work-life balance

Work-life Balance: Keseimbangan Antara Kehidupan Personal dan Pekerjaan


Mungkin kamu sudah sering mendengar kata-kata work-life balance sebelumnya, kata ini sering diartikan sebagai keadaan seimbang antara kehidupan pekerjaan dengan kehidupan personal seseorang. Seimbang di sini artinya sama-sama membagi waktu untuk pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Sehingga keduanya berjalan sesuai porsinya masing-masing, tidak lebih dan tidak kurang. Tapi apa kamu tau, kenapa sih work-life balance begitu populer dikalangan pekerja? Apakah work-life balance, juga jadi sebuah pencapaian yang harus digapai semua orang? Nah, agar lebih paham, yuk simak berikut ini.

Seseorang bisa merasakan work-life balance jika mampu mengatur dan bersikap disiplin pada diri sendiri. Pekerja yang sering mengalami work overload hingga lewat dari jam kerja, pasti masih menargetkan pekerjaan yang sempurna dan belum mengatur waktunya dengan baik. Jika ini dilakukan terus menerus, dikhawatirkan akan menyebabkan stress, burnout, hilang fokus, hingga menciptakan kebiasaan kerja yang tidak sehat.

Agar menghindari efek negatif tersebut, maka dibutuhkan work-life balance. Keseimbangan antara kehidupan personal dan pekerjaan bukan hanya jadi satu pencapaian, namun harus menjadi siklus yang terjadi terus menerus. Penelitian pada tahun 2020 menyebutkan, sebanyak 80% pekerja menolak bekerja untuk waktu yang panjang sedangkan sisanya memilih bekerja berjam-jam, karena berpikir hal itu yang dilakukan seorang profesional sukses.

Baca Juga: Work From Home: Cara Agar Tetap Produktif Sekaligus Menyenangkan

Ternyata pekerja yang menolak bekerja untuk waktu yang panjang, memiliki strategi untuk menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan mereka. Hal ini memberikan gambaran bahwa mayoritas dari pekerja sudah menerapkan siklus work-life balance. Jadi, bagaimana menciptakan work-life balance yang benar, agar keseimbangan antara kehidupan personal dan pekerjaan jadi lebih baik? Berikut ini DoCheck sudah merangkumnya untuk kamu.

Menerima Bahwa Tidak Ada Work-life Balance yang Sempurna

Photo By Pavel Danilyuk From Pexels

Kamu mungkin berpikir untuk punya work-life balance yang sempurna, seperti produktif di kantor setelah itu pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Hal ini bisa saja terjadi tapi mungkin juga sulit dilakukan, karena ekspektasi berbeda dengan realita.

Ada saatnya kamu disibukkan dan harus fokus dengan pekerjaan, sedangkan di hari lain kamu lebih punya waktu luang, yang bisa dimanfaatkan untuk hobi atau menghabiskan waktu bersama kerabat. Gunakan waktu luang yang kamu punya untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, sehingga work-life balance bisa terpenuhi. Work-life balance di sini berperan secara siklus, berulang, atau dari waktu ke waktu, dan tidak harus dilakukan setiap hari.

Baca Juga: Ternyata Ini Loh 6 Kekurangan Work From Anywhere

Prioritaskan Kesehatan

Photo By Max Nikhil Thimmayya From Pexels

Masalah kesehatan kamu adalah yang terpenting. Jika kamu mempunyai masalah kesehatan, terutama mengenai mental health, kamu bisa coba memeriksakan kesehatan ke psikolog dan ahli profesional sejenisnya. Kalau tubuh kamu sehat secara jasmani dan rohani, maka kamu bisa terus produktif dalam pekerjaan dan ini bisa mengurangi jumlah ketidakhadiran kamu di kantor.

Jika kesehatan kamu membaik, akan berpengaruh pada perasaan yang lebih bahagia, produktivitas, dan pencapaian dalam pekerjaan. Untuk tetap menjaga kesehatan, kamu bisa lakukan olahraga rutin, misalnya jogging, yoga, home workout, berenang, menari, dan lainnya.

Baca Juga: Anxiety Disorders: Kenali Macam dan Gejalanya

Jangan Bekerja di Luar Jam Kerja

Photo By Cottonbro From Pexels

Jangan membiasakan untuk tetap membalas email atau melakukan pekerjaan di luar jam kerja. Alasannya karena, bukannya akan meningkatkan produktivitas tapi kamu malah kehilangan waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan lain. Jika dilakukan terus menerus, akan menimbulkan tekanan yang dibuat oleh diri sendiri.

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain :

  1. Menyelesaikan pekerjaan yang penting terlebih dahulu, sehingga saat berada di luar jam kerja, kamu tidak perlu memikirkan pekerjaan penting yang belum selesai.
  2. Bicarakan dengan rekan kerja, bahwa tidak akan menganggu waktu di luar jam kerja dengan menanyakan pekerjaan, karena akan mengganggu waktu istirahat dan kehidupan personal kamu.

Menetapkan Tujuan dan Prioritas

work-life balance
Photo By Breakingpic From Pexels

Last but not least, tentukan tujuan dan prioritas dari pekerjaan kamu. Tujuan bisa dicapai dengan mengatur waktu, membuat to-do list, dan menganalisis setiap pekerjaan yang sudah kamu kerjakan, apakah sudah sesuai atau belum. Dengan adanya tujuan dan manajemen waktu, pekerjaan kamu akan lebih efektif dan efisien sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

Baca Juga: Eat The Frog: Memprioritaskan Tugas yang Paling Sulit

To-do list akan membantu kamu menyusun kegiatan agar lebih teratur, tentang apa saja yang harus dilakukan hari ini, besok, ataupun minggu depan. Mengatur kegiatan dengan to-do list dapat meningkatkan motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan dan jika pekerjaan lebih cepat selesai, waktu luang dapat digunakan untuk beristirahat sebentar untuk mengisi kembali energi.

Nah, itu dia cara untuk menciptakan work-life balance yang baik, agar kehidupan personal dan pekerjaan kamu bisa seimbang. Untuk membantu kamu menciptakan work-life balance, yuk mulai sekarang buat to-do list untuk menetapkan tujuan dan prioritas dalam pekerjaan. Kamu bisa gunakan aplikasi DoCheck untuk membuat to-do list, loh. Download aplikasinya untuk Android di sini dan untuk pengguna iOS di sini. Jangan khawatir, kamu bisa gunakan semua fitur di aplikasinya, GRATIS!


Scroll to Top