Bekerja sambil mendengarkan musik apakah bisa meningkatkan produktivitas?

Musik dan Produktivitas: Apa Hubungannya?


Kamu pasti pernah atau bahkan sering mendengarkan musik sambil kerja, ada baiknya kamu tahu dulu apa hubungan antara musik dan produktivitas. Buat kamu yang suka mendengarkan musik sambil bekerja, kira-kira kenapa kamu melakukannya? Apakah ketika melakukannya kamu merasa lebih produktif? Mari kita telaah lebih dalam hubungan musik dan produktivitas!

Sebelum membahas lebih dalam tentang apa hubungan antara musik dan produktivitas, mari simak sekilas tentang album baru Tulus yang sedang hype berikut.

Beberapa hari terakhir, jagat dunia maya digegerkan dengan peluncuran album baru Tulus yang bertajuk “Manusia”. Bahkan, Tulus sendiri sempat masuk dalam trending Twitter. Salah satu lagunya, “Hati-Hati di Jalan”, memecahkan rekor streaming sepanjang masa di Spotify Indonesia dengan 969 ribu play dan berhasil memasuki tangga lagu global untuk pertama kalinya.

Kamu sudah mendengarkan album yang berisi 10 lagu tersebut belum? Jika belum, jangan sampai ketinggalan hype-nya, ya! Buruan dengerin karena memang sebagus itu albumnya. Kayaknya, album yang satu ini bakal cocok kalau didengarkan sambil kerja. Eh, apa iya?

Baca Juga: Hobi Mendengarkan Musik? Ini Loh Manfaatnya Untukmu!

Musik dan Produktivitas

apa hubungan musik dan produktivitas
unsplash/@marius

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1993 menemukan bahwa, mendengarkan musik Mozart sebelum mengerjakan bagian spatial-temporal reasoning dalam tes IQ akan meningkatkan kinerja. Penemuan ini kemudian disebut sebagai “Mozart Effect”. Gagasan bahwa mendengarkan musik berpotensi meningkatkan produktivitas dan fungsi kognitif berawal dari sini.

Namun, “Mozart Effect” dinilai keliru. Sebuah penelitian pada tahun 1999 berhasil mendemonstrasikan bahwa sebenarnya peningkatan kinerja tersebut berasal dari peningkatan suasana hati karena mendengarkan musik Mozart. Artinya, musik Mozart membuat orang bahagia, kemudian perasaan bahagia meningkatkan kinerja mereka.

Baca Juga: 5 Kebiasaan untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

Kesimpulannya adalah, musik bisa meningkatkan produktivitas hanya karena hal tersebut dapat memperbaiki suasana hati. Terlepas dari itu, terdapat penelitian lain yang menunjukkan bahwa musik dapat meningkatkan produktivitas. Misalnya, sebuah penelitian dengan subjek delapan orang menemukan bahwa, mendengarkan musik baroque pada saat membaca dapat meningkatkan mood dan konsentrasi. Studi lainnya berhasil menemukan adanya peningkatan produktivitas karena mendengarkan background musik pada saat mengerjakan tugas yang repetitif.

Oke, dari penelitian-penelitian yang ada sih, cukup fair untuk bilang musik itu bisa meningkatkan produktivitas secara tidak langsung. Tapi, apakah semua jenis musik itu bisa meningkatkan produktivitas? Musik seperti apa yang benar-benar dapat meningkatkan produktivitas?

Memilih Musik yang Tepat untuk Produktivitas

Kalau kamu bingung, coba jawab pertanyaan ini, “Gak semua lagu yang kamu sukai itu familier, kan? Familier di sini maksudnya adalah secara lirik. Sebuah studi menemukan bahwa, performa kognitif kamu bisa berkurang jika mendengarkan musik yang terlalu familier liriknya pada saat bekerja.

Jadi, kamu harus menghindari musik-musik seperti itu. Gak heran sih kalau niat awalnya ingin produktif, jadi berakhir karaokean karena musik yang kamu dengarkan pada saat bekerja terlalu familier secara lirik. Coba pilih lagu yang kamu tidak hafal liriknya atau lagu instrumental.

Baca Juga: Meningkatkan Produktivitas di Tahun Baru? Cek to-do-list ini!

Perlu diingat bahwa mendengarkan musik yang kamu sukai akan meningkatkan performa bila dibandingkan dengan musik yang tidak kamu sukai. Jadi, di samping mencari lagu yang tidak familier secara lirik, kamu juga harus tetap mempertimbangkan musik yang kamu suka, ya! Tidak masalah memilih musik yang kamu suka, asalkan tidak tertalu familier.

Musik yang Tepat akan Meningkatkan Produktivitas jika Pekerjaannya Tepat

musik meningkatkan produktivitas
unsplash/@abdullishere

Tidak semua pekerjaan itu sama. Pekerjaan repetitif seperti menginput data dengan tugas kreatif seperti menulis, pasti membutuhkan konsentrasi yang berbeda. Jadi, sangat masuk akal jika musik tertentu bermanfaat bagi produktivitas pekerjaan tertentu.

Musik yang kompleks justru akan mengganggu kamu ketika mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi sangat tinggi. Misalnya seperti pekerjaan yang mengharuskan kamu untuk membaca. Sementara itu, banyak studi yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif antara produktivitas dan mendengarkan musik selagi melakukan tugas yang repetitif.

Maka, dapat disimpulkan begini. Kalau kamu sedang melakukan tugas yang repetitif dan membosankan, mendengarkan musik yang kompleks kian upbeat bisa membuatmu untuk tetap termotivasi. Sedangkan kalau kamu sedang mengerjakan sesuatu yang kompleks dan membutuhkan kreativitas, ada baiknya kamu mendengarkan musik dengan tempo rendah dan simple agar tidak terdistraksi.

Membuat Playlist Musik untuk Produktivitas

Sekarang kamu sudah tahu hubungan antara musik dan produktivitas. Kamu juga sudah tahu bahwa tidak semua lagu dapat membuatmu lebih produktif. Semuanya tergantung pada pekerjaan seperti apa yang kamu lakukan.

Nah, dengan mempertimbangkan itu semua, berikut ini beberapa tips yang dapat membantu kamu dalam membuat playlist produktif.

1. Mulai dengan musik yang slow

Ada sebuah teknik yang digunakan oleh para terapis untuk mengubah suasana hati pasien. Teknik ini dikenal dengan sebutan iso principle. Para terapis akan mencocokkan musik dengan perasaan pasien, kemudian secara perlahan mengubah lagu untuk mencapai suasana hati yang diinginkan.

Jadi, musik di awal playlist jangan sampai memaksa kamu untuk lebih produktif, melainkan harus pelan-pelan membawamu ke sana. Mengutip The Guardian, Kirsten Nelson, seorang terapis musik dari University of Iowa Stead Family Children’s Hospital berkata, “Jika kamu merasa murung di pagi hari, carilah sesuatu yang menenangkan untuk memulai, kemudian perlahan putarlah lagu yang lebih memotivasi untuk mencapai mood yang kamu inginkan”.

Kemudian, ia menyarankan lagu-lagu seperti Here Comes the Sun oleh the Beatles dan Ooh Child oleh the Five Stairsteps untuk memulai.

2. Pelan-pelan ke musik yang lebih energik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, musik energik ini bisa kamu gunakan untuk membuatmu tetap termotivasi. Sebuah penelitan berhasil mengungkan hubungan antara tempo musik dan produktivitas. Dalam penelitian tersebut, sebagian besar subjeknya memiliki performa paling baik pada lagu bertempo 121 beats per minute (BPM). My Humps oleh The Black Eyed Peas dan Just Lose It oleh Eminem adalah salah dua dari lagu yang memiliki tempo 120-an beats per minute.

Baca Juga: Fitur Kerja Bareng Aplikasi DoCheck, Bantu Tingkatkan Produktivitas!

3. Perhatikan lirik lagu

Ingat bahwa lirik lagu bisa memengaruhi kinerja kamu. Jadi, kamu harus memperhatikan lirik dari lagu yang akan dimasukkan ke dalam playlist. Jangan masukkan lagu yang liriknya kamu hafal. Kalau kamu tidak suka lagu instrumental, lagu-lagu dari Grouper, Brian Eno, dan Jenny Hval bisa menjadi pilihan.

4. Update playlist musik secara berkala

Masih berhubungan dengan tips sebelumnya, bahwa lagu yang terlalu familier justru akan mengganggu kamu pada saat bekerja. Oleh karena itu, penting untuk meng-update lagu di dalam playlist secara berkala untuk mencegah kamu familier dengan lagu-lagunya.

Kesimpulannya, musik memang bisa membuat kita produktif karena perasaan yang timbul akibat mendengarkannya. Pemilihan musik untuk produktif tidak bisa sembarangan, kamu harus mempertimbangkan lirik, pekerjaan seperti apa yang akan kamu lakukan, dan tempo lagu. Semoga kamu bisa lebih produktif ya dengan mengetahui hal ini!

Selain musik, kamu tahu gak apa lagi yang bisa bikin lebih produktif? Betul, aplikasi DoCheck! Dengan aplikasi DoCheck, kamu dapat membuat to-do list yang bisa membuat kamu lebih produktif! Tunggu apa lagi? Yuk, segera download aplikasi DoCheck sekarang di Google Play Store dan App Store. Gratis!


Scroll to Top