pakai paylater

Yuk Ketahui Cara Bijak Pakai PayLater


Saat ini banyak aplikasi berbondong-bondong menawarkan fitur PayLater. Istilah PayLater ini sendiri memiliki arti beli sekarang, bayar nanti. Sebagai contoh, kamu bisa membeli sebuah barang tetapi membayarnya di kemudian hari. Sebetulnya ada keuntungan sendiri pakai metode pembayaran seperti ini, terutama saat kamu berada pada keadaan mendesak tapi tidak punya dana darurat. Pakai PayLater jadi jalan pintas untuk mengatasi hal tersebut.

Dilansir dari Tirto, metode beli sekarang bayar nanti lebih digandrungi oleh masyarakat Indonesia dibandingkan dengan kartu kredit. Kartu kredit terdengar lebih ekslusif dan hanya bisa digunakan berbagai kalangan. Berbeda dengan PayLater, dapat digunakan bahkan oleh siapapun seperti mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, freelancer, bahkan seseorang yang tidak memiliki pendapatan tetap. Terlihat menggiurkan?

Eits, namun sebelum kamu memutuskan pakai PayLater, kamu perlu mengetahui cara bijak penggunaan dan risiko pakai PayLater. Check this out!

Cara Bijak Pakai PayLater

Ketahui cara bijak pakai PayLater biar keuangan tetap aman!
Ketahui cara bijak pakai PayLater biar keuangan tetap aman! (Foto Ivan Samkov via Pexels)

Setelah mengetahui apa itu PayLater, MinCheck akan membagikan cara bijak dalam penggunaan PayLater. Apa saja sih pertimbangan yang harus kamu lakukan sebelum menggunakan metode pembayaran yang satu ini? Simak baik-baik, ya!

1. Pakai PayLater untuk Keadaan Darurat Saja

Dilansir dari Cermati, cara bijak dalam penggunaan PayLater adalah dengan memakai fitur yang satu ini hanya untuk keadaan darurat. Sebagai contoh, kamu memerlukan uang untuk keperluan yang sangat penting sementara kamu tidak memiliki dana darurat.

Kamu bisa mempersiapkan dana darurat sejak dini dengan mengikuti tips yang dilansir dari Tanam Duit seperti berikut ini:

  • Menentukan jumlah dana yang kamu butuhkan
  • Menentukan jangka waktu tertentu
  • Memiliki rekening lain untuk menyimpan dana darurat
  • Mencari penghasilan tambahan, dengan berjualan thrift misalnya.
  • Jangan jadikan beban, tapi motivasi untuk menabung

2. Pilih Layanan yang Legal

Sebelum memakai PayLater, pastikan kalau layanan yang kamu gunakan legal dan terbukti kredibilitasnya. Dilansir dari KoinWorks, pilihlah layanan yang memiliki izin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, jangan mudah terlena dengan bunga rendah yang ditawarkan karena hal itu bisa saja menjadi jebakan untukmu agar menghambur-hamburkan uang.

3. Perhatikan Syarat dan Ketentuan

Setiap perusahaan yang memiliki fitur PayLater memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku. Sebaiknya, kamu membaca syarat dan ketentuan tersebut dengan teliti. Hal-hal yang perlu kamu perhatikan seperti beban bunga, tenor cicilan, limit pinjaman, dan denda.

Beban bunga adalah besaran bunga yang dikenakan oleh perusahaan berdasarkan tenor cicilan. Beban bunga akan semakin besar bila tenor cicilan semakin lama. Sementara itu, tenor cicilan merupakan jangka waktu yang kamu sanggupi untuk membayar pinjaman.

Limit pinjaman merupakan besaran pinjaman yang dapat kamu ajukan, namun limit ini bisa bertambah. Terakhir, kamu perlu memperhatikan denda yang dikenakan kepadamu apabila kamu telat membayar pinjaman.

4. Katakan Tidak pada Promo

Bijaklah dalam mengatur keuangan, jangan sampai kamu tergiur membeli sesuatu karena sedang promo. Seperti yang sudah ditekankan di atas, gunakan PayLater hanya untuk keadaan mendesak. Jangan sampai kamu menggunakan fitur PayLater untuk membeli sesuatu yang sebetulnya tidak begitu kamu butuhkan.

Selain itu, kamu bisa catat list yang kamu butuhkan sampai yang tidak kamu butuhkan menggunakan aplikasi DoCheck. Aplikasi to-do list ini bakal membantu kamu mengatur prioritasmu, jadi kamu akan lebih bijak dalam mengatur keuangan.

Risiko Pakai PayLater, Apa Saja?

Nah, setelah mengetahui cara bijak pakai PayLater, kamu juga perlu tahu risiko yang mungkin akan terjadi apabila kamu menggunakan PayLater.

1. PayLater Sebabkan Perilaku Konsumtif dan Impulsif

Salah satu risiko yang mungkin terjadi akibat penggunaan PayLater adalah perilaku konsumtif dan impulsif. Kemudahan yang ditawarkan oleh fitur yang satu ini bisa menyebabkan perilaku konsumtif. Apalagi kalau kamu termasuk pribadi yang mudah tergoda oleh promo-promo menarik, kamu perlu lebih berhati-hati. Jangan sampai kamu membeli barang yang sebetulnya tidak kamu butuhkan.

2. Mau Pakai PayLater? Hati-hati dengan Peretasan Identitas

Dilansir dari Finansialku, risiko dari pakai PayLater salah satunya dapat munculnya risiko peretasan identitas. Oleh karena itu, pastikan kamu menggunakan layanan yang legal dan berizin OJK.

3. Pengaturan Keuangan Terganggu

Risiko lain yang mungkin terjadi dengan penggunaan PayLater adalah pengaturan keuangan yang menjadi terganggu. Mengapa demikian? Dana yang kamu pinjam dari PayLater harus dibayar setiap bulan atau sesuai dengan tenor cicilan. Nah, kamu gak pernah tahu pemasukanmu di setiap bulan akan sama atau tidak. Kalau kamu tidak bisa membayar PayLater, kamu hanya akan terjerumus dalam ‘gali lubang, tutup lubang‘. Duh, jangan sampai deh! Oleh karena itu, kalau kamu berani meminjam, maka harus berani membayar ya. Sesuaikan pinjamanmu dengan kemampuan atau kapasitasmu.

Nah, itu dia cara bijak dan risiko yang mungkin terjadi karena pakai PayLater. Sebaiknya, kamu tahu dulu apakah kamu benar-benar membutuhkan fitur ini atau tidak. Kamu harus lebih bijak dalam mengelola keuangan. MinCheck sangat merekomendasikan aplikasi to-do list DoCheck. MinCheck dilengkapi fitur reminder yang bisa mengingatkan kamu untuk membayar cicilan PayLater. Aplikasi DoCheck dapat didownload secara gratis di Play Store dan App Store.

Baca juga: Bisnis untuk Mahasiswa, Wajib Coba dan Dijamin Cuan!


Scroll to Top