Sukses Wawancara Magang dengan 5 Tips Ini!


Saat ini, ada banyak sekali perusahaan-perusahaan yang membuka kesempatan untukmu merasakan dunia kerja melalui program magang. Manfaat yang akan kamu rasakan ketika mengikuti program ini menurut Go Kampus adalah meningkatkan wawasan, memperluas jaringan, berkesempatan untuk mendapat pekerjaan, dan tentunya penghasilan tambahan. Nah, untuk bisa mendapatkan peluang ini, kamu harus lolos wawancara magang dulu!

Dalam proses wawancara, kamu akan mendapat beberapa pertanyaan dari rekruter. Dilansir dari Glints, beberapa pertanyaan tersebut untuk mengetahui lebih dalam tentang dirimu, motivasimu, alasan kamu memilih bidang pekerjaan yang kamu pilih, serta kelebihan dan kekuranganmu. Jika kamu ingin lolos dalam menghadapi tahap ini, yuk simak tips sukses wawancara magang berikut ini!

1. Saat Wawancara Magang Ceritakanlah Tentang Dirimu

Ketika wawancara magang, ceritakanlah tentang dirimu dengan penuh percaya diri.
Ketika wawancara magang, ceritakanlah tentang dirimu dengan penuh percaya diri (Foto oleh Christina Morillo/ Pexels)

Pertanyaan pertama yang muncul dalam wawancara magang atau kerja adalah cerita tentang dirimu. Menurut Binar Academy, kamu bisa menjelaskan mulai dari kegiatan di masa sekarang, lalu pengalamanmu di masa lalu, beri tahu juga pencapaianmu, dan jangan lupa perhatikan tatanan bahasa serta penyampaiannya. Contoh pengalaman yang bisa kamu sampaikan bisa dalam bidang akademik maupun non-akademik, seperti organisasi atau ekskul. Selain itu, jika kamu memiliki pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu lamar, hal itu juga bisa kamu ceritakan.

2. Jelaskan Alasanmu Melamar di Perusahaan Terkait

Sebutkan motivasimu bekerja di perusahaan tersebut
Sebutkan motivasimu bekerja di perusahaan tersebut (Foto oleh Tima Miroshnichenko/ Pexels)

Jika seseorang tertarik dengan sesuatu, pasti ada alasan di balik itu. Oleh karena itu, saat wawancara para rekruter akan menanyakan alasanmu melamar magang di perusahaan mereka. Untuk menjawabnya kamu wajib melakukan riset untuk mengetahui seluk-beluk tentang perusahaan terkait. Salah satu contohnya adalah mengetahui budaya perusahaan tersebut. Dikutip dari Glints, kamu bisa mencoba mencarinya melalui website resmi perusahaan tersebut, jaringanmu, dan media sosial.

Setelah kamu mengetahui budaya kerja, visi, dan misi perusahaan tersebut, kamu bisa hubungkan dengan tujuanmu. Misalnya adalah misi perusahaan “A” adalah memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang kurang mampu, lalu tujuanmu adalah mencerdaskan bangsa Indonesia. Jadi, ketika di wawancara kamu bisa bilang seperti ini, “Saya melamar pekerjaan di perusahaan ‘A’ karena memiliki misi yang sama yaitu mencerdaskan bangsa Indonesia dengan cara memberikan akses pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat.”

3. Beri Tahu Harapanmu dalam Mengikuti Program Magang

Bentuk keseriusan yang tinggi dapat membantumu lolos wawancara magang
Bentuk keseriusan yang tinggi dapat membantumu lolos wawancara magang (Foto oleh Edmond Dantès/ Pexels)

Ketika perusahaan menanyakan harapanmu untuk bergabung, sebetulnya mereka ingin tahu keseriusanmu untuk bekerja. Menurut dreamtalent, cara terbaik menjawab pertanyaan ini adalah mengatakan dengan jujur tujuanmu untuk mengikuti kegiatan magang di perusahaan tersebut. Kamu bisa mengatakan untuk mencari pengalaman dan menambah wawasan baru. Hal ini bisa dijadikan cara untuk memberikan kesan yang baik kepada rekruter, loh!

Baca juga: Kamu Mahasiswa Tingkat Akhir? DoCheck Bisa Membantumu

4. Gunakan Metode STAR untuk Wawancara Magang

Metode STAR membuat sesi wawancara magang lancar!
Metode STAR membuat sesi wawancara magang lancar! (Foto oleh Tima Miroshnichenko/ Pexels)

Salah satu pertanyaan wawancara magang yang cukup tricky adalah saat kamu diminta untuk menjelaskan kekuranganmu. Kamu sangat disarankan untuk menjelaskan dengan jujur dan jelas tentang hal tersebut. Jika kamu berbohong, kamu akan merasa kesulitan ketika bekerja nanti. Lantas, bagaimana cara agar tetap terkesan baik? Kamu bisa mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan metode STAR (Situation, Task, Action, dan Result).

Dilansir dari MySkill, metode STAR dapat membantumu menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan runtun. Yuk, perhatikan contoh penggunaannya di bawah ini!

  • Situation: Ketika kampus saya mengadakan acara lomba bahasa Jerman, saya mendapat kesempatan menjadi ketua panitia kegiatan tersebut. Salah satu tugas saya adalah mencari sponsor untuk acara kami. Namun sayangnya, ketika saya mencoba untuk menghubungi beberapa sponsor, saya tidak berhasil mendapatkannya. Hal tersebut karena acara kami kurang menarik untuk mereka.
  • Task: Saya harus mendapatkan sponsor segera mungkin karena jadwal acara semakin dekat dan kami harus menyiapkan hadiah untuk para pemenang.
  • Action: Akhirnya saya mencoba mencari sponsor melalui media sosial. Saya berusaha menghubungi kedutaan Jerman di Indonesia melalui Facebook dan email.
  • Result: Walaupun prosesnya cukup memakan waktu, tapi saya berhasil mendapat persetujuan dari kedutaan Jerman untuk menjadi sponsor acara kampus kami dan mereka bersedia menyumbangkan beberapa buku untuk digunakan sebagai hadiah lomba para pemenang.

Dapat dilihat dari contoh tersebut, sangat penting untuk kamu menyebutkan cara penyelesaian masalah dan hasil akhirnya. Sehingga para rekruter tahu bahwa kamu memiliki kelemahan, kamu bisa mengatasinya dengan baik. Selain untuk menjelaskan kelemahanmu, kamu juga bisa menggunakan metode STAR untuk menceritakan pencapaian dan kelebihanmu. Karena dengan menjabarkan secara runtun seperti ini, orang lain dapat dengan mudah memahami apa yang kamu katakan. Yuk, coba gunakan teknik STAR!

5. Jangan Lupa Berikan Jawaban yang Realistis!

Ingat, berikan selalu jawaban yang realistis!
Ingat, berikan selalu jawaban yang realistis! (Foto oleh Tima Miroshnichenko/ Pexels)

Untuk meyakinkan rekruter, kamu tidak perlu melebih-lebihkan sesuatu. Jadilah dirimu sendiri dan tunjukkan apa yang bisa kamu berikan kepada perusahaan tersebut. Bahkan, Glints menyarankan bahwa jika kamu ingin memberikan janji kepada perusahaan yang kamu lamar, sebaiknya berikan janji yang bisa kamu raih. Apabila memungkinkan, kamu juga bisa menjelaskan estimasi waktu tujuan itu bisa tercapai. Namun, jangan lupa bahwa kamu juga harus siap menanggung risiko jika apa yang kamu janjikan tidak bisa terwujud.

Demikian tips sukses wawancara magang dari DoCheck. Pada intinya, saat tanya jawab kamu harus menunjukkan semangat, motivasi, dan yang terpenting jujur. Jangan sekali-kali berbohong, ya! Karena hal tersebut akan merepotkanmu di kemudian hari.

Kemudian, agar persiapan wawancara magangmu semakin sempurna, kamu harus membuat to-do list agar tidak lupa dengan persiapan dan dokumen yang harus kamu bawa saat wawancara. Sekarang, kamu tidak perlu membeli buku catatan di toko buku untuk membuat daftar kegiatanmu. Cukup melalui hp, kamu bisa mengatur catatanmu dengan baik dan cepat. Wah, bagaimana caranya?

Kamu bisa menggunakan aplikasi DoCheck untuk membantumu menyimpan dan mengingatkanmu tentang aktivitas yang harus kamu kerjakan. Jadi, kamu tidak akan lagi lupa untuk persiapan wawancara magang. Mantap bukan? Yuk, download DoCheck sekarang GRATIS di Play Store dan App Store!


Scroll to Top