Pastel highlighter, sticky notes, and pencil for highlighting text

Highlighting: Efektif untuk Belajar dengan Memperhatikan ini!


Kamu pasti pernah kan baca buku? Kadang kita merasa gak semua tulisan yang ada di buku itu penting. Jika kamu seorang mahasiswa atau pelajar, sudah menjadi tugas seorang dosen atau guru untuk menjelaskan bagian-bagian terpenting dari sebuah buku. Namun, hal tersebut masih tetap mengharuskan pelajar untuk memilah ide-ide penting dalam sebuah tulisan secara mandiri. Salah satu hal yang biasa dilakukan untuk menandainya adalah dengan menggunakan highlighting. Apakah cara ini efektif dalam membantu kita belajar atau mengingat sesuatu?

Sebenarnya, anggapan bahwa menggunakan highlighter bisa membantu kita mengingat itu ada benarnya. Namun, di saat bersamaan, highlighting juga tidak efektif sebagai strategi untuk belajar. Kira-kira kenapa, ya? Sebelum itu, mari kita cari tahu dulu mengapa highlighter dapat membantu kita mengingat.

Baca Juga: Pembelajaran Jarak Jauh? Lakukan Hal Ini agar Tetap Efektif

Highlighting Menciptakan Isolation Effect

Menyoroti sebagian teks dinilai mempunyai potensi menjadi strategi belajar yang baik. Hal tersebut terjadi karena adanya isolation effect.

Mengutip sebuah studi yang dipbulikasikan dalam Psychonomic Bulletin & Review, isolation effect adalah fenomena di mana ingatan kita meningkat dikarenakan adanya sebuah perbedaan yang mencolok di antara kesamaan. Misal, ketika kita diberikan beberapa item untuk dipelajari, item yang memilik perbedaan sangat mencolok dari sisi warna, ukuran, bentuk, dan karakteristik lainnya akan cenderung lebih mudah untuk diingat.

Sama halnya dengan penggunaan highlighter untuk menyoti sebuah teks. Teks yang disoroti akan lebih mudah untuk kita ingat karena warna highlighter yang sangat terang, membuatnya berbeda dengan bagian teks lain yang tidak disoroti.

highlighting
Ilustrasi dari lawsofux

Namun banyak studi membuktikan bahwa menyoroti (highlighting) teks adalah sebuah strategi belajar yang kurang efektif. Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh Dale E. Marxen. Ia menemukan bahwa menyoroti sebagian teks adalah strategi yang kurang efektif bila dibandingkan dengan membaca ulang sebagian teks tersebut.

Sampai sini, highlighting terdengar tidak memiliki masalah ya digunakan untuk membantu mengingat? Lalu, kenapa sih hal tersebut tidak efektif digunakan sebagai strategi untuk belajar? Ada beberapa alasan yang membuatnya demikian.

Baca Juga: Mengatur Waktu Menggunakan 5 Metode Populer yang Efektif

Mengapa Highlighting tidak Efektif?

Meskipun teks yang disorot menarik perhatian, efektivitasnya sangat bergantung pada apakah hal tersebut digunakan dengan benar atau tidak. Maksudnya, yang paling sulit dari highlighting adalah bahwa kita harus memutuskan bagian mana dan berapa banyak tulisan yang perlu disorot. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah.

Menurut sebuah penelitian, highlighting akan memberikan keuntungan bagi orang yang mempunyai pengetahuan sebelumnya mengenai sebuah topik. Dengan begitu, hal ini akan memudahkan seseorang dalam memilih bagian mana saja yang penting untuk disorot.

Studi lain yang dipublikasikan dalam Reading Research and Instruction, menemukan bahwa highlighting hanya akan membuat kita fokus terhadap sebagian kecil teks dan konsep yang terpisah, alih-alih memperhatikan hubungan antar konsepnya. Oleh karenanya, highlighting dinilai tidak cocok digunakan untuk mempelajari hal-hal yang secara konsep saling berubungan. Selain itu, ketika mempelajari ulang teks yang sudah disorot, kita akan cenderung terlalu cepat dalam mempelajarinya dan hanya fokus kepada teks yang disorot.

Bagaimana Membuatnya Menjadi Efektif?

Perlu kita ingat bahwa masalah utama highlighting adalah ketika kita harus memutuskan teks mana yang perlu disorot. Highlighting tidak akan efektif jika digunakan sebagai satu-satunya cara belajar. Hal tersebut akan efektif jika digabungkan dengan strategi belajar lainnya.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk membuat highlighting menjadi efektif adalah dengan membuat catatan kreatif. Lauren Gehr, seorang guru Bahasa Inggris di Dutch Fork High, South Carolina, mengatakan bahwa highlighting adalah titik awal. Langkah selanjutnya adalah membuat keterangan teks, menyerap informasi, menulis ringkasan pendek, atau bahkan menggambar representasi dari teks yang disoroti. Ini akan mengubah sorotan yang tidak berarti menjadi pengalaman belajar yang berarti.

Hal lain yang bisa kamu lakukan untuk mengefektifkan highlighting adalah dengan cara membuat pertanyaan terkait apa yang kamu sorot. Mirjam Ebersbach, seorang profesor psikologi di University of Kassel, mengatakakan bahwa, setelah menyoroti sebuah ide inti dari teks, usahakan kita harus membuat pertanyaan mengenainya. Menurutnya, hal ini dapat dapat meningkatkan pemahaman kita mengenai topik.

Baca Juga: Time Blocking Membuat To-do List Jauh Lebih Efektif

Jadi gimana, nih? Sekarang udah lebih paham kan mengenai highlighting? Ternyata, highlighting memang berpotensi untuk membantu kita mengingat sesuatu. Namun, kamu perlu melakukan hal lain untuk membuat highlighting menjadi efektif. Misalnya seperti membuat ringkasan dari teks yang disorot. Dengan begitu, kamu bisa lebih produktif dengan belajar secara benar!

Baca Juga: Kapan Waktu Belajar yang baik? Simak Tipsnya untuk Pelajar

Tau gak apalagi yang bisa bikin kamu lebih produktif? Betul, aplikasi DoCheck! Dengan aplikasi DoCheck, kamu bisa membuat to-do list yang akan memudahkanmu dalam mengatur waktu. Dengan begitu, kamu bisa lebih produktif! Tunggu apa lagi? Yuk, segera download aplikasi DoCheck di Google Play Store. Gratis!

Sekian dari DoCheck mengenai highlighting. Semoga dengan mengetahui hal ini, kamu bisa lebih efektif dalam belajar, ya!


Scroll to Top