manajemen waktu

Manajemen Waktu: Pengertian, Manfaat dan Tipsnya


Manusia hanya punya 24 jam sehari untuk menjalankan segala aktivitas. Waktu ini mungkin terasa lama, tetapi bagi sebagian orang yang lain ini bisa sangat cepat. Bahkan kurang untuk melakukan sekolah, makan, bekerja, tidur, mengerjakan tugas, dan sebagainya. Nah, agar seluruh rencana DoCheckers berjalan dengan lancar, ada baiknya menerapkan strategi dan manajemen waktu. Dengan pengaturan yang tepat, waktu sehari semalam bisa lebih efektif untuk membuat lebih produktif.

Pengertian Manajemen Waktu

Melansir KBBI, manajemen berarti penggunaan sumber daya secara efektif sehingga dapat mencapai tujuan. Adapun manajemen waktu berarti upaya pengendalian dan pemanfaatan waktu agar bisa beraktivitas dengan produktif, efektif, dan efisien.

Penerapan manajemen waktu tidak hanya ketika di lingkungan kerja, lho. Namun, juga bisa diterapkan sedini mungkin. Termasuk ketika berada di bangku sekolah atau perguruan tinggi. Mengatur waktu dengan baik akan membantu seluruh kegiatan lebih terorganisasi.

Manajemen waktu yang tepat bukan hanya membuat memiliki aktivitas padat yang efisien. Namun, juga menjadi less stress karena dapat menyelesaikan segala tugas dengan baik sesuai deadline alias tenggat waktu. Dengan manajemen waktu memungkinkan memilah mana kegiatan penting dan kurang penting.

Ada pengertian manajemen waktu menurut para ahli, di antaranya:

  • Atkinson mengartikan manajemen waktu sebagai suatu jenis keterampilan. Bentuk skills ini berkaitan dengan tindakan individu secara terencana sehingga seseorang mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin;
  • Forsyth berpendapat bahwa manajemen waktu yakni upaya untuk membuat waktu terkendali. Hasilnya, DoCheckers dapat menciptakan efektivitas dan produktivitas;
  • Akram memberikan penjelasan manajemen waktu sebagai kemampuan menggunakan waktu dengan efektif dan efisien. Tujuannya untuk memperoleh manfaat yang maksimal;
  • Orr menjelaskan manajemen waktu sebagai pemanfaatan waktu untuk melakukan hal-hal yang prioritas penting dan sudah tercatat di timetable;
  • Leman berpendapat bahwa manajemen waktu merupakan penggunaan dan pemanfaatan waktu sebaik mungkin dengan membuat rencana aktivitas yang tersusun;
  • Davidson mengartikan manajemen waktu sebagai cara untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, sehingga DoCheckers bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan cerdas;
  • Adapun pengertian manajemen waktu menurut Frederick Winslow Taylor merupakan proses pencapaian tujuan utama kehidupan dengan cara  mengesampingkan kegiatan kurang bermanfaat dan memakan banyak waktu.

Sifat-sifat Waktu

Ini sifat-sifat waktu yang perlu kamu tahu
Ini sifat-sifat waktu yang perlu kamu tahu (Foto via Unsplash)

Waktu terus berjalan dan tidak bisa dihentikan. Selain itu, waktu juga memiliki sifat-sifat khusus yang menandakan ciri khasnya. Di antaranya:

  • Tidak disengaja. Waktu terkenal sebagai dimensi keempat dari panjang, lebar dan tinggi. Di bumi, waktu berjalan dengan tidak sengaja dan terus berjalan;
  • Tidak dapat berubah. Sesuatu yang terjadi dan berhubungan dengan waktu bersifat mutlak dan tidak bisa diubah. Apa yang terjadi di masa lalu akan mempengaruhi masa yang akan datang;
  • Orang sangat memerlukannya. Segala sesuatu yang dilakukan setiap harinya selalu berinteraksi dengan waktu. Artinya, setiap orang membutuhkannya;
  • Bisa dihitung. Waktu memiliki satuan hitungnya, yakni second alias detik. Meski terus bergulir, waktu bisa dinyatakan dalam bentuk angka;
  • Bersifat mutlak. Sir Isaac Newton melalui Hukum Newton menyatakan bahwa waktu bersifat konstan bagi setiap individu yang mengamatinya di seluruh semesta.

Manfaat Manajemen Waktu

Menerapkan scheduling dan mengatur waktu sesuai aktivitas prioritas sangat berdampak pada kehidupan, lho. Akhirnya, DoCheckers bisa bekerja dengan lebih produktif dan efektif. Selain itu, ada banyak manfaat manajemen waktu yang bisa didapatkan, termasuk:

1. Mengurangi Stres

Manajemen waktu yang baik membuat dapat mengatur kegiatan sesuai dengan kebutuhan. Tugas-tugas bisa selesai dalam waktu yang tepat tanpa harus mengorbankan banyak waktu lain, seperti bermain, istirahat, bahkan kencan.

Dengan kegiatan yang seimbang, tentu jadi lebih senang. Tidak merasa kewalahan menyelesaikan segala kewajiban. Hal ini juga menurunkan risiko stres akibat terlalu banyak kegiatan bertubrukan sekaligus.

2. Hidup yang Lebih Seimbang

Ada kalanya DoCheckers harus mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan tugas kuliah. Bahkan berhari-hari tidak main atau keluar rumah guna menuntaskan satu pekerjaan tertentu. Tanggung jawab mungkin selesai, tetapi kebutuhan yang lain gak terpenuhi.

Akhirnya, justru merasa burnout. Nah, manajemen waktu membantu terhindar dari hal serupa. Menyusun aktivitas sesuai skala prioritas akan menjadikan hidup lebih seimbang untuk segala kegiatan.

3. Lebih Fokus Mengerjakan Sesuatu

Saat multitasking, otak perlu membagi fokus satu aktivitas dengan aktivitas lain. Sekilas, ini akan menyelesaikan lebih banyak tugas dalam satu waktu. Nyatanya, justru berkebalikan. Adapun jika berhasil melakukannya bersamaan, kualitasnya mungkin tidak sebaik ketika mengerjakannya dengan fokus.

Manfaat manajemen waktu salah satunya membantu fokus terhadap satu hal dalam satu waktu. Dengan begitu, DoCheckers bisa menyelesaikan tugas lebih maksimal sesuai jadwal yang sudah tersusun sebelumnya. Tugas selesai, waktu berikutnya tersedia untuk tugas-tugas lainnya.

4. Produktivitas Meningkat

Bukan hanya keseimbangan, manajemen waktu juga berpengaruh ke tingkat produktivitas. Saat jadwal tersusun rapi dan bisa mengerjakan dengan fokus, maka bisa bekerja dengan lebih cepat serta hasil maksimal.

Pengulangan kebiasaan terstruktur akhirnya mempengaruhi produktivitas dan menjadikannya meningkat. Tidak hanya sibuk, tetapi juga menyelesaikan seluruh tanggung jawab secara tepat waktu.

Baca juga: 5 Kebiasaan untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

5. Lebih banyak Energi Tersimpan

Coba bandingkan ketika DoCheckers melakukan banyak hal secara serabutan tanpa jadwal rapi dengan segala sesuatu yang telah tersusun. Kira-kira, bakal lebih banyak menghabiskan tenaga untuk pilihan yang mana? Well, manajemen waktu membantu lebih hemat energi.

Kontrol terhadap penggunaan waktu memungkinkan kamu menggunakan energi sesuai porsinya. Nugas ya nugas, tidur ya tidur, bukannya asyik main ponsel. Dengan begitu, energi otak untuk berpikir sesuai dengan kebutuhan.

6. Mengurangi Kebiasaan Menunda

Setelah ini, DoCheckers harus melakukan itu, yakni mengurangi kebiasaan menunda. Ketika kebiasaan sudah terbentuk, secara otomatis tubuh akan melakukan gerak refleks. Secara otomatis akan mengikuti arahan schedule yang sudah terencana dan tidak berleha-leha sebelum waktunya tiba.

Sayangnya, kebiasaan manajemen waktu ini tentu bukan hal singkat yang tiba-tiba terjadi. Kamu perlu mengawalinya dan menjalankannya dengan komitmen penuh. Usahakan untuk terus tidak tergoda pada kegiatan-kegiatan kurang penting sebelum tanggung jawab selesai.

7. Memudahkan Mencapai Target

Manajemen waktu memudahkanmu mencapai target
Manajemen waktu memudahkanmu mencapai target (Foto via Unsplash)

Dengan manajemen waktu yang baik, DoCheckers bisa mencapai tujuan tersebut lebih mudah. Peningkatan fokus, penggunaan energi sesuai kebutuhan, hingga produktivitas mendorong untuk bisa meraih goals yang sudah ditetapkan.

Agar lebih efisien, gunakan manajemen waktu yang membagi tugas harian secara lebih sederhana. Break down keseluruhan tugas besar dan kelompokkan menjadi aktivitas kecil yang lebih terukur sehingga lebih mudah untuk kamu lakukan.

8. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Lah, apa hubungannya? Sekilas mungkin tidak memiliki kaitan sama sekali. Namun, individu yang disiplin tentu memiliki citra baik, bukan? Nah, orang lain akan menganggap memiliki nilai positif yang mampu mengelola waktu dengan maksimal.

Kemampuan ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kepercayaan diri. Alih-alih jadi individu yang suka telat dan bikin bete, DoCheckers bisa membangun image disiplin dan tak tek ketika mengerjakan tugas.

Baca juga: Kurang Pede? Intip Dulu Manfaat Sikap Percaya Diri Ini!

Tips Manajemen Waktu yang Efektif

Menerapkan jadwal saja belum tentu efektif untuk manajemen waktu secara keseluruhan, lho. Ada beberapa hal yang bisa diikuti sebagai tips mengatur waktu. Apa saja?

1. Tetapkan Tujuan dengan Benar

Alih-alih menulis ‘aku harus mengerjakan ini besok’, lebih baik membedahnya lagi menjadi lebih spesifik. Contoh manajemen waktu, ‘aku harus mengerjakan ini pukul 16.00 hari Senin’.

Strategi SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Timely) ini membantu tujuanmu lebih mudah dicapai karena terukur.

  • Atur sesuai Prioritas

Matriks manajemen waktu terbagi menjadi penting mendesak, penting tidak mendesak, kurang penting dan mendesak, serta tidak penting tidak mendesak. Perlunya mengurutkan aktivitas sehari-hari sesuai kategori. Lakukan urutan sesuai prioritas mana yang penting dan mendesak terlebih dahulu.

3. Batas Waktu Penyelesaian Tugas

Kembali dengan aturan metode SMART, ada timely yang artinya bisa terukur waktu. Memberikan deadline membuat lebih fokus sehingga mengerjakan sesuai batas waktu yang sudah ditentukan sendiri.

Dengan catatan, atur tenggat sesuai dengan beban tanggung jawab yang harus dikerjakan, ya.

4. Sisipkan Istirahat

Bekerja atau mengerjakan tugas secara terus menerus memang membuatnya lekas selesai. Namun, tubuh akan mengalami kelelahan dan risiko overwhelmed. Lebih baik, gunakan teknik pomodoro yang menyelipkan istirahat di tengah deadlinedeadline singkat mengerjakan tugas.

5. Patuhi Aturan yang Sudah Dibuat

Babak paling sulit dari manajemen waktu adalah mematuhi aturan yang sudah dibuat. Ada kalanya merasa, ‘ah, ntar aja deh’ yang justru merusak semua jadwal. Tegas terhadap diri sendiri atas perbuatan yang dilakukan, pun boleh memberikan reward atas disiplin yang diterapkan.

6. Hilangkan Aktivitas yang Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Ada agenda nonton drama di sela mengerjakan tugas? Sebaiknya, sisihkan terlebih dahulu di waktu senggang seperti akhir pekan. Cara manajemen waktu ini bertujuan untuk membuat fokus dan tidak memikirkan sesuatu yang kurang penting di antara semua tugas.

7. Asah Kemampuan Questioning and Challenging

Coba sesekali bertanya seberapa penting dan seberapa menantang kegiatan untuk diselesaikan dalam satu waktu. Apakah hal tersebut memang harus dikerjakan? Daripada menghabiskan menit-menit untuk questioning saat aktivitas sudah berjalan, lebih baik tentukan tingkat kepentingan di awal.

8. Tentukan Motivasi Diri

Tidak salah ketika mengalami malas atau merasa kurang terdorong untuk melakukan manajemen waktu. Guna mengatasi hal ini, perlu menetapkan motivasi diri. Kira-kira hal apa yang bisa DoCheckers dapatkan atau benefit setelah melakukannya. Misalnya, setelah nugas bisa nonton drama korea.

  • Pilih Ruang Kerja yang Mendukung

Sebagian orang tidak bisa fokus ketika bekerja dengan lagu, sementara yang lain enjoy mengerjakan tugas di tengah kebisingan. Ada baiknya perlu tahu dulu, nih, nyamannya gimana. Lalu, pilih lingkungan yang mendukung. Kalau merasa kurang fokus dengan keramaian, maka hindari mengerjakan tugas di kafe.

10. Gunakan Tools Manajemen Waktu

Ponsel bukan hanya sebagai distraksi, tetapi juga membantu lebih fokus. Unduh aplikasi pendukung manajemen waktu. Misalnya,  DoCheck. Bukan sekadar to-do list biasa, aplikasiini membantu memecah aktivitas secara terukur sehingga lebih mudah dilakukan.

Penutup

Banyak yang mengakui kalau manajemen waktu merupakan rutinan yang sulit penerapannya. Yup, butuh komitmen dan durasi untuk membuatnya menjadi kebiasaan. Namun, bukan berarti tidak bisa, selama mengaturnya dan menerapkannya dengan sungguh-sungguh, ya!


Terbaru

Kategori

Scroll to Top