hedonic treadmill

Ciri-ciri Hedonic Treadmill dan Cara Mengatasinya


Kamu mungkin pernah bermimpi untuk punya gadget model terbaru, kendaraan motor yang bagus, atau melihat pencapaian orang lain yang tidak kamu dapatkan. Lalu, saat impian tersebut sudah tercapai, kamu hanya merasakan kebahagiaan sesaat. Kalau hal ini sering kamu alami, bisa jadi kamu terjebak di dalam hedonic treadmill atau hedonic adaptation.

Ketika kamu terjebak di dalam hedonic treadmill, kamu akan terus mencari kebahagiaan lainnya dengan membeli lagi sesuatu yang lebih mahal dari yang orang lain miliki. Jadi, apa arti dari hedonic treadmill dan bagaimana cara mengatasi hedonic treadmill?

Apa itu Hedonic Treadmill

hedonic treadmill
Photo By cottonbro From Pexels

Dikutip dari Merriam-Webster, kata hedonic mempunyai arti sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan. Sedangkan kata treadmill adalah alat olahraga untuk berjalan dan berlari tanpa perlu berpindah tempat. Sehingga, hedonic treadmill adalah perumpamaan yang ditunjukkan untuk seseorang yang tidak pernah merasa puas dengan sesuatu yang dimilikinya saat ini dan hanya berada di tempat yang sama, padahal sudah mencapai titik tertentu.

Bersumber dari Positive Psychology, hedonic treadmill atau yang disebut juga hedonic adaptation berarti kembali ke tingkat kebahagiaan dasar, terlepas dari apa yang sudah didapat. Misalnya, kamu sudah memiliki baju yang diinginkan, setelah melihat baju lainnya yang lebih menarik walaupun lebih mahal, kamu akan berusaha untuk memilikinya juga. Hingga seterusnya kegiatan ini akan berulang, padahal fungsi dari baju tersebut sama dan kamu hanya memenuhi kesenangan semata.

Baca Juga: Kamu Bisa Hidup Bahagia dengan Konsep Hedon ala Epicurus

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh 2 psikolog, Brickman and Campbell. Kata ini terdapat pada buku yang berjudul “Hedonic Relativism and Planning the Good Society”. Lalu, seorang psikolog bernama Michael Eysenck mengubah kata adaptation menjadi treadmill, agar lebih modern dan bisa dipahami. Sehingga tahun 1970-an, hedonic adaptation lebih dikenal dengan nama hedonic treadmill.

Beberapa orang beranggapan bahwa kesenangan/kebahagiaan dapat dicapai, jika seseorang mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun, ada saatnya jika kamu berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, tapi masih merasa kurang hingga tidak bisa memaknai hidup. Lalu, apa penyebab dari hedonic treadmill ini?

Penyebab Hedonic Treadmill

hedonic treadmill
Photo By Pixabay From Pexels

Berikut ini penyebab/ciri-ciri kamu merasakan hedonic treadmill:

  1. Melihat pencapaian orang lain sebagai tujuan hidup. Kamu akan terus menerus ingin memiliki hal yang sama bahkan lebih dari orang lain. Padahal saat sudah memilikinya, kebahagian itu hanya sesaat.
  2. Selalu berpikiran saat sudah mencapai titik tertentu, baru kamu bisa menikmati hidup. Padahal sebenarnya hidup yang ada saat ini bisa disyukuri, jika kamu bisa mengaturnya.
  3. Ingin mendapat pengakuan dari orang lain. Dengan memiliki sesuatu, misalnya barang-barang mewah, kamu merasa akan disegani dan dihormati.

Pemikiran seperti itu memang tidak bisa dihindari. Jadi untuk mengatasinya, kamu perlu menanamkan prinsip dan kebiasaan pada diri sendiri untuk tidak terjebak dalam hedonic treadmill. Untuk mengatasinya, berikut beberapa cara agar terlepas dari hedonic treadmill.

Cara Mengatasi Hedonic Treadmill

Photo By Radu Florin From Pexels

Untuk mengatasi sifat negatif ini, ada beberapa cara untuk mengatasinya, antara lain:

  1. Percaya bahwa kebahagiaan bukan diukur karena memiliki suatu barang, karena kalau kebahagiaan diukur dari barang misalnya sebuah handphone keluaran terbaru, maka kebahagiaan kamu hanya sebatas barang tersebut. Bisa jadi beberapa bulan kemudian sudah ada lagi handphone terbaru lainnya.
  2. Jika bahagia diciptakan diri sendiri, bukan karena bergantung dengan barang-barang, kamu akan lebih menikmati dan mensyukuri hidup yang sudah didapat.
  3. Perbanyak interaksi sosial. Kebahagiaan akan terbentuk kalau kamu banyak bertemu dan berinteraksi dengan teman, keluarga, ataupun rekan kerja. Hal ini akan mempererat hubungan sosial kamu dengan orang lain.
  4. Rencanakan keuangan kamu, buatlah semacam list atau daftar pengeluaran biaya yang sekiranya menjadi kebutuhan penting dan pokok. Jika ingin membeli suatu barang, pastikan kamu tidak punya barang itu sebelumnya atau barang tersebut sudah rusak, jadi harus diganti. Dengan menerapkan perencanaan keuangan, barang-barang di rumah juga jadi tidak menumpuk. Kamu juga bisa mulai hidup secara minimalis. Gaya hidup yang minimalis berarti menjalani hidup secara optimal dengan tujuan yang jelas dan besar.

Nah, itu dia penjelasan tentang hedonic treadmill yang punya dampak negatif untuk hidup dan cara mengatasinya. Sebagai salah satu cara untuk mencegah sifat negatif ini, diperlukan membuat to-do list untuk mencatat hal-hal apa saja yang kamu butuhkan dan tidak dibutuhkan.

Baca Juga: To-do List: Membuat Daftar Kegiatan untuk Manajemen Waktu

Agar kamu bisa membuat to-do list yang bisa dilakkan di mana saja, fleksibel, dan bisa berkolaborasi, sekarang kamu bisa gunakan Aplikasi to-do list DoCheck. Aplikasi ini bisa di download gratis di Play Store dan App Store. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo buat to-do list versi kamu sekarang.


Scroll to Top