeli atau memakai jasa dari produsen. Mengenal teori perilaku konsumen dengan baik adalah hal yang patut dilakukan oleh seorang business owner agar mampu melakukan strategi pemasaran yang tepat. Tentunya, sebagai pebisnis pasti kamu ingin produk atau jasa yang kamu tawarkan dapat digunakan atau dikonsumsi oleh target pasarmu.

Perilaku konsumen sangatlah beragam, maka tugasmu adalah menganalisis hal ini. Tentunya, kamu perlu tahu apa yang konsumen inginkan. Jangan sampai produk yang kamu tawarkan tidak sesuai dengan minat atau kebutuhan dari konsumen.

Teori Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

Teori perilaku konsumen menurut para ahli antara lain seperti berikut ini.

Menurut Schiffman dan Kanuk, studi perilaku konsumen adalah studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan mengalokasikan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha, dan energi). Sementara itu, menurut Pater dan Olson, perilaku konsumen adalah dinamika interaksi antara pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek-aspek kehidupan.

Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

Tentunya, ada banyak sekali faktor yang memengaruhi perilaku konsumen sehingga memutuskan untuk melakukan transaksi atau pembelian. Berikut ini adalah faktor yang memengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, di antaranya seperti berikut ini.

1. Kebudayaan

Faktor pertama yang memengaruhi perilaku konsumen adalah kebudayaan. Seperti yang kamu tahu kalau latar belakang seseorang sangat memengaruhi gaya hidup yang dilakukan sehari-hari. Sebagai contoh, seseorang yang berasal dari Jawa sangat menyukai makanan atau minuman manis. Nah, dari hal ini bisa kamu pertimbangkan target pasar yang kamu tuju dalam memasarkan produkmu. Dengan mengetahui background seseorang, kamu bisa tahu kebutuhan seseorang.

2. Kondisi Sosial

Faktor kedua yang memengaruhi perilaku konsumen adalah kondisi sosial. Kondisi yang dimaksud adalah lingkungan, pendidikan, hingga pergaulan. Menganalisis kondisi sosial target pasar juga mampu membuatmu menentukan strategi pemasaran yang tepat.

Sebagai contoh, kalau kamu menjual barang branded, maka target pasarmu adalah orang dengan ekonomi menengah ke atas. Di sinilah letak pentingnya menganalisis kondisi sosial calon pembeli, tentu saja agar kamu nggak salah langkah. Kamu pun bisa menyesuaikan branding yang tepat sesuai dengan target pasarmu.

Baca juga: Biar Gak Salah, Ketahui Perbedaan Branding dan Marketing

3. Faktor Psikologi

Kamu tahu gak sih kalau faktor psikologi seseorang mampu mempengaruhi perilaku konsumen, lho. Faktor ini dipengaruhi oleh motivasi, keinginan, serta citra yang dibangun oleh konsumen. Contoh nyatanya adalah seseorang yang memiliki keinginan untuk membangun citra sebagai seseorang yang ingin dipandang sebagai kalangan kelas atas tentu akan membeli produk branded original, maka target pasar untuk penjualan barang-barang bermerek adalah konsumen dengan faktor psikologis seperti demikian.

4. Faktor Pribadi

Karakter seseorang juga dapat menjadi pertimbangan yang memengaruhi perilaku konsumen. Faktor ini antara lain meliputi umur, pekerjaan, dan gaya hidup. Misalnya, target pasarmu adalah orang dengan umur sekitar 20-an, maka kamu perlu menganalisis seperti apa yang mereka suka, apa yang mereka butuhkan, serta kisaran rupiah yang sanggup dikeluarkan untuk membeli suatu produk.

Model Perilaku Konsumen

Terdapat beberapa model perilaku konsumen yang dapat kamu analisis sebagai business owner atau marketer yang bisa kamu implementasikan. Kira-kira apa saja model perilaku konsumen tersebut? Yuk simak ulasannya berikut ini!

1. Learning Model

salah satu dari model perilaku konsumen adalah learning model. Model perilaku konsumen yang satu ini menganggap bahwa konsumen akan membeli sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup seperti makanan. Senagai contoh, konsumen akan memenuhi hasrat untuk membeli makanan ketimbang membeli pakaian sedang ngetren yang tidak dibutuhkan. Nah, dengan model perilaku konsumen ini kamu bisa menentukan jenis bisnis yang potensial dan dibutuhkan di pasar.

2. Psychoanalytical Model

Teori ini diambil dari teori Sigmund Freud mengenai psikoanalisis. Pada teori ini, konsumen memiliki motif mengakar untuk melakukan pembelian, baik itu secara sadar maupun tidak sadar. Dilansir dari Glints, motif ini bisa berupa ketakutan tersembunyi, keinginan yang ditahan hingga keperluan pribadi. Dengan mengetahui model perilaku konsumen ini, kamu bisa melakukan berbagai cara marketing yang merangsang konsumen untuk melakukan pembelian. Misalnya, kamu bisa memakai iklan di Youtube secara menarik agar konsumen tertarik membeli atau menggunakan jasamu.

Model ini sangat unik untuk diaplikasikan terutama pada suatu kelompok yang memiliki ciri khas tertentu. Sebagai contoh, kamu berada di sebuah kelompok yang menganggap bahwa seseorang yang berkacamata dipandang sebagai seseorang yang pintar. Maka, kamu berusaha membeli kacamata agar terlihat “setara” dengan kelompokmu.

3. Sociological Model

Model perilaku konsumen lainnya adalah sociological model, dimana seorang individu melakukan pembelian berdasar pada tempat berdiam diri. Singkatnya, teori ini menyebutkan kalau pada dasarnya individu akan membeli sesuatu berdasar kebutuhan kelompok tempat mereka berada.

4. Economic Model

Pada model ini, konsumen mencoba memenuhi kebutuhan mereka namun dengan spending money seminimal mungkin. Melalui analisis model yang satu ini, kamu bisa menjual produk dengan harga paling affordable namun dengan kualitas yang tetap oke dan diminati konsumen.

Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen

Manfaat mempelajari perilaku konsumen
Manfaat mempelajari perilaku konsumen (Foto via Freepik)

Kamu bisa meraup berbagai keuntungan dengan cara mempelajari perilaku konsumen. Mempelajari konsumen juga termasuk ke dalam faktor yang dapat menentukan kegagalan atau keberhasilan usahamu. Selain itu, kamu bersama tim mendapatkan insight baru dengan melakukan studi terhadap perilaku konsumen. Kira-kira apa saja sih manfaat mempelajari perilaku konsumen? Simak berikut ini!

1. Memahami Kebutuhan Konsumen

Seperti yang MinCheck sebutkan di atas kalau salah satu cara mengetahui kebutuhan konsumen adalah dengan melakukan studi mengenai teori perilaku konsumen. Nah, kalau kamu ingin mengetahui kebutuhan konsumen berdasar kelompoknya, kamu bisa melakukan analisis lebih lanjut mengenai hal ini. Sebagai contoh, untuk kelompok menengah ke atas, kira-kira produk atau jasa apa saja yang mereka butuhkan?

2. Mempertahankan Loyalitas Konsumen

Dengan mengetahui perilaku konsumen, kamu menjadi tahu apa yang mereka inginkan. Loyalitas konsumen akan terbentuk ketika mereka merasa kebutuhan atau yang mereka inginkan terpenuhi. Kamu bisa banget mempertahankan loyalitas konsumen dengan menerapkan berbagai teori konsumen. Gak cuma itu, kamu pun bisa menggaet konsumen baru yang potensial. Alhasil, bisnis yang kamu rintis menjadi berkembang.

Baca juga: Fase Pengembangan Bisnis ala Rawtype Riot

3. Menerapkan Strategi Marketing yang Sesuai

Agar kamu tidak membuang-buang waktu dan tenaga untuk strategi yang tidak sesuai, kamu bisa menerapkan strategi marketing yang oke dengan mengetahui perilaku konsumen. Kamu bisa mengaplikasikan strategi marketing sesuai dengan karakteristik mereka.

4. Menentukan Harga Produk

Menentukan harga produk atau jasa bukanlah sesuatu yang mudah. Kalau sampai harga yang kamu tentukan di bawah harga pasar, bisa-bisa bisnismu merugi. Oleh karena itu sangat penting untuk menganalisis perilaku konsumen agar harga sesuai.

5. Meningkatkan Revenue

Tentunya, pendapatan suatu bisnis adalah pondasi kuat yang dapat membuat bisnis tetap hidup. Mengidentifikasi perilaku konsumen mempermulus jalanmu untuk meningkatkan pendapatan. Semakin meningkat pendapatan, semakin berkembang pula bisnis yang sedang dirintis. Selain itu, kamu juga bisa bersaing di pasar karena kamu lebih mengenal konsumen. Kamu juga perlu menentukan strategi promosi yang bagus untuk meningkatkan penjualan.

Baca juga: 5+ Tips Promosi Produk Paling Efektif Meningkatkan Penjualan

Contoh Perilaku Konsumen

Contoh perilaku konsumen
Contoh perilaku konsumen (Foto via Freepik)

Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku konsumen yang bisa kamu identifikasi, antara lain sebagai berikut ini.

1. Perilaku Membeli yang Kompleks (Complex Buying Behavior)

Contoh perilaku konsumen yang satu ini adalah memiliki beragam pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli suatu produk. Tak jarang kalau konsumen melakukan pembandingan harga dan merek sebelum melakukan pembelian. Apalagi kalau barang yang akan dibeli tergolong pricey. Tentunya, banyak hal-hal yang dipertimbangkan seperti urgensi dari produk tersebut hingga pikiran apakah produk bisa digunakan sebagai bentuk investasi atau tidak. Contoh dari perilaku pembelian konsumen ini adalah pembelian rumah atau properti.

2. Perilaku Membeli yang Mengurangi Perbedaan (Dissonance-reducing Buying Behavior)

Pada perilaku ini, konsumen membutuhkan validasi dari satu atau lebih pihak untuk meyakinkan bahwa keputusan pembelian adalah langkah yang tepat. Namun seringnya, konsumen jenis ini akan menyesali pembeliannya di kemudian hari dikarenakan tidak dapat membedakan produk dan merek. Sebagai pebisnis, kamu bisa melihat ini sebagai peluang untuk memberi insight pada konsumen bahwa produkmu memang layak dibeli atau dikonsumsi.

3. Habitual Buying Behavior

Perilaku konsumen yang satu ini berdasar pada kebiasaan yang selalu mereka lakukan. Singkatnya, konsumen akan membeli produk A karena sudah terbiasa membeli produk A. Maka campaign dari produk yang dijual tidak begitu memengaruhi hasrat untuk membeli produk. Konsumen jenis ini biasanya jarang sekali melirik produk lain apabila sudah terbiasa membeli suatu produk.

4. Variety Seeking Behavior

Perilaku konsumen ini didasari keinginan untuk membeli variasi produk baru atau sekadar mencoba. Alasannya bukan karena produk yang biasa dibeli tidak memiliki manfaat atau kualitasnya yang buruk. Untuk menggaet perilaku konsumen yang satu ini, kamu bisa memberikan diskon atau promo.

Ternyata teori perilaku konsumen itu sangat beragam ya, DoCheckers? Sebagai seorang pebisnis, tentunya kamu harus menguasai teori yang satu ini. Pendekatan perilaku konsumen yang tepat mampu mempermudah bisnis kamu untuk berkembang. Tentunya, hal ini merupakan hal dasar yang harus dipelajari oleh seorang pebisnis. Kalau kamu ingin bisnismu maju, jangan berhenti belajar dan mempelajari keinginan konsumen, ya.

Kamu bisa mencatat berbagai materi di atas di aplikasi social to-do list DoCheck. Kamu bisa membuat goals mengenai teori perilaku konsumen di aplikasi DoCheck. Selain itu, kamu bisa membedah goals tersebut ke dalam list tasks. Kamu pun bisa membagikan goals yang kamu punya kepada teman atau rekan bisnismu, lho! DoCheck merupakan social to-do list pertama di Indonesia yang membantu kamu untuk terus berkembang. Bersama DoCheck, kamu bisa melihat berbagai list goals dari KOL terkenal yang super inspiratif. Tunggu apalagi, yuk segera download aplikasi DoCheck di Play Store dan App Store secara gratis!


Latest

Category

Scroll to Top