to-do list Raditya Dika

To-do List Agar Produktif Ala Raditya Dika


Kamu punya banyak kerjaan sampai jadi numpuk tapi cuma dipikirin tanpa dikerjain? Ini jadi salah satu kebiasaan buruk yang harus dihilangkan, loh. Alasannya, karena kalau terus menerus cuma dipikirin, otak kamu akan mengganggap pekerjaan tersebut sangat sulit dan kamu berpikir gak mampu mengerjakannya. Terus gimana caranya agar kerjaan yang banyak bisa selesai? Nah, udah saatnya nih kamu buat to-do list jadwal kegiatan kayak Raditya Dika!

Sebagai seorang pekerja di dunia kreatif yang punya banyak kegiatan terutama berhubungan dengan penulisan, Raditya Dika menjadikan to-do list sebagai hal utama yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatannya. Jadi, pas banget nih kalau ngomongin to-do list dengan komika Indonesia yang satu ini. Biar gak penasaran, sebelumnya simak dulu perjalanan karirnya, yuk.

Perjalanan Karier Raditya Dika

Siapa sih yang gak kenal penulis naskah, sutradara, content creator, hingga komika Indonesia ini? Raditya Dika mengawali karir menjadi penulis buku Kambing Jantan (2005). Pada buku ini, Raditya Dika menceritakan tentang kehidupan dan kisahnya saat menjadi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Ternyata, buku ini juga berhasil menjadi best seller pada masanya.

Setelah sukses dengan buku pertamanya, Radit terus menulis buku lainnya, yaitu Cinta Brontosaurus (2006), Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (2007), dan Marmut Merah Jambu (2010). Sejak kecil, ia memang sudah menyukai komedi, jadi di dalam bukunya suka terselip komedi ala dirinya sendiri. Dari penulis buku, Radit mengembangkan kreativitasnya ke dunia perfilman, dengan web series pertamanya, yaitu Malam Minggu Miko (2012).

Web series-nya ini membawa Radit semakin dikenal sebagai penulis naskah, pemeran utama sekaligus sutradara di Indonesia. Hingga saat ini, ia juga rutin membuat konten seperti review makanan, self-improvement, dan konten komedi bersama komika stand up comedy lain di channel Youtube miliknya. Karena pekerjaannya di dunia kreatif, membuat Radit harus terus membuat ide konten yang menarik, baik untuk naskah film ataupun script komedinya.

Agar kegiatannya yang cukup banyak bisa tetap dikerjakan, pria yang merupakan lulusan Universitas Indonesia ini mengaku selalu membuat to-do list sehari-hari. Alasannya karena dengan to-do list, ia akan punya tanggung jawab lebih yang harus diselesaikan di hari itu. Kalau gak ada to-do list, biasanya orang cenderung menunda nunda kerjaan (prokrastinasi) dan akhirnya malah sama sekali gak dikerjain. Jadi, gimana buat to-do list ala Raditya Dika? Nah, simak berikut ini yuk!

Baca Juga: Prokrastinasi: Apa, Penyebab, dan Cara untuk Menghindarinya

To-do List Agar Produktif Ala Raditya Dika

Kebiasaannya membuat to-do list, membuat Radit jadi tahu kegiatan apa aja yang harus dicicil pengerjaannya atau yang diselesaikan hari ini. To-do list yang dibuat harus berdasarkan prioritas pekerjaan, mana yang punya tingkat kepentingan utama, itu yang dikerjakan terlebih dahulu.

Dalam video yang diunggah 11 Juli 2021 di channel Youtubenya, Radit mengatakan kalau misalnya punya pekerjaan yang mengharuskan membuat script/naskah yang terdiri dari 100 halaman, jangan melihat itu sebagai 100 halaman yang harus dikerjakan sekaligus. Ia menyarankan untuk membuat target setiap harinya, misalnya 10 halaman per hari. Peran to-do list dibutuhkan di sini, karena selain mencatat pekerjaan, to-do list juga menampilkan progres pekerjaan dari hari ke hari.

Untuk seorang penulis seperti dirinya, mencatat hal-hal kecil yang terjadi juga sering dilakukan. Misalnya saat meeting atau brainstorming dengan team, jika ada pembicaraan atau kejadian yang menarik, Radit tidak lupa untuk mencatatnya. Karena siapa tahu dari hal kecil itu, jika digabung dan dikembangkan dengan tulisan lain, bisa menjadi ide untuk alur cerita atau materi kontennya.

Manfaat To-do List

Sebagai salah satu tokoh yang rutin membuat to-do list, ternyata manfaat to-do list juga banyak dirasakan oleh Radit, antara lain:

  1. Jadi punya banyak bahan atau kegiatan untuk dikerjakan.
  2. Tanggung jawab lebih besar karena ada tingkat prioritas pada setiap pekerjaan.
  3. Kerjaan jadi lebih cepat selesai, dengan dicicil sedikit demi sedikit.
  4. Punya gambaran yang jelas tentang kegiatan dihari itu beserta durasi yang spesifik.
  5. Memberikan ide-ide baru yang tak terduga.
  6. Memudahkan mendelegasikan pekerjaan.

Baca Juga: To-do List: Membuat Daftar Kegiatan untuk Manajemen Waktu

Nah, itu dia kebiasaan membuat to-do list yang dilakukan Raditya Dika saat bekerja di dunia kreatif. Gimana, kamu sudah mencoba buat to-do list juga belum nih? Yuk, mulai sekarang biasakan membuat daftar kegiatan yang spesifik agar pekerjaan kamu bisa selesai tepat waktu. Kalau kamu mau buat to-do list, bisa banget pakai aplikasi DoCheck, loh. Jangan khawatir, karena aplikasi ini gratis! Kamu bisa download di Play Store untuk pengguna Android dan di App Store untuk pengguna iOS. Tunggu apa lagi? Yuk, mulai buat to-do list kamu!


Scroll to Top