Rumus Produktif Farhan Jijima. Cek To-do Listnya!

Rumus Produktif Farhan Jijima. Cek To-do Listnya!


Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, DoCheck menggelar webinar dengan tema “Sumpah, Pemuda Itu Berkembang”. Webinar ini dilangsungkan bersamaan dengan Soft Launching DoCheck sebagai salah satu wadah yang mendukung perkembangan diri pemuda Indonesia. Webinar pada 28 Oktober ini diisi oleh hampir 3000 peserta yang mengikuti jalannya acara dengan sangat antusias.

Ditemani oleh salah satu pemateri, Farhan Jijima, ratusan pertanyaan seputar tips produktif dilontarkan. Siapa yang tidak penasaran dengan tips produktif Farhan Jijima? Pemuda yang dikenal cerdas dan mampu mengatur waktunya dengan baik. Sebagai seorang konten kreator, Farhan juga gencar memotivasi para pemuda untuk tidak membuang waktu dengan sia-sia.

Memanfaatkan waktu dengan bijak adalah salah satu cara untuk mendorong diri agar terus berkembang. Bagi Farhan, bijak adalah bisa melakukan segala sesuatu dengan efektif. Seseorang bisa menyelesaikan banyak pekerjaan tanpa kehilangan kesempatan untuk menikmati hidup.

To-do List Produktif ala Farhan Jijima

Rumus Produktif Farhan Jijima. Cek To-do Listnya!

Tahukah kamu, bahwa salah satu cara untuk berkembang adalah dengan menetapkan tujuan? Untuk mencapai tujuan, kita harus mampu menentukan caranya. Pada kesempatan ini, DoCheck akan membantumu untuk menguraikan tahap-tahap yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan menjadi produktif! Tentunya kita “nyontek” dari Farhan Jijima yang menjadi pembicara pada webinar kita ya. Berikut ini checklist yang harus kamu penuhi agar menjadi pemuda yang produktif!

Fokus

Ketika langkah-langkah untuk mencapai sesuatu telah ditentukan, jangan heran kalau kamu merasa ingin melakukan semuanya sekaligus. Namun, hati-hati ya karena ternyata focus on one thing at one time jauh efektif dibanding melakukan banyak pekerjaan di satu waktu. Susun pekerjaan sesuai prioritas dan selesaikan lebih dulu agar fokus lebih terjaga. 

Baca Juga: Not-to-do List: Sebuah Daftar yang Bisa Bikin Fokus!

Prioritas

Nah, ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Untuk bisa menjaga fokus dalam mengerjakan tugas, hal penting yang harus kamu lakukan adalah menyusun prioritas. Jika sudah tersusun, kamu tidak perlu lagi merasa bingung harus mengerjakan apa setelah menyelesaikan apa. Ini juga akan memberikan efek lega karena pekerjaan yang paling penting sudah diselesaikan di awal.

Tentukan Arah Tujuan

Arah dan tujuan adalah sesuatu yang harus selalu diingat dan ditekankan pada diri sendiri. Ketika kita sudah lupa tujuan, biasanya motivasi juga akan menurun. Selain itu, tujuan yang jelas akan memudahkan kita dalam menyusun agenda, pembagian waktu dan prioritas, serta langkah-langkah yang akan ditempuh. 

Berhenti Menunda

Farhan Jijima memberikan tips anti prokrastinasi dengan time travel. Cara ini bukannya kita masuk ke mesin waktu ala Doraemon dan Nobita ya. Kita bisa melakukan teknik ini dengan cara membayangkan apa yang akan terjadi apabila kita memutuskan untuk menunda pekerjaan. Pastikan salah satu yang kamu pikirkan adalah apabila kita tidak mengerjakan tugas sekarang, besok belum tentu lebih baik. Tugas akan tetap ada, bahkan mungkin bertambah. Sertakan aksimu di setiap rencana kegiatan yang akan kamu lakukan. Semangat!

Baca Juga: Cara Mencegah Parkinson Law, Kebiasaan Tunda Pekerjaan

Buat Jadwal Spesifik

Farhan berpendapat bahwa waktu lebih berharga daripada uang. Soalnya, waktu tidak bisa dihemat, tidak bisa berkembang, dan kita sendiri selalu punya waktu. Cara mempergunakan waktu dengan baik ini adalah dengan mengelolanya dengan bijak. 

Tips yang dibagikan Farhan yaitu coba untuk membagi waktu menggunakan hitungan menit. Jika waktu 24 jam dirasa tidak cukup, maka 1400 menit seharusnya cukup. Pembagian itu akan memudahkan kita dalam mengalokasikan waktu ke banyak aktivitas. Hal ini juga akan membuat pembagian pekerjaan menjadi lebih spesifik. Buatlah jadwal yang rasional yang tugasnya mampu diselesaikan ya!

Buat Check Box

Dalam buku The Manifesto of Checklist karya Atul Gawande, secara psikologis, membuat check box bisa menghasilkan perasaan puas bagi pembuatnya. Perasaan ini didapat ketika kita menandai pekerjaan yang telah selesai dilakukan. Disana terdapat kesan bahwa kita sudah mencapai sesuatu. Selain itu, membuat checklist juga akan memberikan motivasi untuk melakukan sesuatu yang lain setelahnya. Ini juga bisa menjadi sebuah pengingat dan menambah fokus kita.

Hindari Distraksi

Terdapat hubungan antara atensi, waktu, dan daya tahan tubuh. Beberapa orang memiliki banyak waktu luang namun tidak mampu produktif. Hal itu biasanya disebabkan oleh atensi atau fokus dan daya tahan tubuh yang terganggu. Cara untuk menghadapi distraksi ini adalah dengan menyingkirkan hal-hal yang akan membuat fokusmu terganggu. Jika itu gadget, maka matikan notifikasinya atau pergunakan gadget tersebut untuk hal lain sehingga akan sulit dimainkan. Misalnya HP, digunakan saja untuk memasang stopwatch.

Distraksi kedua berasal dari ketahanan tubuh kita. Cara untuk tetap sehat dan terhindar dari kelelahan adalah dengan membatasi kegiatan. Pastikan kegiatan yang kamu lakukan benar-benar dibutuhkan. Selain itu, menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang sehat juga sangat penting agar tubuh kamu tetap prima.

Itu dia rumus produktif dari Farhan Jijima. To-do list di atas bisa sangat membantumu untuk meningkatkan kualitas diri yang dimulai dari pengelolaan waktu. Mantap sekali, bukan? Untuk tips dan informasi terkait pengembangan diri lainnya, ikuti terus DoCheck atau langsung bergabung dengan di sini. Kamu juga bisa memaksimalkan to-do list punyamu dengan download aplikasi DoCheck di Playstore dan Appstore. Selamat berkembang!


Scroll to Top