journaling

15 Prospek Kerja untuk Kamu yang Hobi Menulis dan Journaling


Menulis dan journaling merupakan hobi yang dilakukan oleh banyak orang untuk melepas stres. Apakah kamu salah satu yang menggeluti hobi tersebut, DoCheckers? Kalau iya, berarti artikel ini cocok untuk kamu, karena di sini sudah MinCheck rangkum beberapa pekerjaan yang hobi menulis. Simak yuk paparan berikut!

Prospek Kerja untuk Kamu yang Hobi Menulis dan Journaling

Inilah prospek kerja untuk kamu yang hobi menulis dan journaling
Inilah prospek kerja untuk kamu yang hobi menulis dan journaling (Foto via Freepik)

1. Content Writer

Pekerjaan pertama yang bisa kamu geluti kalau punya hobi menulis atau journaling adalah content writer. Tugas dari pekerjaan ini adalah menulis artikel untuk bahan postingan di website, blog, atau media sosial dari perusahaan.

Content writer biasanya membuat konten yang bersifat informatif, karena tujuannya adalah untuk menaikkan engagement dari pengguna dan meningkatkan jumlah kunjungan ke media sosial dan situs web.

Ada tips menjadi content writer agar banyak perusahaan melirik. Cara menjadi penulis freelance maupun full time untuk posisi ini yaitu siapkan portofolio terlebih dahulu, setelah itu kamu bisa mulai untuk memasukkan lamaran ke perusahaan.

Baca juga: Kenali Perbedaan Content Writer, Copywriter, dan UX Writer

2. SEO Writer

DoCheckers, kalau kamu buka Google Search dan mengetikkan keyword tertentu, pasti akan muncul link artikel dari banyak website. Nah, pekerjaan SEO Writer adalah menulis artikel yang bisa muncul di kolom pencarian itu. Jadi, pekerjaan ini menjadi salah satu pekerjaan yang cocok untuk hobi menulis.

Menjadi SEO Writer adalah salah satu cara menjadi penulis artikel yang dibayar. Profesi ini akan menulis topik tertentu yang mana di dalam artikel yang ia buat mengandung frasa atau kata kunci yang telah diriset oleh SEO Specialist. Gaji penulis artikel SEO berkisar antara Rp4 juta – Rp6 juta untuk daerah Jakarta.

Biar artikelnya bisa menduduki peringkat teratas pencarian di search engine dan menghasilkan banyak traffic kunjungan, maka seorang SEO Writer harus menulis artikel dengan kaidah SEO. Oleh karena itu, jika kamu ingin bekerja di bidang ini, kamu minimal harus paham tentang SEO terlebih dahulu.

3. Copywriter

Copywriter hampir mirip seperti Content Writer, bedanya adalah tujuan dari pekerjaan mereka. Kalau Content Writer membuat konten untuk meraih engagement, maka Copywriter membuat konten untuk tujuan iklan.

Yap! Jadi, konten tulisan yang Copywriter buat, tujuannya untuk menarik minat orang yang membacanya untuk melakukan transaksi pembelian produk atau jasa yang ditawarkan.

Profesi Copywriter saat ini semakin populer dan banyak perusahaan yang membutuhkan. Biasanya profesi ini bekerja sama dengan Creative Team dan Graphic Designer. Format tulisannya berbeda-beda tergantung konsep iklan.

4. Ghostwriter

Jangan takut dulu DoCheckers. Walaupun namanya mengandung kata ghost, tapi ini hanya istilah saja.

Ghostwriter akan mengerjakan project dari klien untuk membuat tulisan sesuai yang mereka pesan, namun apabila tulisanmu itu dipublikasikan, maka yang tercantum sebagai penulisnya adalah si klien tersebut, bukan kamu si penulis asli.

Dengan kata lain, kamu menulis atas nama orang lain. Jadi, kalau tulisan itu mendapat penghargaan, maka penghargaan itu atas nama si klien, bukan atas nama Ghostwriter.

5. Blogger

Cara menjadi journaling yang sukses salah satunya dengan menuliskan jurnal di blog. Namun untuk menjadikan kegiatan blogging ini sebagai pekerjaan, kamu perlu menentukan tema khusus dan rutin posting konten di blog kamu. Jadi tips menjadi journaling sukses dengan media blog agar bisa menghasilkan uang, yaitu konsistensi.

Selain konsistensi, penentuan tema dan konsep sangatlah penting di awal pembuatan blog. Kamu dapat membuat tema seperti fashion, lifestyle, kuliner, kecantikan, tutorial, teknologi, dan lain-lain. Setelah blog ramai, maka kamu bisa dapat uang dari ads atau dari perusahaan yang menawarkan kerjasama.

Contoh Blogger yang terkenal adalah Sonia Eryka dan Diana Rikasari. Sebelum Instagram booming seperti sekarang, mereka sudah rutin mengunggah konten fashion di blog dan menjadi populer karena konten mereka sangat kreatif dan menarik.

6. Reviewer

Setelah Blogger, ada juga Reviewer. Blogger bisa sekaligus Reviewer, namun Reviewer belum tentu Blogger. Reviewer merupakan pekerjaan yang tugasnya mengulas suatu produk berupa barang atau jasa.

Keberadaan profesi ini sangat penting khususnya bagi calon pembeli. Mereka jadi tahu gambaran tentang kelebihan dan kekurangan dari produk karena Reviewer telah memberi ulasan.

Reviewer biasa menuliskan ulasan melalui blog, media sosial, atau media lain seperti portal majalah online dan koran. Reviewer yang baik akan menjabarkan ulasan produk secara detail dan jujur, sehingga membangun kepercayaan dari pembaca. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan produk sesuai apa yang mereka cari.

7. Travel Writer

Apakah kamu suka menulis sekaligus travelling? Kalau begitu, pekerjaan Travel Writer akan cocok untukmu, DoCheckers! Travel Writer akan menulis tentang info tempat wisata, hotel, budaya, atau kuliner dari destinasi wisata tertentu.

Untuk dapat menulis tentang ini, maka Travel Writer akan melakukan riset dengan cara mengunjungi destinasi wisata secara langsung dan melakukan wawancara dengan penduduk lokal. Dengan begini, Travel Writer akan memperoleh sudut pandang lain dan mendapatkan hasil riset untuk membuat konten yang original.

Travel Writer biasanya menulis untuk blog, media, atau buku. Untuk jadi Travel Writer yang sukses tidaklah mudah. Namun, kamu bisa mulai dengan cara melakukan branding diri dengan membuat contoh tulisan tentang travelling dan mengunggahnya di blog atau mengirimnya ke portal online.

Baca juga: Hobi Traveling ke Luar Negeri? Yuk, Ikuti Tips Berikut Ini!

8. Novelis

Jika kamu punya skill menulis dan kemampuan untuk membuat plot cerita, maka profesi Novelis akan cocok untukmu. Untuk jadi seorang Novelis terkenal yang karyanya booming dan punya banyak penggemar seperti Tere Liye, tentu tidak mudah. Kamu harus punya kualitas tulisan yang di atas rata-rata dan plot cerita yang sangat menarik.

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk jadi seorang Novelis, kamu harus punya naskah terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa mengirimkannya ke penerbit. Jika naskahmu bagus, maka naskah akan terbit dan bisa masuk ke toko buku seperti Gramedia.

Cara di atas merupakan cara umum dan cukup sulit karena persaingan naskah novel di penerbit sangat ketat. Tapi tenang, DoCheckers, MinCheck punya solusi lain, dan solusi ini adalah aplikasi novel online.

Saat ini banyak aplikasi yang memberikan gaji penulis novel online berdasarkan banyaknya pembaca. Komisinya lumayan jika naskahmu memiliki kualitas penulisan bagus dan plot yang seru. Kamu bisa mencoba untuk mengirimkan naskah  novelmu di platform menulis yang dibayar ini.

9. Screenwriter

Selain jadi Novelis, kamu bisa jadi seorang Screenwriter jika suka menulis plot cerita. Tugas dari Screenwriter adalah menulis naskah film. Pekerjaan penulis ini sangat penting karena menjadi salah satu penentu bagus tidaknya sebuah film. Apabila naskahnya bagus, maka filmnya juga pasti bagus.

Pekerjaan ini momennya tidak tentu, biasanya hanya berlangsung tiap kali ada project pembuatan film saja. Biasanya Screenwriter akan melakukan riset sebagai bahan untuk penulisan naskahnya.

Riset naskah bisa dari ide-ide fresh atau pengembangan dari cerita yang sudah ada, misal seperti adaptasi dari novel. Meskipun ceritanya adaptasi novel, tapi Screenwriter harus menulis ulang karena tidak semua yang ada di novel harus tertuang di film. Screenwriter hanya akan memilih part yang penting-penting saja.

10. Technical Writer

Pekerjaan selanjutnya yang dapat kamu geluti apabila memiliki hobi menulis yaitu Technical Writer. Beda dengan Novelis atau Screenwriter yang sifat tulisannya sastra, Technical Writer tugasnya adalah menulis sesuatu yang bersifat teknikal.

Biasanya Technical Writer membuat dokumen teknis seperti buku panduan penggunaan barang atau manual book. Mereka menerjemahkan hal-hal rumit yang bersifat teknikal menjadi terbaca oleh orang awam.

Perusahaan yang biasanya bergerak dalam bidang teknologi biasanya banyak membuka lowongan untuk posisi ini. Untuk menjadi Technical Writer, kamu harus memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan hal rumit menjadi mudah.

11. Jurnalis

Jurnalis cocok untuk kamu yang suka menulis dan membaca berita. Pekerjaan ini memiliki tugas untuk menghimpun informasi dari berbagai sumber dan mengolahnya jadi sebuah berita yang dapat memberikan informasi terkini dan akurat bagi pembaca.

Selain skill menulis, cara menjadi Jurnalis profesional yaitu kamu wajib punya wawasan luas dan up to date dengan berita terkini. Selain itu, kamu juga harus punya kemampuan komunikasi yang baik. Perusahaan yang bergelut di kancah media pemberitaan banyak membuka lowongan untuk profesi ini.

Baca juga: Cara Sederhana Meningkatkan Skill Komunikasi

12. Translator

Kamu punya skill berbahasa asing? Bisa coba pekerjaan satu ini. Pekerjaan seorang Translator adalah menerjemahkan materi atau konten bahasa asing untuk keperluan bisnis ataupun pendidikan.

Biasanya perusahaan yang bergelut di kancah media, penerbitan, atau otomotif memerlukan translator untuk menerjemahkan dokumen-dokumen dan membantu proses komunikasi dengan klien asing.

Dokumen dengan bahasa asing yang biasa translator terjemahkan biasanya berupa: novel, buku, surat perjanjian, manual book, dan lain-lain. Untuk dapat melamar posisi Translator, biasanya memerlukan sertifikat bahasa asing untuk menunjukkan di awal bahwa kamu memang punya kemampuan.

13. Editor

Kalau kamu udah punya banyak pengalaman dalam bidang menulis. Kamu bisa coba profesi satu ini karena biasanya lowongan jadi Editor mensyaratkan pengalaman kerja. Tugas Editor yaitu melakukan penyuntingan tulisan yang dibuat penulis untuk memastikan apakah penulisannya sudah sesuai dengan standar perusahaan.

Untuk jadi Editor yang baik, maka skill dasar yang harus kamu punya yaitu keterampilan menulis, keterampilan berkomunikasi, dan kejelian mata untuk menyunting tulisan. Selain itu, kamu juga perlu punya pemahaman tentang standar konten yang perusahaan inginkan.

14. UX Writer

Berkembangnya perusahaan startup dengan pesatsekarang ini membuat banyak pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Salah satunya UX Writer.

Tugas dari UX Writer adalah membuat tulisan-tulisan pada elemen aplikasi seperti: tombol, box, menu, dan sebagainya dengan kata-kata yang membuat pengguna aplikasi dari berbagai usia merasakan kemudahan.

Untuk yang punya hobi menulis dan journaling, pekerjaan ini sangat cocok untuk kamu, karena selain memerlukan kemampuan menulis kata-kata dengan diksi yang bagus, pekerjaan ini juga memerlukan sense of design.

15. Social Media Specialist

Semakin maraknya penggunaan media sosial, maka banyak perusahaan akan selalu membutuhkan Social Media Specialist untuk mengelola akun media sosial perusahaan.

Pekerjaan ini cocok untuk kamu yang punya hobi menulis dan journaling karena dengan memiliki skill tersebut dapat menunjang kinerja dalam bidang ini. Pekerjaan ini melibatkan pembuatan desain grafis, video, dan penulisan deskripsi untuk membuat konten yang akan ada di media sosial perusahaan.

Maka dari itu, pekerjaan ini memerlukan kreativitas tinggi agar bisa menciptakan konten yang berkualitas. Hampir sebagian besar perusahaan memerlukan posisi ini, jadi peluang untuk kamu yang tertarik menggeluti bidang ini menjadi semakin besar.

Kesimpulan

Jadi seperti itulah rangkuman untuk pekerjaan yang hobi menulis dan journaling. Ternyata banyak juga ya prospek kerja seorang journaling dan penulis, DoCheckers? Tinggal pilih saja mana yang sesuai dengan keinginan kamu. By the way, kamu bisa belajar journaling atau menjadi penulis menggunakan aplikasi DoCheck. Aplikasi ini sangat cocok kamu gunakan untuk pengembangan diri. Yuk segera download aplikasinya di Play Store dan App Store secara gratis!


Terbaru

Kategori

Scroll to Top