journaling

Seni Journaling untuk Membantu Mental


Tahukah kamu bila menulis jurnal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental? Seni journaling sering psikiater maupun psikolog sarankan bagi pasiennya sebagai cara untuk menyalurkan emosi.

Dari menulis buku harian ini DoCheckers dapat menuangkan segala isi perasaan maupun pikiran lebih jelas. Beberapa orang sulit untuk mengungkapkan perasaannya secara verbal.

Menulis merupakan salah satu langkah untuk mengekspresikan diri. Ada banyak keunggulan dari aktivitas journaling serta teknik yang bisa DoCheckers gunakan sebagai berikut:

Apa Itu Seni Journaling?

Menurut psikologi journaling merupakan kegiatan menulis buku harian. Journaling dapat DoCheckers dengan memakai buku harian maupun aplikasi jurnal yang tersedia.

Isi jurnal tidak hanya seputar curahan perasaan namun bisa berupa rencana harian. Kamu dapat menuliskan apapun yang ada di otak pada buku jurnal tersebut.

Baca juga: Cara Membuat To Do List Pakai Social To Do List App DoCheck

Menurut Edouard Gentaz yakni professor developmental psychology dari Universitas Geneva menyatakan menulis memakai tangan ternyata lebih kompleks. Kamu dapat meningkatkan keterampilan dengan pena dan kertas.

Adapun beberapa peralatan journaling manual yang bisa kamu gunakan adalah pena, buku, atau brush pen. Jurnal semakin menarik dan estetik dengan highlighter, washi tape maupun stiker.

Meskipun begitu menulis jurnal melalui aplikasi juga dianggap tak kalah efektif. Journaling dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun tanpa repot mengeluarkan alat tulis.

Seni journaling merupakan media untuk melampiaskan perasaan sehingga tidak harus cantik ataupun rapi. Melalui buku jurnal ini kamu mendapatkan kenyamanan untuk mengeluarkan uneg-unegmu.

Apa Saja Isi Jurnal?

Lalu apa saja yang bisa kamu tulis di jurnal? ada beberapa hal yang bisa kamu tulis dalam jurnal sekaligus membantu kesehatan mental yakni:

  1. Gratitude journal yakni mengungkapkan hal-hal yang patut kamu syukuri hari ini. Cara ini mampu membuat DoCheckers lebih fokus pada hal baik yang dialami sepanjang hari. Kamu jadi lebih positif dan bersyukur atas apa yang kamu miliki sekarang ini.
  2. Planning journal merupakan catatan harian yang berisi kegiatan sehari-hari maupun goals yang ingin kamu raih. Isi jurnal ini mampu membantu kamu memahami kegiatan apa yang perlu segera dilakukan dan ditunda
  3. Emotional release adalah  menuangkan segala emosi yang kamu rasakan baik positif maupun negatif. Tipe jurnal seperti ini yang umumnya digunakan kebanyakan orang-orang mulai dari remaja hingga dewasa.
  4. Visual journal ialah mengisi jurnal dengan menempelkan barang maupun gambar yang merujuk ke impian atau target hidupmu. Dalam jurnal ini menonjolkan visual ketimbang text.
  5. Literacy list adalah daftar bacaan yang ingin sekali DoCheckers baca. Dari bacaan tersebut bisa kamu review sehingga kamu mampu mengenali diri sendiri dengan melihat sudut pandang penulis.
  6. The Worst Case Scenario mirip dengan emotional release hanya saja perbedaannya berisi ungkapan hal buruk dalam hidup. Tujuannya sebagai bahan koreksi ke depannya sehingga sifat buruk dapat kamu kurangi

Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental

Kelebihan journaling untuk kesehatan mental banyak sekali. Dalam praktiknya DoCheckers akan mencoba mengeksplorasi perasaan serta pikiran tentang peristiwa dalam hidupmu.

Jika rutin melakukan seni journaling maka kamu akan memperoleh manfaat sebagai berikut :

1. Kontrol Emosi

Dengan menuliskan bagaimana perasaanmu baik positif maupun negatif maka DoCheckers secara tidak langsung mempelajari emosi dalam hidup. Kamu dapat mengenali keadaan di mana perubahan emosi terjadi.

Kamu lebih paham bagaimana cara mengontrol perubahan emosi tersebut. DoCheckers mengenali pemicu perubahan emosi dan memiliki solusi tersendiri ketika berada dalam kondisi cemas.

2. Introspeksi Diri

Kegiatan menulis ini juga sebagai ajang introspeksi diri. Kamu mampu memahami apa kesalahan yang telah dibuat. Bagaimana kamu menangani suatu masalah dan bahkan membuat masalah untuk orang lain.

Dalam jurnal tertulis pula peristiwa yang ingin kamu ingat bahkan hobi, pekerjaan hingga kinerja sehari-hari. Kamu juga menuliskan apa yang telah kamu lakukan dengan baik pada hari tersebut.

Kebiasaan menulis ini merupakan langkah untuk mengidentifikasi kemajuan diri. Dari sini bisa terlihat jelas kedewasaan yang tumbuh dalam diri.

Baca juga: 5 Cara Sederhana jadi Pribadi yang Lebih Baik, Apa Saja?

3. Ekspresi Diri

Beberapa orang kerap bingung dengan perasaan yang mereka miliki. Jika diminta untuk bercerita tak jarang membuat mereka kesulitan untuk mengatakan perasaan diri sendiri.

Hal ini wajar terjadi karena setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan diri. Journaling juga merupakan salah satu cara sehat dan aman untuk mengekspresikan perasaanmu.

Caranya mudah yakni dengan menulis, mengetik atau bahkan menggambar apa yang kamu rasakan. Dengan menulis jurnal kamu akan mengamati jenis perasaan yang kamu alami dari waktu ke waktu.

Ketika journaling kamu menjadi dirimu sendiri tanpa harus menutupi apa yang kamu rasakan. Kamu dapat marah, sedih, kecewa ketika journaling. Selain itu kamu juga bebas memberikan emoji, warna atau stiker maupun gambar saat journaling.

4. Mengenal Diri Sendiri

Dalam menjalani hidup kamu pasti pernah merasa tidak bersemangat. Ini adalah tanda kejenuhan atas rutinitas harianmu. Dampaknya sering membuat kamu bingung dalam menentukan tujuan hidup.

Hal ini wajar terjadi ketika belum mengetahui diri sendiri sepenuhnya. Seni Journaling membantu mengenali dirimu sendiri lebih baik. Kamu mampu mengetahui apa yang kamu sukai, impian, cita-cita ataupun hal yang ingin kamu hindari dalam hidup.

5. Tingkatkan Mood

Journaling sangat membantu dalam hal meningkatkan mood. Alih-alih menahan emosi kamu lebih mengekspresikannya. Pikiran jadi lebih jernih dan mengidentifikasi pemicu masalah.

Kamu bisa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Terlebih ketika menuliskan masalah yang sama maka kamu akan mulai mencari solusi yang berbeda-beda.

Dengan begitu mood yang semula jelek dapat membaik saat menemukan solusi yang tepat. Selain itu kegiatan journaling menenangkan perasaan yang sedang kalut. Kamu akan merasa lebih bahagia sebab mampu mengeluarkan isi pikiran yang menumpuk.

6. Mengurangi Stres

Ketika ada banyak masalah yang kamu pikirkan tentu mampu meningkatkan stres dan kecemasan. Ketika terus menahannya dalam pikiran maka keputusan yang kamu buat juga ikut terpengaruh.

Kamu dapat salah arah dan membuat keputusan yang berdampak buruk. Selain itu stres yang menumpuk mudah membuat tubuh lelah. Dengan journaling pikiran dalam otak dapat kamu keluarkan.

Perasaan menjadi lebih lega dan mengurangi kecemasan yang mendera. Walaupun stres tidak dapat kamu hilangkan namun bisa kamu kurangi melalui journaling.

Berdasarkan Journal of Management Education menyatakan bahwa journaling mampu mengelola stres dan kecemasan bagi siswa. Aktivitas ini mendorong diri untuk melakukan pembicaraan diri sendiri secara otomatis serta menemukan akar kecemasan.

7. Pemulihan Traumatis

Seseorang yang mengalami trauma memiliki kecemasan dan ketakutan yang tinggi. Hal ini memang sangat sulit untuk disembuhkan bahkan memicu timbulnya gangguan psikologi.

Traumatis mampu menghadirkan perubahan perilaku maupun karakter seseorang. Dengan menulis berarti berlaku ekspresi dan memperbaiki fungsi kognitif.

Journaling membantu pertumbuhan pasca trauma dan merupakan salah satu cara pemulihan. Kegiatan ini dapat membantu pasien traumatis menjalani kehidupannya dengan normal kembali.

Mereka juga lebih menerima diri sendiri dan menemukan makna hidup. Ketakutan yang sedang kamu alami dapat kamu hadapi dan tak menghantui sepanjang hidupmu.

8. Peningkatan Komunikasi

Mereka yang mengalami traumatis tak jarang sulit untuk berkomunikasi kembali. Journaling membantu mengkomunikasikan perasaan lebih baik. Mula-mula kamu belajar untuk berbicara dengan dirimu sendiri.

Setelah itu lambat laun melatih kamu untuk bercerita dengan orang lain. Ketika ditanya perasaan yang sedang kamu alami dapat dengan mudah disampaikan.

Baca juga: Cara Sederhana Meningkatkan Skill Komunikasi

9. Kreativitas Lebih Berkembang

Selain itu journaling ternyata mampu mengembangkan kreativitas diri. Kamu dapat berekspresi tidak hanya secara teks melainkan visual. DoCheckers secara tidak langsung memberikan ruang untuk ide-ide baru.

Rutin menulis mampu melacak sketsa, inspirasi dan ide serta meningkatkan wawasan. Daya ingat meningkat karena mengingat hal-hal yang pernah kamu alami. Hal ini membuat otak memberikan perhatian cermat atas informasi yang didapatkan.

Menurut University of Rochester Medical Center menyatakan journaling juga baik untuk kesehatan yakni meningkatkan imunitas tubuh dan menurunkan hipertensi. Secara umum journaling membantu tubuh dan pikiran lebih sehat.

Ragam Teknik Journaling

Sederet teknik journaling yang bisa kamu coba
Sederet teknik journaling yang bisa kamu coba (Foto via Freepik)

Dalam menulis jurnal ternyata ada teknik yang bisa kamu ikuti. Menuliskan apa yang ada di pikiran membuat kamu merasakan ketenangan.

Selain itu hidup jadi lebih terstruktur. Adapun teknik journaling dalam menulis jurnal bisa kamu simak sebagai berikut :

1. Organization Journaling

Teknik ini lebih mendorong kamu untuk hidup terjadwal atau beraturan. Organization journaling membantu menyusun kegiatan sehari-harimu.

Hidup lebih terorganisir karena ada informasi detail tentang rencana di masa depan dan hal yang perlu kamu lakukan sekarang ini. Teknik ini mendorong kamu untuk membuat mind mapping sesuai dengan prioritasmu.

2. Creative Journaling

Teknik ini menuntut kamu untuk lebih meluapkan kreativitas dalam kertas kosong. Dalam jurnal ini ada tiga tipe yang bisa kamu coba yakni visual journaling melalui foto, vision board maupun art journal.

Isinya lebih ke gambar ketimbang teks namun dapat menggambarkan apa yang kamu inginkan dan rasakan. Perasaan tidak hanya bisa kamu gambarkan melalui tulis saja namun juga gambar.

Teknik ini mendorong kamu untuk mengisi jurnal dengan karya seni. Kamu dapat menghias jurnal sesuka hatimu.

3. Reflective Journaling

Teknik ini merupakan cara untuk mengenal jati diri dengan merefleksikan diri sendiri. Dalam teknik menulis jurnalnya dapat kamu masukan gratitude journaling ataupun brump dump yaitu apa yang terlintas dalam pikiranmu.

Kamu dapat menuliskan saat waktu luang atau ketika hendak beristirahat di malam hari. Setiap topik yang kamu bahas dapat ditulis pada buku terpisah atau hanya tertulis pada satu buku yang sama.

Cara ini membantu kamu untuk menulis tanpa harus berpura-pura atau merasakan sungkan. Kamu bebas mengekspresikan perasaanmu baik pikiran baik maupun jahat yang sedang kamu rasakan.

Tips Meningkatkan Seni Journaling

Dalam melakukan journaling untuk pertama kali tak jarang terasa aneh. Ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk meningkatkan kemampuan journalingmu yakni sebagai berikut :

  1. Gunakan metode journaling yang kamu sukai dapat berupa merekam suara, menggambar atau menulis.
  2. Upayakan untuk journaling secara rutin bisa ketika bangun tidur atau sebelum tidur.
  3. Ekspresikan diri tanpa mengkhawatirkan ejaan, kerapian atau struktur kalimat.
  4. Mulai dengan mengekspresikan rasa syukur dan mengingat hal-hal yang mendorongmu lebih bahagia.
  5. Jangan menuntut journaling sebagai pemecah masalah melainkan metode untuk mengenal dirimu sendiri.

Kesimpulan

Journaling sangat baik untuk meningkatkan kesehatan mental. Tidak hanya mampu mengekspresikan diri namun juga mengontrol emosi. Dalam journaling ada beberapa teknik yang bisa kamu ikuti.

Seni journaling tidak hanya berfokus pada tulisan saja namun bisa berupa suara maupun art journal. Kamu bisa menjadi dirimu sendiri tanpa harus berpura-pura. Ayo DoCheckers cobain journaling untuk kesehatan mental lebih baik. Yuk segera buat jurnal harian kamu pakai to do list app DoCheck yang bisa kamu unduh di Play Store dan App Store secara gratis!


Terbaru

Kategori

Scroll to Top