Cara hidup tanpa utang

Kapok Paylater? Yuk, Coba Cara Hidup Tanpa Utang Ini!


Saat ini ramai sekali tawaran paylater yang bermunculan. Mulai dari aplikasi belanja, travel, hingga transportasi memberikan fasilitas bayar nanti ini. Namun, sebenarnya gaya hidup seperti ini tidak baik, loh! Menurut Halodoc, hidup dengan memiliki utang akan berakibat pada gangguan emosi dan kesehatan mental. Contohnya kamu bisa depresi karena memikirkan cara membayar tagihan yang menumpuk. Duh, jangan sampai kejadian ya! Oleh karena itu, MinCheck akan berbagi tips gaya hidup tanpa utang agar hidupmu tenang. Yuk, simak baik-baik ya!

1. Sesuaikan Gaya Hidupmu

Hidup tenang dan senang tanpa utang itu enak, loh!
Hidup tenang dan senang tanpa utang itu enak, loh! (Foto oleh mentatdgt/ Pexels)

Langkah pertama untuk terbebas dari paylater adalah dengan menyesuaikan gaya hidupmu. Jika kamu tidak sanggup untuk membeli barang merek A, maka jangan paksakan untuk membelinya. Pilihlah opsi lain yang sesuai dengan uang yang kamu miliki atau tidak membelinya sama sekali. Karena hidup sederhana itu enak sekali, loh! Dilansir dari Sehatq, selain kamu bisa hidup tenang tanpa utang, masih ada manfaat lainnya yang wajib kamu tahu.

  • Mempererat hubungan dengan orang lain: Dengan hidup sederhana, kamu bisa fokus memperhatikan orang-orang disekitarmu.
  • Mampu berpikir tentang masa depan: Hidup tanpa utang memudahkanmu untuk membuat rencana masa depan.
  • Menjadi lebih bahagia: Karena tidak ada pikiran untuk membayar tagihan tambahan, kamu bisa merasa lebih bahagia.
  • Meningkatkan kreativitas: Untuk hidup hemat, kamu harus memiliki banyak ide. Oleh karena itu, gaya hidup sederhana dapat memancing sisi kreatifmu.
  • Lebih mengenal diri sendiri: Selama hidup sederhana, kamu akan menyadari karakteristikmu ketika sedang berbelanja.

2. Yuk, Rajin Menabung Agar Bisa Hidup Tanpa Utang!

Kebiasaan rajin menabung akan bermanfaat untukmu
Kebiasaan rajin menabung akan bermanfaat untukmu (Foto oleh Maitree Rimthong/ Pexels)

Apakah kamu familiar dengan pepatah, “sedikit demi sedikit, menjadi bukit?” Jika iya, kamu wajib percaya bahwa nasihat ini memang benar adanya. Karena tabungan yang kamu miliki dapat bermanfaat untuk kemudian hari. Dikutip dari money+, ketika kamu menerima gaji, kamu harus membaginya ke dalam beberapa porsi. Salah satunya adalah untuk tabungan dan dana darurat. Mengapa demikian? Karena kamu tidak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti.

Jika kamu bingung untuk melakukannya, MinCheck kasih tahu kalau ada beberapa metode untuk melakukan pembagian tersebut. Contohnya adalah metode 10-20-30-40. Bagaimana caranya? Yuk, perhatikan penjelasannya di bawah!

  • 10%: Hiburan atau donasi.
  • 20%: Tabungan atau investasi.
  • 30%: Cicilan.
  • 40%: Kebutuhan pokok sehari-hari.

3. Jangan Lupa Buat Target Keuangan!

Yuk, buat tujuan keuanganmu!
Yuk, buat tujuan keuanganmu! (Foto oleh Anna Tarazevich/ Pexels)

Saat kamu merasa goyah dan tergoda untuk melakukan paylater, kamu harus membuat tujuan keuangan yang lebih kuat lagi. Karena dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu akan lebih fokus pada tujuanmu untuk hidup tanpa utang. Menurut Mekari, ketika menentukan tujuan, kamu harus membuat batasan waktu juga. Jadi, kamu akan terpacu untuk menabung dan mempertahankan goals-mu. Berikut ini contoh membuat target keuangan yang bisa kamu coba.

  • Beli rumah: 20% dari alokasi gaji. Maksimal bulan Juli 2025 sudah terkumpul.
  • Melunasi cicilan: 30% dari gaji dan maksimal 1 Agustus 2022 sudah lunas.

4. Sabar Adalah Kunci Hidup Tanpa Utang

bersabar lebih baik daripada memiliki banyak utang
bersabar lebih baik daripada memiliki banyak utang (Foto oleh Juan Pablo Serrano Arenas/ Pexels)

Kebanyakan orang menggunakan fasilitas paylater karena tergoda untuk membeli sesuatu, tapi belum memiliki uang yang cukup. Apabila kamu terus menerus kehilangan kontrol atas kesabaranmu, utangmu akan semakin menumpuk. Padahal, dilansir dari The Balance orang yang hidup tanpa utang akan memahami nikmatnya membeli suatu barang atau jasa dari hasil usaha menabung. Oleh karena itu, agar kamu bisa merasakan hal yang sama kamu harus bersabar.

Kamu bisa menerapkan peraturan 24 atau 48 jam untuk menentukan apakah barang tersebut sangat diperlukan saat ini atau tidak? Jadi, kamu tidak terburu-buru ketika melihat barang obral. Ayo, mulai berbelanja dengan cerdas agar bisa hidup dengan tenang!

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Hedonic Treadmill dan Cara Mengatasinya

5. Hindari Sifat Materialistik

Belilah barang yang kamu butuhkan agar hidup bebas tanpa utang
Belilah barang yang kamu butuhkan agar hidup bebas tanpa utang (Foto oleh Tim Douglas/ Pexels)

Tidak semua hal yang dimiliki oleh orang lain, kamu juga harus memilikinya. Menurut The Balance, ketika sedang berbelanja, kamu harus pikirkan manfaat dari barang yang kamu beli. Jika barang tersebut tidak memberikan banyak manfaat untukmu, maka kamu tidak perlu membelinya. Sebaliknya, jika ternyata barang tersebut sangat berguna untukmu, kamu bisa menabung terlebih dahulu atau mencari alternatif lain yang lebih sesuai dengan uangmu.

Jadi, kamu harus lebih banyak bersyukur dengan hal yang sudah kamu punya. Dikutip dari Sehatq, ada banyak sekali manfaat dari rasa syukur pada dirimu, loh! Yuk, ketahui bersama manfaatnya di sini!

  • Menjaga kesehatan tubuh.
  • Meningkatkan suasana hati.
  • Menurunkan risiko depresi.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Menciptakan rasa percaya diri.
  • Hidup menjadi lebih optimis.
  • Hubungan sosial semakin baik.

Itu dia lima cara hidup tanpa utang. Apakah kamu sudah siap untuk terbebas dari paylater? Kalau iya, maka MinCheck harap semoga berhasil! Dengan begitu, beban hidupmu akan berkurang secara signifikan.

Apabila kamu membutuhkan alat bantu untuk mengingatkan target keuanganmu, kamu tidak perlu bingung. Cobain deh aplikasi to-do list DoCheck! Di sini kamu bisa menyusun target keuangan dengan mudah, memberikan tenggat waktu untuk goals-mu, dan ada fitur pengingat yang akan mengingatkanmu untuk mewujudkan target. Keren banget, ‘kan? Yuk, download sekarang DoCheck di Play Store dan App Store GRATIS!

Baca juga: Wiraswasta Usia Muda, Kamu Berani Coba?


Scroll to Top