Siswa sedang duduk dan menulis di depan laptop menandakan sedang melakukan pembelajaran jarak jauh

Pembelajaran Jarak Jauh? Lakukan Hal Ini agar Tetap Efektif


Pandemi Covid-19 di Indonesia kini telah berlangsung hampir dua tahun. Saat ini, Indonesia tengah memasuki gelombang ketiga pandemi dengan ditandai munculnya varian baru yang bernama Omicron. Munculnya varian baru ini telah memaksa dunia untuk kembali waspada. Kondisi tersebut memaksa sekolah dan kampus untuk kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Walaupun dinilai tidak lebih berbahaya dari varian Delta, Omicron telah memaksa berbagai bidang untuk kembali menyesuaikan kegiatannya, termasuk salah satunya adalah bidang pendidikan. Banyak sekolah dan kampus yang kembali ditutup karena ditemukan adanya kasus Covid-19 pada saat pembelajaran tatap muka (PTM).

Sayangnya, Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh itu tidak efektif. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan hal tersebut. Salah satunya adalah kejenuhan yang dialami oleh mahasiswa atau pelajar.

Nah, kamu termasuk tim yang mana, nih? Tim Pembelajaran Jarak Jauh atu Pembelajaran Tatap Muka? Jika kamu termasuk tim Pembelajaran Jarak Jauh, mungkin kamu pernah mengalami beberapa kendala, yang mungkin salah satunya adalah apa yang dikatakan oleh Pak Nadiem, yaitu bosan.

Tips Fokus Pembelajaran Jarak Jauh

Kalau kamu lagi struggle karena Pembelajaran Jarak Jauh, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar tetap fokus dan produktif selama PJJ, loh! Berikut ini beberapa di antaranya:

Masuk dalam Mode Belajar

proses belajar
unsplash/@craftedbygc

Kalau kamu masih sering belajar atau mengerjakan sesuatu di kasur, mending coba dikurang-kurangin deh sekarang. Kenapa? Menurut Annie Miller, seorang psychotherapist dan behavioral sleep medicine therapist, ketika menggunakan tempat tidur atau kasur untuk aktivitas bekerja, membaca, dan lain sebagainya, kamu akan mengasosiasikannya dengan “terjaga”. Sedangkan kamu ingin menjadikan tempat tidur sebagai isyarat untuk tidur, dengan bekerja di situ, berarti kamu sudah melemahkan hubungan ini.

Hal tersebut akan mengakibatkan reaksi berantai. Bekerja di tempat tidur akan menurunkan kualitas tidur, yang pada akhirnya akan menyebabkan menurunnya produktivitas dan tingkat fokus.

Baca Juga: Highlighting: Efektif untuk Belajar dengan Memperhatikan ini!

Asosiasi tempat tidur dengan istirahat juga bisa menghilangkan fokusmu. Bisa jadi pada saat belajar kamu mengantuk dan malah tertidur. Untuk menghindari hal ini, coba anggap PJJ sama saja ketika PTM. Kebiasaan-kebiasaan yang kamu lakukan pada saat PTM, seperti sarapan, mandi pagi, berganti pakaian, dan lain sebagainya harus kamu lakukan juga pada saat PJJ agar dapat membantu menyiptakan suasana untuk fokus.

Tetap Berkomunikasi dengan Guru atau Dosen dan Teman-temanmu

Jangan jadikan pembelajaran jarak jauh sebagai penghalang untuk tetap berkomunikasi dengan orang-orang yang terlibat dalam proses belajarmu. Zoom, Google Classroom, Microsoft Teams, Discord, dan alat-alat lain yang biasa digunakan pada saat pembelajaran jarak jauh diciptakan untuk kamu agar tetap terhubung dengan guru atau dosen maupun teman-temanmu. Maka kamu harus memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik.

Ajukan pertanyaan selama sesi belajar jika memang ada hal yang tidak kamu pahami. Diskusikan topik pembelajaran dengan teman sekelasmu. Jika memang dirasa perlu untuk menghubungi dosen atau guru, kamu bisa coba untuk meghubunginya melalui email.

Baca Juga: Cara Sederhana Meningkatkan Skill Komunikasi

Jauhi Hal-hal yang Mengganggu Fokus Proses Belajar

Distraksi atau gangguan pada saat belajar bisa bersifat internal maupun eksternal. Gangguan internal adalah yang berasal dari diri sendiri. Contohnya adalah keadaan emosional kamu pada saat itu. Sedangkan gangguan eksternal berasal sebaliknya. Contohnya adalah teknologi (notifikasi media sosial) dan orang di sekitar.

Untuk menghindari gangguan-gangguan semacam itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Misalnya dengan membuat not-to-do list. Masukkan semua daftar kegiatan atau pekerjaan yang tidak seharusnya kamu lakukan pada saat belajar. Dalam konteks ini, berarti kegiatan yang akan mengganggu fokus kamu dalam belajar.

Masukkan gangguan-gangguan yang bersifat eksternal seperti, “Tidak membuka sosial media selama belajar”, “Tidak membalas pesan singkat selama belajar”, dan lain sebagainya. Not-to-do list, akan membantumu tetap fokus.

Baca Juga: Inilah Tipe Gaya Belajar, dari Menyukai Visual hingga Praktik

Joan, seorang freelance writer di Woman in Real Life yang merupakan ibu dari dua orang anak, selalu menyarankan anak-anaknya untuk mengatur timer selama 30 menit hingga satu jam. Ia meminta mereka untuk fokus dan bekerja secara efisien selama jangka waktu tersebut. Kemudian, setelah waktu tersebut selesai, mereka dibebaskan untuk melakukan apa saja.

Pada dasarnya, apa yang dilakukan Joan terhadap anak-anaknya adalah bentuk penerapan dari teknik produktivitas pomodoro. Teknik ini bisa membantu kamu untuk menyelesaikan banyak hal hanya dengan waktu fokus yang singkat. Kamu juga harus mengingat bahwa bekerja secara efisien dan tanpa gangguan berarti pekerjaan bisa lebih cepat selesai sehingga kamu akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersenang-senang.

Berikan Reward pada Diri Sendiri

self reward dalam proses belajar
unsplash/@truba

Sebagian orang bisa tetap sangat baik dalam melakukan sesuatu meski di bawah tekanan. Memang, tekanan itu kadang diperlukan untuk memotivasi kita, termasuk dalam belajar atau mengerjakan tugas-tugas sekolah maupun kuliah. Tetapi, pandemi telah membawa tekanan tersebut ke level selanjutnya. Untuk membuat mentalmu tetap sehat, jangan sampai lupa untuk memberikan reward pada diri sendiri, ya!

Reward bisa membantu kamu untuk tetap termotivasi dalam progres mencapai sebuah goals. Hal tersebut terjadi karena kondisi psikologis manusia. Hal ini dijelaskan dalam teori operant conditioning.

Teori tersebut memiliki konsep bahwa kita belajar melalui reward and punishment. Ketika sebuah perilaku diikuti oleh hasil yang menyenangkan, kamu akan cenderung untuk mengulanginya. Hal ini dinamakan penguatan positif atau positive reinforcement.

Nah, kamu dapat memanfaatkan penguatan positif ini dengan cara memberikan reward kepada diri sendiri pada saat telah menyelesaikan proyek, tugas, atau sesimpel ketika sudah merasa telah berusaha sekuat tenaga dalam belajar. Memberikan hadiah untuk diri sendiri tidak hanya akan memberikan dampak baik pada mental, tetapi juga memotivasimu untuk belajar di lain waktu.

Sekarang kamu gak perlu khawatir lagi sama pembelajaran jarak jauh. Dengan melakukan beberapa hal seperti masuk dalam mode belajar, tetap berkomunikasi dengan guru atau dosen maupun teman-teman kelasmu, memberikan reward pada diri sendiri, dan menjauhi hal-hal yang menghilangkan fokus bisa membuat pembelajaran jarak jauh kamu jadi lebih efektif. Kamu juga bisa pakai aplikasi DoCheck untuk menunjang PJJ kamu!

Baca Juga: Cara Belajar Anti-Mainstream Ala Ananza Prili

Aplikasi DoCheck cocok banget buat mahasiswa atau pelajar. Dengan aplikasi DoCheck, kamu bisa membuat daftar tugas apa saja yang harus kamu kerjakan. Dengan begitu, kamu gak akan lupa lagi sama tugas! Yuk, segera download aplikasi DoCheck sekarang di App Store dan Google Play Store. Gratis!


Scroll to Top