Mengenal Personal Branding. Tidak Sama dengan Pencitraan!

Mengenal Personal Branding: Tidak Sama dengan Pencitraan!


Personal branding. Pernahkah kamu menganggap istilah itu sebagai bagian dari pencitraan? Sekilas, ya memangnya dinamakan apalagi upaya menarik perhatian orang lain untuk mengakui eksistensi dan kemampuan yang kita miliki. Padahal, kedua istilah ini mendefinisikan aktivitas yang berbeda loh. Untuk mengetahui perbedaannya lebih jauh, yuk kita kenali dulu apa itu personal branding?

Apa Itu Personal Branding?

Dalam buku The Brand Called You: Make Your Business Stand Out in a Crowded Marketplace, definisi personal branding adalah sesuatu tentang bagaimana individu mengambil kendali atas penilaian orang lain terhadap dirinya sebelum adanya pertemuan langsung. Artinya, orang lain sudah memiliki penilaian terhadap seseorang hanya dengan mendengar namanya. Kita dikenal orang lain sebagai siapa dan bagaimana? Pengambilan kendali yang dimaksud pada definisi itu juga bisa dengan cara menampilkan citra positif.

Dalam membangun personal branding, biasanya seseorang menunjukan beberapa hal terkait dirinya. Pertama adalah tentang siapa kita (who are you), apa yang sudah kita lakukan sebelumnya (what have you done), dan apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang (what will you do).

Baca Juga: Pengalaman Organisasi untuk Membangun Personal Branding

Menggali Manfaat Personal Branding

  1. Meningkatkan kualitas dan kredibilitas. Citra yang ditunjukan terhadap orang lain harus mampu mendefinisikan diri apa adanya. Oleh karena itu, menunjukan kemampuan yang selaras dengan personal branding akan memacu kita untuk terus berkembang. Ini juga bisa menjadi ajang pembuktian yang nantinya akan semakin meningkatkan kredibilitas atas kemampuan diri kita.
  2. Meningkatkan rasa percaya diri. Bekerja dan beraktivitas sesuai dengan personal branding yang ada pada diri kita akan membuat kita merasa nyaman. Menunjukan keunggulan dan keunikan yang kita miliki juga bisa membuat kepercayaan diri meningkat.
  3. Memperluas koneksi. Dikenal sebagai pribadi yang baik oleh orang lain, sama dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk terjun dalam berbagai kegiatan dan proyek lainnya. Kesempatan itu yang bisa mengantarkannya pada pertemuan dengan orang lain. Rasa percaya diri juga berkontribusi loh terhadap pembentukan relasi. Makin percaya diri, makin  mudah kamu untuk berinteraksi dan membangun koneksi dengan orang lain.
  4. Meningkatkan kemampuan. Poin ini sebenarnya berkaitan dengan relasi, kepercayaan diri, dan kesempatan yang luas. Melalui personal branding, kita bisa memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri. Peningkatan kualitas ini bisa berupa diberikannya tanggung jawab untuk kita emban atau melalui diskusi dengan orang lain dari latar belakang yang beragam.
  5. Mengenali diri sendiri. Personal branding tidak hanya berbicara tentang bagaimana kita di mata orang lain. Mengembangkan diri, mencoba banyak kesempatan, menjalin relasi, semua hal itu akan membuat kita menjadi lebih mengenal diri sendiri. Wah, ternyata saya ini orang yang senang diberikan tugas seperti ini dan tidak suka tugas yang seperti itu. Kalau sudah kenal, kita bisa lebih mudah dalam memutuskan pilihan. Perkembangan diri pun jadi lebih optimal!

Cara Membangun Personal Branding

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Baca Juga: Crafting Ideas: Personal Branding, Langkah Awal Membuat Konten yang Menjual

Untuk mengetahui cara membangun personal branding, kita cari tahu berdasarkan tiga dimensi utama pembentuknya ya. Hal ini dibahas oleh McNally dalam bukunya yang berjudul Be Your Own Brand. Berikut ini faktor sekaligus cara yang bisa kamu lakukan untuk membangun personal brandingI:

  • Kompetensi atau Kemampuan

Modal untuk membangun personal branding sebaik mungkin adalah dengan memiliki kemampuan. Kembangkan kemampuan tersebut agar bisa lebih kita kuasai. Semakin “ahli”, maka gambaran mengenai kita di mata orang lain akan mengikuti kompetensi yang kita miliki. 

  • Gaya atau Hubungan Sosial

Gaya menjadi sebuah cara yang membuat kita meninggalkan kesan pada orang lain. Ini bisa terlihat dalam bentuk kepribadian dan interaksi dengan orang lain. Anggap saja kamu memiliki suatu kemampuan namun orang lain tidak tahu. Menurutmu, bagaimana cara kompetensi dirimu bisa diakui oleh orang lain?

  • Standar atau Cara Melakukannya

Sebelum mengakui kemampuan diri di hadapan orang lain, sebaiknya kamu pastikan kembali dapatkah dirimu melakukannya? Inilah yang dinamakan standar. Apa yang kamu ungkapkan merupakan standar yang sudah dibangun. Jangan sampai kamu merasa mampu melakukan A, B, C, namun kamu sendiri tidak mampu membuktikannya.

Berbeda dengan Pencitraan?

Berdasarkan seluruh ulasan di atas, seharusnya kamu sudah tau dong jawabannya. Pada dasarnya, personal branding merupakan upaya seseorang untuk memperlihatkan keunggulannya dengan tetap menjadi diri sendiri. Sedangkan pencitraan, hanya fokus pada pengakuan dan perhatian orang lain meski cara yang dilalui membuat dirinya menjadi orang lain.

Membangun personal branding, harus berdasarkan kepribadian kita apa adanya. Semua yang ditunjukan pada khalayak harus memperlihatkan siapa sesungguhnya kita. Maka dari itu, mulailah dengan mengenali diri sendiri dan tanamkan karakter yang sesuai dengan brand image yang ingin kamu kenalkan. Dengan demikian, pandangan orang lain akan sesuai dengan dirimu apa adanya.

Apakah pembahasan terkait personal branding ini sudah jelas? Tentunya informasi berharga seperti ini tidak akan berhenti sampai disini ya. Kamu bisa selalu menggali informasi seputar pengembangan diri, karir, dan produktivitas hanya di DoCheck. Kamu juga bisa segera unduh Aplikasi DoCheck untuk menunjang produktivitasmu.


Scroll to Top