Wajah Dhila, social media specialist di DoCheck

Mengenal Produktifnya Pekerjaan Social Media Specialist


Kamu pernah ngejar deadline gak, sih? Atau mungkin ngerjain sesuatu tapi berlomba dengan waktu? Suka repot gak kalau lagi berada di situasi kayak gini? Belum lagi kalau kerjaan tersebut lebih dari satu. Makin ribet pasti. Nah, kamu punya cara tersendiri gak sih supaya semuanya selesai tepat waktu? Dhila, kali ini mau berbagi cerita sama kamu, nih. Tentunya, mengenai pekerjaan social media specialist sepertinya, deadline bukanlah sesuatu yang asing. Setiap hari ia selalu bersinggungan dengan hal tersebut karena pekerjaannya.

Dibalik konten-konten DoCheck yang kamu nikmati, ada Dhila yang selalu konsisten dalam mengunggahnya. Dhila selalu “berlari” mengejar waktu agar konten dapat published tepat waktu. Deadline sudah menjadi teman baiknya.

Sebagai social media specialist, tentunya ia bertanggung jawab atas segala media sosial yang DoCheck punya. Bentuk tanggung jawabnya meliputi membangun brand awareness, menjaga engagement, menyusun strategi media sosial agar sejalan dengan brand image yang ingin dibangun DoCheck, serta mengatur aktivasinya. Semua ini dilakukan dengan tujuan untuk menjual brand dan meningkatkan interaksi dengan pengikut.

Tapi sebelum mengenal lebih jauh produktifnya pekerjaan social media specialist, baiknya kamu pahami dulu apa itu social media specialist.

Apa itu Social Media Specialist

Social media specialist adalah sebuah profesi dibidang digital marketing yang bertanggung jawab atas perencanaan, membuat dan menjalankan strategi yang akan diterapkan pada beberapa platform media sosial sebuah perusahaan. Seorang social media specialist wajib memahami dalam penyesuaian konten yang akan disajikan ditiap jenis social media yang berbeda. Dengan adanya social media specialist akan membantu perusahaan untuk meningkatkan online presence mereka. Tujuan adanya social media specialist adalah membantu meningkatkan brand awareness dan memperkuat marketing online perusahaan melaui channel media social seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok dan lainnya.

Job Desk Social Media Specialist

Setelah mengetahui pengertian pekerjaan social media specialist, kini kamu wajib mengetahui apa job desk social media specialist. Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat diatas, job desk social media specialist adalah merencanakan, membuat dan menjalankan strategi marketing pada channel social media. Selain itu seorang social media specialist juga perlu melakukan analisa data dan metrik untuk mengukur performance channel social media perusahaan. Tujuan akhir dari pekerjaan social media specialist adalah membuat konten untuk semua channel media social dan meningkatkan engagement dengan audiens.

Pentingnya up to date tentang tren yang sedang terjadi di social media bagi seorang social media specialist, untuk kemudian mengidentifikasi adanya peluang memanfaatkan tren bagi perusahaan dan turut serta di tren tersebut. Berikut job desk umum sehari-hari pekerjaan social media specialist:

  • Membuat rencana dan mengembangkan konten yang memiliki value untuk seluruh channel social media
  • Bertanggung jawab untu perencanaan, membuat dan menjalankan strategi marketing melalui channel social media
  • Membuat, menyunting, mengelola dan mempublikasikan konten yang relevan untuk audiens
  • Membuat shcedule untuk timeline publikasi konten
  • Melakukan optimasi media sosial untuk meningkatkan engagement audiens
  • Melakukan analisa strategi dengan menggunakan tools seperti Google Analytic dan lain-lainnya
  • Berkoordinasi dengan tim designer untuk menyusun visual konten
  • Melakukan reporting untuk strategi yang sudah dijalankan

Dengan banyaknya tanggung jawab pekerjaan social media specialist, maka seseorang yang berprofesi dibidang ini dituntut untuk selalu produktif. Dibawah ini Mincheck akan bagikan tips produktif untuk pekerjaan social media specialist ala Dhila.

Produktif ala Social Media Specialist seperti Dhila

produktif ala social media specialist
unsplash/@bozhstudio

Produktif secara sederhana adalah ketika kamu bisa menghasilkan atau menyelesaikan sesuatu dalam satu waktu tertentu. Kamu bisa dikatakan semakin produktif jika dapat menyelesaikan lebih banyak tugas dalam waktu yang lebih sedikit. Namun, tentunya pengertian produktif bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Pengertian ini sangat bergantung pada latar belakang orangnya.

Bagi seorang jurnalis, ia akan produktif ketika sudah mendapatkan berita untuk hari ini. Namun, belum tentu hal tersebut juga produktif bagi social media specialist semacam Dhila. Lalu, produktif bagi Dhila itu apa, sih?

Ketika ditanya mengenai hal ini, Dhila menjelaskan mengenai proses kerjanya terlebih dahulu. Konten-konten yang diunggah di bulan sekarang, sudah direncanakan saat satu bulan sebelumnya. Proses brainstorming ide dilakukan lama sebelum kontennya benar-benar dibuat.

Baca Juga: 5 Kebiasaan untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

Misal, ketika membuat aktivasi dan quiz dengan proyeksi jumlah followers bertambah, banyak partisipan yang ikut, dan downloader aplikasi DoCheck meningkat. Ada beberapa hal mendasar yang harus terpenuhi seperti postingan dan engagement rate yang beriringan, publish sesuai waktu yang telah ditetapkan (deadline), dan tentunya rutin serta konsisten. Dhila merasa produktif jika hal mendasar tersebut sudah terpenuhi.

Menyikapi Deadline dengan Kompromi

Semua konten yang diunggah di media sosial DoCheck, sudah melalui tahap perencanaan terlebih dahulu. Dhila menyebutkan bahwa dalam proses perencanaan tersebut, output-nya akan berbentuk timeline. Karena semua pekerjaannya terpaku pada timeline ini, pekerjaannya selalu bersinggungan dengan deadline.

Setiap konten yang diunggah harus tepat waktu. Berdasarkan analisis Dhila, waktu yang tepat untuk mengunggah konten di media sosial DoCheck adalah pukul 4 – 6 sore karena banyak followers yang aktif di waktu tersebut.

Agar tidak ada konten yang terlewat atau melebihi batas waktu unggah, ia menggunakan scheduling tools untuk pengunggahan konten ini. Satu jam sebelum publish, semuanya harus dipersiapkan terlebih dahulu. Sehingga ketika jam 4, kontennya otomatis terunggah karena scheduling tools tadi.

Baca Juga: Fungsi Deadline dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika bekerja dalam tim dan melibatkan orang lain, pasti ada saja hal-hal yang terjadi di luar kontrol. Sehingga hal ini membuat beberapa konten mungkin harus tertunda atau telat diunggahnya. Untuk menyikapi hal ini, Dhila selalu berdiskusi dengan tim. Apakah memungkinkan untuk membuat konten yang lebih sederhana untuk pengganti? Jika iya, konten tersebut langsung dieksekusi dan segera diunggah jika sudah selesai.

Namun, jika tidak memungkinkan untuk membuat konten pengganti, maka Dhila menentukan ulang deadline konten tertunda tersebut. Konten tersebut harus sudah siap sebelum jam 10 di esok hari karena akan diunggah pada jam tersebut. Dhila menyebutkan bahwa inti dari menyikapi deadline-nya adalah saling kompromi dengan anggota tim lain.

To-do List ala Dhila

Kegiatan setiap orang pasti berbeda-beda. Rutinitas ini sangat dipengaruhi oleh pekerjaan. Kegiatan seorang guru dengan social media specialist seperti Dhila pasti sangatlah berbeda. Dengan aplikasi DoCheck, Dhila selalu membuat to-do list hariannya. Nah, kira-kira, apa saja sih yang menjadi rutinitas Dhila? Berikut ini to-do listnya.

to-do list Dhila sebagai seorang social media specialist
To-do list Dhila.

Sekarang kamu udah tahu produktifnya social media specialist seperti Dhila itu kayak gimana. Ternyata baginya, produktif adalah ketika sudah memenuhi timeline dan deadline. Ketika ada masalah terjadi yang menyebabkan tertundanya konten, kompromi dengan anggota tim lain adalah kuncinya.

Kalau produktif versi kamu gimana, nih? To-do list kamu hari ini apa saja? Jangan lupa bikinnya pakai aplikasi DoCheck kayak Dhila, ya! Yuk, segera download aplikasi DoCheck di App Store dan Google Play Store. Gratis!


Scroll to Top