Belajar di dalam kelas.

Inilah Tipe Gaya Belajar, dari Menyukai Visual hingga Praktik


Gaya belajar kamu selama ini kayak gimana, sih? Membaca buku? Membuat mind map? Atau merangkum? Nah, cara belajar ini kan pasti berbeda bagi setiap orang. Membaca mungkin efektif bagi kamu, tapi bisa jadi tidak untuk orang lain.

Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan daya tangkap yang kemudian menyebabkan setiap orang mempunyai cara belajar efektif yang berbeda satu sama lain. Ada yang bisa belajar sambil mendengarkan musik, ada juga yang menyukai kesunyian. Bahkan, ada juga yang harus mempraktikkannya dulu untuk memahami sesuatu.

Empat Macam Gaya Belajar

Dalam model gaya belajar VARK, ada empat macam gaya, di antaranya visual, auditory, reading/writing, dan kinesthetic. Model ini beranggapan bahwa seseorang akan belajar lebih baik jika mereka diajar sesuai preferensi mereka.

Gaya Belajar Visual

arti belajar visual
Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Gaya belajar ini juga dikenal dengan nama spatial learning style. Orang dengan gaya belajar visual disebut sebagai visual learners. Mereka lebih mampu menyimpan infomasi ketika disajikan kepada mereka dalam bentuk penggambaran grafis. Elemen-elemen visual seperti diagram, bagan, atau simbol akan membantu mereka untuk menyerap informasi.

Jika dianalogikan, orang yang menyukai gaya belajar visual itu seperti grafis desainer. Mereka menggunakan apa yang dikenal sebagai hierarki visual untuk menekankan elemen desain tertentu. Dalam konteks belajar, mereka memanfaatkannya untuk menandai mana informasi yang penting.

Kamu pernah lihat orang menghias catatannya sedemikian rupa? Atau orang yang mengunakan highlighter untuk menandai sebuah informasi penting dalam sebuah teks? Nah, itu adalah salah dua dari contoh cara belajar visual learners.

Coba belajar dengan: grafik, bagan, dan diagram.

Baca Juga: Highlighting: Efektif untuk Belajar dengan Memperhatikan ini!

Gaya Belajar Auditori

arti auditori
Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Seperti namanya, orang dengan gaya belajar auditori lebih menyukai atau mudah menyimpan informasi yang disampaikan kepada mereka secara verbal. Auditory learners akan menyukai ekosistem belajar yang memungkinkan adanya keterlibatan vokal di dalamnya. Mereka lebih menyukai mendengarkan guru berbicara daripada membaca buku maupun catatan.

Selain itu, biasanya mereka akan menggunakan suara mereka sendiri untuk mempelajari sebuah konsep baru. Auditory learners juga menyukai membaca dengan suara keras untuk diri mereka sendiri. Jadi, kalau kamu punya teman yang suka komat-kamit seperti sedang baca mantra pada saat belajar, kemungkinan besar dia adalah seorang auditory learners.

Coba belajar dengan: diskusi, cerita, seminar, dan obrolan.

Reading/Writing

gaya reading/writing
Foto oleh Judit Peter dari Pexels

Bekebalikan dengan auditory learners, reading/writing learners adalah orang yang mudah menangkap informasi dalam bentuk teks. Orang-orang yang menyukai cara belajar seperti ini juga memiliki keahlian dalam menulis. Mereka gemar mencatat, kemdian sangat baik pada saat merujuk ke tulisannya tersebut. Meskipun agak tumpang tindih dengan visual learners, orang-orang dengan preferensi belajar ini tertarik untuk berekspresi melalui menulis, membaca artikel atau buku, journaling, hingga mencari kosa kata di dalam kamus.

Coba belajar dengan: list, catatan, dan teks dalam semua format baik cetak maupun digital.

Kinesthetic

arti kinestetik
Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Singkatnya, kinesthetic learners atau orang dengan gaya belajar kinestetik adalah seseorang yang pada saat belajar gak bisa diam. Mereka memyukai gaya belajar yang melibatkan semua indra. Mereka belajar dengan cara mengalaminya atau mempraktikkannya.

Maka, tidak jarang jika orang yang termasuk ke dalam kinesthetic learners kadang suka memperagakan sebuah konsep dengan menggerakkan tangannya. Seseorang dengan tipe gaya belajar ini akan kesulitan untuk diam pada saat belajar. Mereka cenderung unggul pada olahraga, menari, dan kegiatan yang melibatkan laboratorium.

Coba belajar dengan: semua indra, latihan praktis, mencontohkan, studi kasus, serta trial dan error.

Baca Juga: Menyusun Jadwal Belajar Dengan 5 Tips Sederhana Ini

Kamu Termasuk Dalam Tipe Gaya Belajar Apa?

Agar belajar kamu menjadi lebih efektif, kamu harus mengetahui cara belajar terbaik bagimu itu seperti apa. Hal ini perlu kamu ketahui karena seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa dalam model VARK, terdapat empat macam macam gaya. Proses belajar kamu akan lebih efektif jika mengatahui gaya belajar apa yang paling cocok denganmu.

Lalu, bagaimana cara untuk mengetahuinya? Dalam model VARK, kamu diharuskan untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai belajar. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat kamu temukan di laman resmi VARK. Kamu bisa mengisinya di sana.

Kalau kamu pelajar atau mahasiswa yang sedang berjuang untuk menemukan cara belajar paling efektif, mengetahui gaya belajarmu terlebih dahulu akan membantu. Coba isi kuesioner yang tersedia di laman resmi VARK tersebut untuk mengetahui ini. Satu, lagi, biar belajar kamu makin efektif, jangan lupa pakai aplikasi DoCheck, ya!

Baca Juga: DoCheck Guide: Untuk Pelajar dan Mahasiswa

Kamu bisa memanfaatkan aplikasi DoCheck untuk menunjang kegiatan sekolah maupun kuliah. Aplikasi DoCheck bisa kamu gunakan untuk mencatat daftar tugas, daftar kegiatan sekolah, hinga kegiatan ekstrakurikuler/UKM. Tunggu apa lagi? Yuk, segera donwload aplikasi DoCheck di Google Play Store dan App Store sekarang. Gratis!


Scroll to Top