Pareto Principle DoCheck

Pareto Principle: Hasil Maksimal dari Usaha Minimal


Apakah kamu tau kalau ingin mencapai hasil maksimal tidak perlu berusaha berlebihan? Kamu bisa melakukannya dengan memahami Pareto Principle! Ada banyak cara untuk meningkatkan produktivitasmu, salah satunya aturan 80-20 bernama Prinsip Pareto.

Coba kamu pikirkan, kalau kamu bisa menggunakan waktumu dengan sebaik-baiknya dan melakukan hal yang penting namun menghasilkan, itu semua akan berdampak pada produktivitasmu. Penting sekali untuk memilah kegiatan apa yang berdampak baik untuk produktivitasmu. Waktumu dalam sehari hanya 24 jam, ada kemungkinan tidak cukup untuk melakukan segala hal yang diinginkan. Sehingga, perlu kamu ingat bahwa fokus kepada hal yang berguna dan menghasilkan itu penting sekali.

Sejarah Munculnya Pareto Principle

Dilansir dari Interaction Design Foundation, awalnya tercetus Prinsip Pareto dari seorang tokoh ekonomi dari Italia, Vilfredo Pareto (1848 – 1923), yang mengungkap ketidakseimbangan distribusi kekayaan di masyarakat namun sebenarnya dapat diprediksikan. Ia menjelaskan bahwa 80% kekayaan dan pendapatan diproduksi dan dimiliki oleh 20% populasi manusia. Awalnya, ia menggunakan kasus kebun kacangnya untuk teori Prinsip Pareto yang dirasa dapat diaplikasikan ke segala hal.

Publikasi pertama mengenai Pareto Principle adalah dalam karyanya, “Cours d’economie politique” pada tahun 1897. Kesimpulan dari prinsipnya:

  • Output dan hasil: 80% dari output (hasil) datang dari 20% input (apa yang dimasukkan).
  • Konsekuensi dan penyebab: 80% segala konsekuensi datang hanya dari 20% penyebab.
  • Pekerjaan, usaha, dan waktu: 80% hasil dari pekerjaanmu datang dari 20% usaha dan waktu.
  • Keuntungan, produk, dan konsumen: 80% keuntungan perusahaanmu datang hanya dari 20% produk dan konsumen.

Apa Itu Pareto Principle?

Berdasarkan sejarah di atas dan Investopedia, aturan 80-20 dari Pareto Principle itu mengenai proses mencari tau aset terbaik dari suatu hal dan menggunakannya secara efisien untuk membuat nilai (value) yang maksimal. Contohnya, kamu sebagai pelajar nih ada ulangan di esok hari, lalu gurumu memberi kisi-kisi materinya. Tentunya kamu lebih baik fokus kepada materi di kisi-kisi tersebut daripada belajar tentang materi lain.

Sering kali prinsip ini disalahartikan bahwa hanya 20% usaha yang penting dan 80% sisanya tidak penting, hal tersebut jelas salah ya. Perlu dipahami bahwa prinsip ini adalah sebuah aturan atau pedoman, tidak seperti hukum matematika yang kaku dan tidak dapat diubah seenaknya. Angka 80 dan 20 ini hanya merepresentasikan hasil dan usaha sebagai satuan yang berbeda, tidak harus secara pasti dihitung presentasi hasil dan usaha sejumlah 100%.

Apa Kaitannya dengan Produktivitas?

Dalam mengerjakan sesuatu kamu dapat menentukan apa saja usaha yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang seperti diinginkan. Ketika kamu sudah memahami Prinsip Pareto, kamu dapat langsung mengetahui kira-kira usaha yang berdampak paling besar untuk hasil yang diinginkan itu yang mana. Jika sudah tau, kamu dapat fokus saja di usaha yang berdampak itu.

Intinya, aturan 80-20 ini membuatmu memaksimalkan usaha sembari memastikan bahwa semua yang dilakukan itu mencapai hasil yang maksimal juga. Dengan aturan ini juga kamu dapat menghemat energi dan waktu dengan mengidentifikasi dan mengeliminasi hal-hal yang tidak memberi hasil yang diinginkan. Karena hal tersebut, prinsip ini mengedepankan less effort for maximum results (usaha yang sedikit untuk hasil maksimal).

Cara Menerapkan Pareto Principle

Dilansir dari FreshBooks, Prinsip Pareto ini alat yang bagus untuk meningkatkan produktivitas. Di blog tersebut ada mengaitkan tentang bisnis, namun, di artikel ini dibahasnya secara umum. Kamu perlu tau beberapa strategi agar dapat menerapkan prinsipnya dengan baik sesuai dengan kebutuhanmu.

1. Catat Waktu yang Dihabiskan

Dengan mencatat apa saja yang dilakukan sambil disertakan waktunya, kamu dapat tau bagaimana kamu menggunakan waktu dan kegiatan apa yang dapat menghasilkan sesuatu. Ketika kamu mengetahui kegiatan apa yang berdampak untuk hidupmu, kamu dapat lebih akurat dan bijak mengalokasikan waktu ke depannya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, time-management juga penting ya.

2. Gunakan Teknologi yang Ada

Kalau kamu merasa bahwa tugas atau kerjaan yang dilakukan bisa dibantu oleh bantuan teknologi atau otomatisasi, kamu dapat menggunakan alat-alat yang ada. Seperti contohnya, kamu ingin membuat design yang sederhana, kalau menggunakan tangan manual di gambar itu kan memakan waktu lama. Jadi, kamu dapat menggunakan website atau aplikasi seperti Canva atau Figma. Manfaatkan teknologi dan gawai yang ada di sekitarmu dengan baik agar produktivitasmu dapat terbantu juga.

3. Hati-hati dengan Kebalikan 20-80

Ada kemungkinan ketika menjalankan prinsip 80% hasil dari 20% usaha akan berjalan sebaliknya. Justru yang didapat adalah 80% usaha namun hanya membuat 20% hasil. Bayangkan, sudah bercapek-capek ria, ternyata hasilnya malah tidak maksimal. Masalah ini dapat diatasi jika kamu memahami betul bagaimana Prinsip Pareto bekerja. Kamu harus selalu berhati-hati oleh kemungkinan kebalikan ini.

4. Berpikir Out of the Box

Dalam Pareto Principle, kamu harus dapat mengetahui apa saja sesuatu yang penting dan di mana fokusmu harus berada. Salah satu caranya adalah terus berpikir dan menghasilkan ide-ide luar biasa untuk meningkatkan kinerja tugas atau kerjaan yang harus dilakukan. Dengan begitu, kamu akan tau cara-cara yang terbaik untuk melakukan tugas atau kerjaanmu sehingga produktivitasmu meningkat dan lebih efektif.

Jika Pareto Principle dapat kamu lakukan dengan baik, produktivitasmu dapat ikut meningkat. Nah, untuk mendukung penerapan Prinsip Pareto, DoCheck memiliki fitur-fitur untuk membuat to-do list. Kamu juga dapat mencatat progres dan waktu yang dibutuhkan atau dihabiskan. Segera install aplikasi DoCheck yang hadir di Google Play Store atau App Store dan tingkatkan produktivitasmu!


Scroll to Top