Tulisan "Do it now" di sebuah kayu mengisyaratkan agar kamu menghindari prokrastinasi

Prokrastinasi: Apa, Penyebab, dan Cara untuk Mengatasinya


Kamu pasti sering kan dapat tugas atau kerjaan yang banyak? Menyicil pekerjaan sedikit demi sedikit adalah opsi terbaik. Namun, tidak sedikit juga orang yang justru menunda-nunda pekerjaan tersebut hingga mepet deadline, itu disebut sebagai prokrastinasi.

Apakah kamu pernah mendengar istilah prokrastinasi ini sebelumnya? Tenang, jika belum pernah, kita bakal jelasin buat kamu!

Pengertian Prokrastinasi?

Prokrastinasi atau procrastinate, dalam Cambridge Dictionary diartikan sebagai terus menunda sesuatu yang harus dilakukan dengan alasan hal tersebut tidak menyenangkan atau membosankan.

Mengutip The Washington Post, Joseph Ferrari, seorang profesor psikologi dari DePaul University, Chicago, menemukan bahwa sekitar 20% orang dewasa adalah procrastinator yang kronis. Angka tersebut, lebih besar daripada orang dewasa yang depresi, menderita fobia, panic attacks, serta alkoholik. Menurutnya, semua orang pernah menunda-nunda pekerjaan, namun tidak semua orang adalah procrastinator.

Lalu, apa sih yang sebenarnya membuat kita menunda-nunda pekerjaan?

Apa Penyebab Prokrastinasi?

Mungkin sebagian orang menganggap penyebab prokrastinasi adalah manajemen waktu yang buruk. Namun, Tim Pychyl, profesor psikologi dan anggota dari Procrastination Research Group di Carleton University, Ottawa, berpendapat sebaliknya. Menurutnya, prokrastinasi disebabkan karena ketidakmampuan seseorang untuk mengelola suasana hati negatif.

Perasaan-perasaan seperti cemas, bosan, tidak nyaman, frustasi, dan ragu terhadap diri sendiri yang ditimbulkan pekerjaan adalah penyebab prokrastinasi. Dalam sebuah studi pada tahun 2013, Tim Pychyl dan rekannya menemukan bahwa, prokrastinasi adalah tentang bagaimana seseorang lebih berfokus untuk mengelola suasana hati negatif, daripada mengerjakan atau melanjutkan pekerjaannya. Namun, ini semua tergantung dari tugas atau situasi yang diberikan.

Bisa jadi prokrastinasi timbul karena adanya perasaan yang tidak menyenangkan terkait tugas, seperti membersihkan kamar mandi yang kotor. Atau, mungkin juga karena perasaan yang lebih mendalam seperti keraguan diri yang muncul saat menatap dokumen kosong, kita kemudian berpikir tidak cukup pintar untuk menulisnya.

Cara Mengatasi Prokrastinasi

Jika sudah seperti ini, maka produktivitas kita akan terhambat. Pekerjaan atau tugas kita akan memiliki hasil yang kurang bagus karena dikerjakan tidak maksimal akibat dari pengerjaan yang mepet deadline. Lalu, apa sih yang bisa kita lakukan agar terhindar dari prokrastinasi?

Baca Juga: Pentingnya To-Do-List Untuk Manajemen Waktu

Menentukan Deadline

manajemen waktu mengatasi prokrastinasi
unsplash/@bradneathery

Menentukan deadline dengan jelas dan terperinci, terbukti memiliki dampak positif terhadap tingkat penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan. Sebagian orang mungkin dapat menentukan deadline sendiri dan menaatinya. Namun, ada juga yang sebaliknya.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research menyatakan, semakin banyak waktu yang diberikan untuk menyelesaikan sebuah tugas, maka semakin lama kita akan menyelesaikannya. Hal ini sangat berkebalikan dengan keyakinan bahwa, waktu yang lebih banyak akan memfasilitasi seseorang untuk lebih dapat mencapai sebuah tujuan karena adanya fleksibilitas dan batasan yang lebih sedikit. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat ada orang yang tidak bisa menaati deadline yang sudah ditentukan.

Penelitian lain mengatakan, menentukan deadline memang dapat digunakan untuk mengatasi prokrastinasi dan dinilai efektif untuknya. Namun, deadline tidak membuat orang untuk melakukan tugas atau pekerjaannya secara optimal dan maksimal. Oleh karenanya, deadline yang bersifat eksternal atau yang tidak ditentukan oleh diri sendiri dinilai lebih efektif untuk mengatasi hal ini. Jadi, kamu perlu orang yang aktif menagih pekerjaan atau tugasmu agar maksimal dalam mengerjakan sesuatu dan terhindar dari prokrastinasi.

Baca Juga: To-do List: Membuat Daftar Kegiatan untuk Manajemen Waktu

Rinci Tugas, Berikan Rewards pada Diri Sendiri

Peneliti dari University of Southern California dan Harvard University menemukan bahwa, hadiah yang tidak terlalu bernilai atau sederhana dapat meningkatkan motivasi untuk mencapai sebuah goals yang besar. Namun, sebuah tugas atau pekerjaan yang sulit akan terlihat berlebihan. Oleh karena itu, memecahnya menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil yang sederhana akan membuatmu lebih mudah mengerjakannya.

Motivasi seperti ini diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Memecah pekerjaan besar menjadi beberapa pekerjaan kecil sederhana juga dapat memberimu ‘jalan’ yang lebih cepat untuk mencapai perasaan puas atas penyelesaian sesuatu. Dengan begini, kamu akan lebih mudah untuk menyelesaikan pekerjaan yang besar.

Baca Juga: Mengatur Waktu Menggunakan 5 Metode Populer yang Efektif

Memaafkan Diri Sendiri

forgiveness
unsplash/@brett_jordan

Kamu pasti mikir, apa hubungannya memaafkan diri sendiri dengan prokrastinasi? Jadi begini, sebuah penelitian pada tahun 2010 yang dilakukan pada mahasiswa tahun pertama, menunjukkan bahwa, memafkan diri sendiri atas penundaan (prokrastinasi) sebuah tugas di masa lalu, cenderung mengurangi penundaan terhadap tugas yang sama di masa depan. Semakin seseorang memaafkan dirinya sendiri terhadap prokrastinasi di masa lalu, maka prokrastinasi terhadap tugas yang sama di masa depan akan semakin berkurang.

Sangat menarik mengetahui fakta bahwa memaafkan diri sendiri bisa mengurangi prokrastinasi. Tentu, hal ini lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan. Namun, jika kamu ingin mengurangi atau menghentikan prokrastinasi, sepertinya cara terbaik untuk memulainya adalah dengan bersikap lebih baik pada diri sendiri.

Gimana? Sekarang sudah lebih tahu kan mengenai apa, penyebab, dan cara menghindari prokrastinasi? Ternyata, prokrastinasi itu disebabkan oleh ketidakmampuan kita untuk mengelola suasana hati negatif yang ditimbulkan dari sebuah pekerjaan atau tugas. Untuk menghindarinya, kamu bisa menentukan deadline hingga memaafkan diri sendiri.

Tahu gak sih apa lagi yang bisa membantu kamu mengerjakan tugas tepat waktu? Yap, betul, aplikasi DoCheck! Di aplikasi DoCheck, kamu bisa membuat to-do list tugas-tugas atau pekerjaan yang harus kamu lakukan. To-do list akan membantu kamu mencapai target pekerjaan. Yuk, segera download aplikasi DoCheck di Google Play Store. Gratis!

Sekian dari DoCheck mengenai prokrastinasi. Semoga dengan mengetahui prokrastinasi dan cara untuk menghindarinya, kamu bisa berhenti menunda-nunda pekerjaan. Semangat!

Baca Juga: Tips Manajemen Waktu Saat Bekerja Biar Nggak Gampang Stress


Scroll to Top