Commitment Inventory

The Commitment Inventory: Manajemen Waktu untuk Produktif


Untuk melakukan kegiatan yang produktif, biasanya membutuhkan niat dan usaha yang besar. Belum lagi kalau sudah dihadapkan dengan pekerjaan yang sulit, banyak, dan menyita banyak waktu. Pasti kamu akan langsung merasa tidak mampu mengerjakan, malas, menunda pekerjaan, atau malah menjadi overthinking, karena terus kepikiran pekerjaan tersebut. Jadi, bagaimana mengatur waktu agar lebih produktif tapi tetap realistis? Solusinya ada metode commitment inventory!

Apa itu Commitment Inventory?

commitment inventory
Photo By Marcus Aurelius From Pexels

Commitment inventory merupakan metode manajemen waktu yang diperkenalkan oleh Mark Forster. Penulis asal Inggris ini menuliskan metodenya pada buku Get Everything Done: And Still Have Time to Play. Selain menulis buku Everything Done, Forster pernah menulis buku lainnya tentang produktivitas, antara lain How to Make Your Dreams Come True dan Do It Tomorrow and Other Secrets of Time Management.

Metode ini sedikit berbeda dari metode manajemen waktu lainnya, seperti Pickle Jar, PomodoroMost Important Task, KanbanGetting Things Done, hingga Eat The Frog. Alasannya karena saat menggunakan commitment inventory, kamu akan menuliskan presentase prioritas setiap pekerjaan/task (maksimal batas kemampuan 100%), dan disarankan untuk lebih realistis dalam membuat to-do list.

Untuk kamu yang tidak mudah menolak pekerjaan yang diberikan oleh rekan dan berusaha menyelesaikan semua pekerjaan (commitment), metode ini cocok untuk diterapkan. Jika kamu terus menerus seperti itu, kamu akan punya banyak komitmen, kehilangan fokus, hingga tidak bisa memprioritaskan pekerjaan. Jadi, untuk menghindari burnout dan gangguan yang mengganggu produktivitas, kamu perlu menerapkan metode ini pada to-do list.

Nah, biar makin paham tentang commitment inventory, yuk simak pembahasannya berikut ini.

Baca Juga: Tips Manajemen Waktu Saat Bekerja Biar Nggak Gampang Stress

Membuat To-Do List dengan Commitment Inventory

commitment inventory
Photo By Roman Odintsov From Pexels

Agar manajemen waktu kamu bisa efektif dan efisien, dengan menggunakan commitment inventory bisa jadi solusinya. Tahapan yang perlu kamu lakukan saat membuat to-do list dengan metode ini, yaitu:

  1. Tuliskan semua daftar kegiatan yang mau diselesaikan (commitment). Daftar bisa tugas yang akan dikerjakan ataupun aktivitas hiburan/mengurus rumah. Mengapa aktivitas mengurus rumah perlu dicatat? Karena kegiatan ini juga memerlukan banyak waktu dalam satu hari, sehingga perlu dicatat pada daftar.
  2. Hilangkan beberapa pekerjaan yang dianggap kurang/tidak penting (bukan jadi prioritas) dan berikan masing-masing presentase waktu yang digunakan dalam sehari. Misalnya untuk kegiatan utama, yaitu research dan menulis artikel punya presentase 50%, menulis novel 20%, mengurus rumah 10%, quality time dengan keluarga 10%, dan melakukan hobi 10%.
  3. Lebih realistis dengan waktu/batasan yang kamu buat pada masing-masing pekerjaan/task. Kalau kamu sudah menentukan batasan waktu pada setiap kegiatan, lakukan kegiatan tersebut sesuai porsinya. Setiap task juga punya target tertentu, tidak mungkin harus dikerjakan sekaligus jika dirasa sulit.
  4. Berani menolak dan berkata “tidak” untuk pekerjaan yang bukan jadi prioritas dan di luar tanggung jawab.
  5. Beri checklist pada tiap pekerjaan/task jika sudah selesai, karena lebih mudah dikelola dan dipantau progresnya.

Baca Juga: Pentingnya To-Do-List Untuk Manajemen Waktu

Setelah mengetahui tahapan saat membuat to-do list dengan commitment inventory, ternyata metode ini punya kelebihan dan kekurangannya, yaitu:

Kelebihan Commitment Inventory

  1. Kamu punya target dan komitmen waktu disetiap pekerjaan.
  2. Kamu bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk hal-hal yang benar-benar penting.
  3. Meningkatkan produktivitas, karena waktu yang sudah terjadwal memudahkan kamu melakukan kegiatan lainnya.

Kekurangan Commitment Inventory

  1. Terkadang merasa tidak enak hati saat mengatakan “tidak” untuk pekerjaan lain di luar tanggung jawab.
  2. Bisa saja dibalik penolakan mengerjakan tugas, ada kesempatan yang bagus untuk karir kedepannya.

Nah, itu tadi penjelasan tentang salah satu metode manajemen waktu, commitment inventory. Semoga bisa menjadi referensi untuk mengatur waktu agar lebih produktif sehingga bisa menggunakan waktu dengan baik.

Untuk membantu membuat daftar kegiatan sehari-hari, kamu bisa loh pakai Aplikasi to-do list DoCheck! Selain fiturnya yang mendukung kamu untuk menulis task dan goals, Aplikasi ini juga bisa kamu download gratis. Yuk, tunggu apa lagi? Segera download Aplikasinya di Play Store atau App Store sekarang, ya!


Scroll to Top