tips manajemen waktu

15 Tips Manajemen Waktu yang Efektif


Tahukah DoCheckers,meski memiliki 24 jam yang sama dalam sehari, setiap orang bisa menghasilkan jumlah pekerjaan yang berbeda. Bagi mereka yang bisa menerapkan tips manajemen waktu yang baik, biasanya akan menjadi lebih produktif dibanding dengan yang tidak menerapkannya.

Lantas, seperti apa manajemen waktu yang efektif agar DoCheckers bisa lebih produktif? Tenang, kali ini MinCheck akan membagikan tips manajemen waktu yang efektif serta kiat-kiat jitu lainnya agar pekerjaan DoCheckers bisa segera selesai. Yuk simak apa saja tips tersebut!

1. Tentukan Goals yang Ingin Diraih

Tentukan goals yang ingin diraih
Tentukan goals yang ingin diraih (Foto via Unsplash)

Agar DoCheckers memiliki alasan kuat untuk memulai manajemen waktu, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan menentukan tujuan atau goals yang ingin dicapai.

Sherly Annavita, selebgram sekaligus Youtuber juga menjelaskan pentingnya memiliki tujuan yang jelas saat mengatur time management yang sudah ia share dalam akun Youtubenya.

Menurut Sherly Annavita, saat menentukan tujuan, kamu harus menuliskan tujuan tersebut secara detail dan jelas.

Misalnya, untuk DoCheckers yang ingin mengetahui tips manajemen waktu belajar, daripada DoCheckers menuliskan tujuan yang umum, seperti “ingin menjadi pelajar berprestasi”, lebih baik menuliskan “meraih juara pertama pada semester dua”.

Contoh lainnya, daripada kamu berkata “ingin menjadi pribadi yang lebih sehat”, lebih baik menggantinya dengan “akan berenang dua minggu sekali”.

Dengan memiliki tujuan yang jelas, terukur dan terperinci, hal ini akan memudahkan DoCheckers dalam menentukan langkah pasti untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Buatlah Perencanaan Kegiatan

Setelah DoCheckers menentukan tujuan, langkah selanjutnya adalah membuat rencana kegiatan. Tips ini juga dapat kamu terapkan jika suatu saat akan menjalani hidup berumah tangga. Jadi, DoCheckers penting untuk tahu tips manajemen waktu ibu rumah tangga ini sejak dari awal akan menikah.

Contoh penerapan manajemen waktu ibu rumah tangga, misalnya saat DoCheckers ingin menyelesaikan semua pekerjaan rumah sebelum jam 12 siang, maka buatlah rencana kegiatan dari kamu bangun tidur hingga tidur kembali.

Contoh rencana kegiatannya bisa kamu tuliskan di kertas, seperti;

  • Bangun tidur jam 04.30 WIB;
  • Kemudian beribadah;
  • Selanjutnya masak;
  • Setelah selesai lanjut mencuci baju;
  • Kemudian menyapu rumah, dan melanjutkan tugas lainnya.

Rencana kegiatan harian tersebut bisa kamu buat setiap hari. Selain harian, DoCheckers juga bisa membuat perencanaan kegiatan mingguan, bulanan, serta tahunan.

3. Urutkan Pekerjaan dengan Metode Penting dan Mendesak

Pernahkah DoCheckers dihadapkan dengan banyak pekerjaan dalam satu waktu, lalu bingung mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu?

MinCheck punya solusinya nih! DoCheckers bisa menggunakan “Prinsip penting dan mendesak” yang dicetuskan oleh mantan Presiden Amerika Serikat Eisenhower. Berikut urutannya:

  • Pertama, DoCheckers bisa mulai menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya penting dan mendesak terlebih dahulu;
  • Kemudian, bisa menunda pekerjaan yang sifatnya penting dan tidak mendesak;
  • Selanjutnya, untuk pekerjaan yang mendesak tapi tidak penting, dapat kamu delegasikan pada orang lain;
  • Terakhir untuk hal yang menurut DoCheckers tidak mendesak dan tidak penting, dapat kamu kerjakan saat waktu luang.

Penerapan ini juga dapat DoCheckers gunakan untuk tips manajemen waktu mahasiswa, terutama ketika DoCheckers ingin menyelesaikan skripsi atau tugas akhir.

Tentu prioritas utama DoCheckers adalah penyelesaian skripsi daripada yang lain. Kamu bisa menunda kegiatan yang sifatnya penting dan tidak mendesak, seperti pulang kampung bertemu orang tua.

Sedangkan untuk kegiatan yang tidak penting dan juga tidak mendesak, seperti menonton film, bisa kamu lakukan nanti saat skripsi sudah selesai.

Metode ini akan memudahkan DoCheckers untuk memetakan mana saja pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan pekerjaan mana yang masih bisa ditunda.

4. Tentukan Target Waktu Penyelesaian

Tahukah DoCheckers, ternyata penting sekali loh membuat target waktu penyelesaian saat mengerjakan sesuatu. Apa pun pekerjaanmu baik sebagai karyawan atau lainnya, penting untuk membuat target waktu.

Bagi kamu yang saat ini menjadi karyawan, MinCheck punya tips manajemen waktu kerja yang jitu dan bisa kamu coba.

Misalnya saat DoCheckers mendapatkan tugas dari atasan, tentu tidak bisa mengerjakan tugas tersebut secara asal-asalan dan harus tepat waktu, kan? Maka dari itu, buatlah target penyelesaian dan sesuaikan dengan kemampuan.

Caranya kamu bisa membuat target dengan memperhitungkan gangguan-gangguan yang ada, seperti matikan dulu notifikasi di handphone. Dengan begitu, DoCheckers akan lebih termotivasi untuk bisa menyelesaikan tugas atau pekerjaan dengan segera tanpa gangguan apa pun.

5. Jangan Menunda Pekerjaan

Pernahkah kamu mendengar ungkapan menunda pekerjaan berarti menambah penderitaan? Nyatanya, itu benar banget lho DoCheckers! Saat kamu menunda menyelesaikan satu pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan hari ini, maka esok hari terpaksa harus menyelesaikan dua pekerjaan.

Mungkin kelihatannya menunda dapat membuat kamu memiliki waktu istirahat untuk sementara waktu. Namun sebenarnya DoCheckers malah akan lebih sibuk dan pusing karena beban kerja bertambah.

Bagaimana dengan yang masih berstatus sebagai pelajar? Adakah tips manajemen waktu yang bagus? Bagi DoCheckers yang berstatus sebagai pelajar, bisa juga loh menggunakan cara ini, karena cara mengatur waktu ini cocok juga bagi pelajar.

Baca juga: DoCheck Guide: Untuk Pelajar dan Mahasiswa

Nah, bagi kamu yang pelajar atau ada pekerjaan rumah yang harus selesai hari ini, sebisa mungkin kamu selesaikan saat itu juga. Selain untuk mengurangi menumpuknya pekerjaan, juga akan membuat penyelesaian pekerjaan lebih maksimal.

  • Selalu Fokus Mengerjakan Sesuatu

Memiliki strategi manajemen waktu yang bagus sangat bermanfaat untuk hidup kamu. Salah satu manfaatnya, kamu bisa fokus ketika mengerjakan sesuatu.

Di zaman teknologi yang begitu canggih seperti sekarang ini. Tentunya, ada banyak gangguan yang DoCheckers rasakan. Mulai dari notifikasi Whatsapp, Instagram, Tiktok, hingga jadwal nonton drama Korea kesayangan.

Padahal, untuk hasil yang maksimal, DoCheckers seharusnya bisa fokus terhadap apa yang dikerjakan. Bukan malah melakukan kegiatan lain. Maka dari itu, kamu perlu fokus.

Baca juga: Not-to-do List: Sebuah Daftar yang Bisa Bikin Fokus!

Menurut Sherly, dengan fokus, kamu dapat menjadi versi terbaik dari diri sendiri, apa pun profesinya.

Nah, untuk melatih fokus, DoCheckers dapat menghilangkan atau menghindar dari gangguan-gangguan yang mungkin akan mengganggu saat kamu menyelesaikan pekerjaan.  Misalnya, kamu bisa mematikan handphone, menjauhkan makanan, atau bahkan menyendiri di kamar.

7. Mintalah Bantuan Orang Lain

Dokter sekaligus Youtuber, Dr Indrawan Nugroho menyampaikan pesan terkait meminta bantuan orang lain dalam akun Youtubenya. Menurutnya, untuk mencapai tujuan besar, sah-sah saja ketika kamu meminta bantuan orang lain.

Apalagi jika kamu mulai kewalahan dengan semua beban pekerjaan yang kamu kerjakan sendiri, tidak ada salahnya menggunakan tenaga orang lain.

Misalnya jika DoCheckers adalah Youtuber yang sudah memiliki penghasilan yang lumayan besar untuk menggaji orang lain, kamu bisa mulai mempekerjakan cameraman atau editor, sehingga pekerjaanmu menjadi lebih ringan.

Ya, mungkin akan sedikit mengorbankan kocek, namun ini akan membantu DoCheckers untuk tetap waras akibat terlalu banyak beban kerja.

8. Berikan Reward dan Punishment

DoCheckers setuju nggak sih, kalau selfreward itu penting? Karenanya agar kamu lebih bersemangat dalam mengatur manajemen waktu, sebaiknya berikan hadiah saat kamu berhasil mencapai sebuah target.

Misalnya nih, saat DoCheckers mengerjakan skripsi, lalu ternyata kamu berhasil menyelesaikannya lebih cepat dari target awal. Nah, untuk mengapresiasi hal ini, kamu bisa menghadiahkan dirimu dengan membeli es krim favoritmu.

Momen menyenangkan inilah yang nanti dapat menjadi pemicu DoCheckers untuk terus fokus saat melakukan pekerjaan.

Lalu, kalau tidak sesuai target, gimana? DoCheckers juga bisa memberikan punishment atau hukuman saat target tidak tercapai.

Jenis hukumannya sebaiknya dengan sesuatu yang lumayan memberatkan. Misalnya membayar denda yang cukup besar, sehingga membuat kamu tidak gampang melalaikan pekerjaan.

9. Manfaatkan Teknologi Time Management

DoCheckers bisa menggunakan aplikasi yang memudahkan dalam membuat time management, salah satunya adalah DoCheck.

Emangnya DoCheck bisa ngapain aja? Aplikasi ini dapat membantu kamu menentukan goals yang ingin dicapai beserta hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapainya.

DoCheck bisa juga membantu kamu memantau sejauh mana pekerjaan sudah dikerjakan, dan juga sebagai alarm yang mengingatkanmu bila lupa atau tidak sesuai target.

Nah, dengan adanya teknologi time management seperti DoCheck ini, tentunya akan memudahkan kamu dalam membuat daftar pekerjaan dan mencapai tujuan.

Ini cocok banget untuk kamu yang sedang bingung tentang bagaimana cara mengatur waktu sehari-hari. Dengan DoCheck ini, dapat membantumu mengatur jadwal kegiatan secara harian dan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan.

Baca juga: 5 Metode Mengatur Waktu yang Efektif dan Populer

10. Ajak Orang Lain untuk Ikut Mengawasi

Selanjutnya, DoCheckers juga bisa meminta orang terdekat untuk mengawasimu supaya kamu memiliki manajemen waktu yang baik. Coba ceritakan kepada mereka tentang apa yang ingin kamu capai dan apa saja tahapan yang harus dilakukan.

Jangan ragu untuk meminta mereka mengingatkan, jika sewaktu-waktu melihat kamu sedang asyik bermalas-malasan. Selain itu, kamu juga bisa memintanya memberikan sanksi, jika target yang kamu inginkan tidak tercapai.

Jika mereka merupakan orang yang kamu segani atau sayangi, tentu akan ada rasa sungkan atau malu jika pekerjaan tidak terselesaikan, bukan?

11. Ubah Mindset Pekerjaan yang Berat menjadi Ringan

Meski kelihatan sepele, pikiran ternyata memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Bahkan banyak dokter yang mengatakan bahwa banyak penyakit awalnya bermula dari pikiran, karenanya penting untuk DoCheckers mengubah pemikiran terutama dalam memulai kebiasaan baik.

Seperti yang James Clear tuliskan dalam bukunya Atomic Habits, yaitu jika ingin memulai kebiasaan baik maka dengan membuat sebuah kebiasaan baru terlihat mudah dan menyenangkan.

Ketika ingin meninggalkan kebiasaan buruk, maka kamu perlu mengubah pikiranmu bahwa kebiasaan buruk itu sulit dan tidak menyenangkan.

Sebagai contoh misalnya, untuk mengubah kebiasaan menonton TV sepulang kerja, DoCheckers bisa mencabut colokan televisi, sehingga tidak bisa langsung menonton TV.  Karena untuk menonton TV ini membutuhkan upaya lebih untuk melakukannya, maka kamu akan malas untuk  melakukannya.

Jika hal tersebut kamu lakukan secara terus menerus, maka kebiasaan buruk menonton TV setelah kerja bisa hilang dan bisa menjadi kebiasaan. Kamu bisa alihkan ke kegiatan positif lainnya, misalnya langsung mandi supaya badan segar kembali.

Contoh lainnya saat kamu ingin memulai kebiasaan baik berupa Yoga selama dua jam sehari, “daripada kamu berpikir akan melakukan yoga selama dua jam”, lebih baik ganti dengan “hanya akan menggelar tikar sebentar”. Dengan begitu keinginan untuk melakukannya akan lebih besar karena terasa lebih ringan.

12. Pilih Sosok Idola yang Menyemangati

Apakah DoChecker punya idola kesayangan? Jika belum, MinCheck sarankan untuk bijak dalam memilih sosok idola yang disenangi.

Pilihlah selebgram atau artis favorit yang juga menerapkan manajemen waktu yang baik. Dengan begitu, kamu tentu akan lebih semangat meniru mereka untuk mengatur waktu dengan baik.

13. Pilih Lingkungan yang Baik

Selain idola, DoCheckers juga harus bijak dalam memilih lingkungan pergaulan. Kamu tentu tidak asing dengan kalimat ini, “jika bergaul dengan pandai besi, minimal kecipratan bau besinya. Namun jika bergaul dengan tukang parfum, akan kecipratan bau wanginya.”

Tanpa bermaksud menghina profesi tukang besi, maksud dari pernyataan di atas adalah lingkungan pergaulan akan mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Jika bergaul dengan orang yang biasa bersantai dan tidak memiliki tujuan, tentu secara tidak langsung kamu juga akan mengikutinya.

14. Pilih Waktu untuk Istirahat

DoCheckers tentu pernah memegang handphone yang panas gara-gara kelamaan dipakai. Begitu pun manusia, bila dibiarkan terus menerus bekerja tanpa jeda, nantinya akan membuat otak berat sehingga menjadi stres. Akibatnya, semua pekerjaan malah terbengkalai.

Maka dari itu, berhentilah sebentar agar tubuh bisa beristirahat setelah lelah beraktivitas. Kamu bisa ambil jeda atau liburan setelah sibuk menyelesaikan suatu pekerjaan, setelah fresh, barulah kamu kembali bekerja.

15. Buat Semua Hingga Menjadi Habit

Yuk buat jadi habit
Yuk buat jadi habit (Foto via Unsplash)

Last but not least yang tak kalah penting, adalah menjadikan semua hal di atas sebagai kebiasaan. Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Social Psychology oleh Phillippa Lally menuliskan, rata-rata orang butuh waktu 66 hari untuk membentuk sebuah kebiasaan.

Artinya, kamu hanya perlu melakukan kebiasaan di atas selama 66 hari, maka secara otomatis ini akan menjadi habit atau kebiasaan.

Penutup

Lakukan Tips manajemen waktu yang baik di atas agar DoCheckers bisa menjadi produktif. Gunakan aplikasi DoCheck untuk memudahkan DoCheckers membuat to-do list atau jadwal kegiatan harian. Ingat! Sebagus apa pun tips manajemen waktu, yang terpenting adalah melakukannya. Jadi, selamat mencoba!


Terbaru

Kategori

Scroll to Top