Kamu bisa, lho, hidup bahagia dengan konsep hedon ala Epicurus

Kamu Bisa Hidup Bahagia dengan Konsep Hedon ala Epicurus


Bagi yang masih mengandalkan jatah saku dari orang tua, kamu mungkin lebih bingung bagaimana cara mengelola uang daripada cara menghabiskannya. Tapi, hedon sebenernya bukan cuma tentang menghabiskan uang, lho. Bahkan, kamu bisa hidup bahagia dengan konsep hedon yang satu ini, konsep dari pemikiran seorang filsuf bernama Epicurus.

Sebelumnya coba perhatikan bagaimana masyarakat umum mengartikan hedon. pada umumnya memaknai kata hedon sebagai sikap seperti membeli apapun yang diinginkan, tidak ragu menghabiskan uang–yang sebenarnya semua itu bertujuan untuk mencari kenikmatan atau kesenangan. Bisa dibilang tafsir hedonis dan hedonisme sudah liar ke mana-mana.

Selain itu ada juga yang menganggap hedonisme sebagai gaya hidup konsumtif yang menimbulkan masalah, seperti yang dilansir oleh cermati.com. Ada juga yang menyebutkan kalau ciri-ciri hedonisme salah satunya ialah tidak peduli dengan kebahagiaan orang lain. Perilaku-perilaku ini tentu bukan suatu hal yang bisa membuat kamu bahagia. Namun, tenang, MinCheck akan kasih tahu kamu bagaimana hidup bahagia dengan konsep hedon.

Epicurus ialah salah satu filsuf yang memberikan saran yang jelas tentang bagaimana cara hidup bahagia. Dia adalah seorang hedonis, tapi bukan hedon seperti yang kebanyakan orang artikan. Hedon baginya lebih kepada menghindari masalah. Baginya kesenangan dan rasa sakit itu sama-sama pentingnya. Manusia tidak bisa memaknai kesenangan kalau tidak pernah merasakan sakit. Begitu pula sebaliknya.

Bicara soal arti hedon, ternyata ada banyak jenis hedonisme yang jarang masyarakat tahu. Paling tidak ada enam tipe hedonisme. Epicurus menjadi salah satu dari beberapa asal muasal hedonisme. Gaya hidup ini kemudian dikenalkan sebagai Epicureanism.

Melansir dari Ensiklopedia Filosofi Stanford, arti kata hedon juga tidak seperti yang kebanyakan orang pikirkan, seperti hidup yang boros, tidak memikirkan masa depan, hidup YOLO (You Only Life Once). Akan tetapi, makna utamanya diambil dari bahasa Yunani yang artinya kenikmatan. Kenikmatan ini yang kemudian dijabarkan sendiri oleh masyarakat umum sehingga muncullah pandangan bahwa hedon artinya negatif.

Sampai di sini, kamu mungkin juga setuju kalau kekayaan bukan sumber kebahagiaan yang sebenarnya. Kalau kata Seth Stephens-Davidowitz di New York Times, orang kaya tidak seperti yang kebanyakan orang pikirkan dan kebahagiaan juga tidak seperti yang kebanyakan orang pikirkan. Makanya, setelah kamu tahu apa itu hedonisme sebenarnya, tentu sangat mungkin kamu bisa bahagia sebagai hedonis.

Jadi, hedon bukan hanya tentang menghabiskan uang jajan, ya. Berikut ini tips dari MinCheck yang bisa kamu pakai buat hidup bahagia dengan konsep hedon.

1. Menghindari Sesuatu yang Tidak Penting

Berani menghindari hal yang tidak penting;
Berani menghindari hal yang tidak penting. Foto oleh Monstera via Pexels

Untuk bisa melakukan tips ini, kamu perlu untuk mengenali diri sendiri. Ini karena setiap orang pasti memiliki list prioritas yang berbeda-beda. Misalnya, kalau kamu seorang bookstagram, beli buku jadi kebutuhan yang enggak terpisahkan. Tapi kalau kamu mahasiswa biasa yang tidak sedang menjadi apa-apa, enggak ada salahnya untuk memaknai hal itu sebagai sesuatu yang spesial, spesial karena bisa hidup sederhana dan apa adanya. Jadi, agar terbiasa menghindari hal yang enggak penting, kamu perlu kenal dulu sama diri sendiri.

Contoh lainnya, misal kamu seorang pembuat konten, mungkin scrolling sosial media jadi penting untuk mencari ide. Bagi DoCheckers lainnya mungkin scrolling sosial media harus dihindari. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui apa saja prioritas dalam hidupmu. Kamu bisa ambil waktu untuk mulai memikirkannya.

Baca juga: Membuat Konten Tingkatkan Kreativitas

Setelah mengenali diri sendiri, kamu bisa mulai menyadari kebutuhan utama dan kebutuhan sampingan. Bisa juga memasukkan hal-hal yang kamu inginkan dalam hidup untuk mengukurnya apakah hal tersebut penting atau tidak. Tentunya kamu akan menjadi lebih bahagia saat menyadari ternyata tidak semua hal kamu inginkan. Beberapa hal yang orang lain suka mungkin membuatmu tidak bahagia, kamu bisa menghindarinya juga. Coba mulai catat hal-hal yang kamu pikir bisa menjadi sesuatu yang kamu nikmati.

2. Lebih Bahagia dengan Hedon Ketenangan

Kamu juga bisa bahagia dengan hedonisme ketenangan, lho!
Kamu juga bisa bahagia dengan hedonisme ketenangan, lho! Foto oleh S Migaj via Pexels

Kalau sudah kenal sama diri sendiri, kamu pasti tahu ke mana energimu seharusnya dihabiskan, untuk apa uang kamu gunakan, dan bagaimana cara terbaikmu menghabiskan waktu. Ibaratnya, semakin kamu tahu apa yang terpenting buat kamu, kamu akan merasa sangat puas seakan kekakayaan sudah kamu pegang. Gaya hidup hedon seperti ini oleh Epicurus diperkenalkan sebagai “Hedonisme Ketenangan”.

Hal yang penting di sini bukan berarti hal-hal yang sangat berpengaruh untuk kehidupan saat ini, melainkan hal-hal yang relevan dengan siapa jati diri kamu, hal-hal yang mendukung kamu untuk bertumbuh, dan yang mendukung kamu bisa hidup seutuhnya dengan prinsip atau kepercayaan yang kamu pegang teguh.

Akan tetapi, buat kaum muda-mudi yang masih harus berkembang tentu harus hati-hati agar tidak cepat puas dengan yang sudah dilakukan. Misalnya, dengan mengenali diri sendiri saja tidak cukup untuk bahagia. Kamu perlu beraksi. Perlu juga untuk membuat list prioritas itu benar-benar dilaksanakan. Mungkin menolak ajakan atau permintaan orang lain jadi salah satu hal yang sulit untuk kamu lakukan. Namun, tidak perlu pesimis. Hal seperti ini bisa dilakukan perlahan.

Selain itu mungkin kamu juga akan mengalami kesulitan untuk berhenti mengekang masa lalu dalam pikiran. Ini bisa jadi penyebab kamu jadi sulit bahagia di saat ini. Kalau sudah seperti itu, move on dari masa lalu bisa jadi gaya hedon yang kamu upayakan. Mulailah untuk fokus pada hal yang essensial bagi kamu dan rasakan kebahagiaan.

Baca juga: Buku Pengembangan Diri untuk Motivasi Diri

3. Bijak Memaknai Kebahagiaan atau Kenikmatan

Membicarakan soal kenikmatan, pasti akan muncul beragam sudut pandang. Misalnya, orang yang kecanduan rokok akan mengatakan kalau merokok adalah kenikmatan meski merugikan. Beberapa yang lain mungkin merasa berbelanja sebanyak-banyaknya adalah sesuatu yang menyenangkan. Padahal mengelola keuangan tetap menjadi sesuatu yang sangat perlu untuk dilakukan.

Menurut Epicurus, kesenangan yang harus dibayar mahal akan menjadi tidak menyenangkan atau bahkan biasa saja. Ibaratnya, kamu merasa tidak puas atas tindakan yang kamu rasa akan membuatmu bahagia itu. Alih-alih menghabiskan kekayaan, kamu bisa lebih bahagia sebagai manusia dengan menikmati hal-hal kecil. Melakukan kegiatan sosial yang membantu manusia lainnya. Kebahagiaan yang seperti ini akan lebih tahan lama dan berarti untukmu.

Ada banyak jenis kegiatan sosial yang bisa membuat kamu bahagia.
Ada banyak jenis kegiatan sosial yang bisa membuat kamu bahagia. Foto oleh RODNAE Productions via Pexels

Dalam hal ini, mindset menghindari rasa sakit dalam jangka panjang perlu dibangun. Mencari kenikmatan dengan menghindari rasa sakit bisa jadi gaya hedon kamu yang tahan lama juga. Ini bisa dipakai dalam situasi apapun. Misalnya saat kamu akan ujian, kamu mungkin akan lebih memilih untuk menghindari gagal dari ujian dengan belajar daripada mencari kenikmatan dengan menunda-nunda. Atau contoh lainnya saat kamu merencanakan masa depan, kamu jadi bisa menabung untuk menghindari kekurangan finansial daripada mencari kenikmatan dengan beli apapun yang kamu mau sekarang. 

Dengan membaca ini kamu jadi tahu sisi lain hedonisme yang jarang orang lain mengerti. Padahal sebagai anak muda kamu mungkin lebih senang melakukan tips-tips yang ada di sini bersama teman. Oleh karena itu, kamu bisa berbagi artikel ini ke teman-temanmu juga.

Selain itu, untuk melakukan tips-tips di sini, kamu bisa menggunakan DoCheck yang memiliki fitur grup dalam pembuatan to do list-nya, lho. Banyak rekomendasi goals lainnya yang bisa kamu pakai. Kalau kamu belum punya aplikasinya, yuk dapatkan di Play Store atau App Store sekarang, GRATIS!


Scroll to Top