work from home

Work From Home: Cara Agar Tetap Produktif Sekaligus Menyenangkan


Saat ini sudah memasuki tahun ke-2 semenjak pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu. Dikutip dari CNN Indonesia, kasus varian terbaru Omicron dan varian lainnya pada Sabtu (5/2/2022), mengalami kenaikan 58,71% dibanding pekan sebelumnya. Sehingga, banyak perusahaan yang mulai menetapkan pekerjaan dari rumah lagi sebagai agenda tetap maupun secara bergantian (WFO dan WFH).

Lalu, untuk memulai kebiasaan baru (work from home), kita harus membuat sendiri suasana bekerja seperti di kantor walaupun sedang bekerja dari rumah. Hal ini dilakukan agar pekerja bisa tetap fokus, produktif, dan tidak bermalas-malasan. Work from home memang terdengar menyenangkan, karena pekerja bisa dengan leluasa mengenakan pakaian rumah saat bekerja, maupun sambil mendengarkan lagu favorit.

Namun, bekerja di rumah terkadang juga bisa membuat kamu jenuh. Nah, untuk mengembalikan motivasi bekerja, maka membuat suasana kondusif seperti di kantor perlu dilakukan, karena akan mempengaruhi kinerja kamu, loh. Nah, untuk tips lainnya agar tetap produktif walaupun sedang work from home, berikut ini DoCheck sudah merangkumnya untuk kamu:

Buat To-do List

work from home to-do list
Photo By Polina Kovaleva From Pexels

Sebelum mengawali kegiatan, kamu perlu membuat to-do list tentang kegiatan apa saja yang harus dilakukan dan diselesaikan hari ini. To-do list tidak hanya menampilkan daftar pekerjaan, namun akan memotivasi kamu untuk mengerjakannya, karena sudah ada target waktu pengerjaan.

Walaupun WFH sering menimbulkan prokrastinasi karena terbawa suasana saat di rumah, tapi dengan to-do list bisa memberikan reminder untuk diri sendiri. Agar tidak suntuk saat bekerja, kamu juga bisa menerapkan teknik pomodoro, yaitu membagi waktu kerja menjadi blok atau potongan selama 25 menit. Dengan teknik ini, kamu akan lebih mudah memulai sesuatu dan tidak mudah terdistraksi hal lain.

Baca Juga: To-do List Agar Produktif Ala Raditya Dika

Buat Lingkungan Kerja Sendiri

work from home
Photo By Ivan Samkov From Pexels

Pilihlah ruangan yang menurut kamu nyaman dan tata ruangan tersebut seperti ruang kerja. Usahakan ruangan tersebut memiliki pintu, agar segala gangguan dari luar tidak asal masuk ke ruang kerja dan mengganggu fokus kamu bekerja. Jika tidak ada ruangan lain yang bisa digunakan untuk bekerja, kamu bisa gunakan kamar tidur tapi dengan pengaturan meja yang lebih rapi, dengan memberikan cahaya agar masuk ke ruangan. Kemudian sediakan dan letakkan barang-barang pendukung pekerjaan di dekat kamu, sehingga saat dibutuhkan tidak perlu berusaha keras mencarinya.

Terkadang, penggunaan kabel-kabel berlebihan yang ada di tempat kerja juga memberikan kesan yang buruk dan berantakan. Kalau kamu ingin ruangan terlihat rapi, kamu perlu juga membereskan dan menata ulang kabel yang masih terpakai dan tidak terpakai. Sisakan maksimal 2 kabel seperti charger handphone atau laptop dan setelah dipakai jangan dibiarkan menggantung pada stop kontak.

Ada beberapa komponen yang memengaruhi ruang kerja agar menjadi nyaman dan meningkatkan produktivitas, antara lain:

  1. Pencahayaan ruangan, pencahayaan yang kurang bisa membuat mata lebih cepat lelah, hingga sakit kepala.
  2. Pengaturan kursi dan meja yang baik, misalnya penggunaan monitor harus sejajar dengan mata dan jaraknya 40-75 cm, agar kesehatan mata tidak terganggu. Posisi kursi juga diatur sedikit bersandar, agar mengurangi tekanan pada tulang belakang dan meminimalkan nyeri pada punggung bagian bawah.
  3. Pengharum ruangan, selain pencahayaan yang mempengaruhi produktivitas, aroma pada ruangan akan membuat penghuninya nyaman, mempengaruhi pola pikir, dan meningkatkan mood. Beberapa aroma yang bisa dijadikan pengharum ruangan, yaitu cinnamon, lavender, peppermint, citrus, dan lainnya.

Mendengarkan Musik

Photo By Ivan Samkov From Pexels

Bagi sebagian orang, mendengarkan musik bisa mempengaruhi produktivitas dan mood. Saat bekerja di kantor, sangat sedikit sekali bahkan tidak deperbolehkan mendengarkan musik jika tidak menggunakan headphone/earphone, karena akan mengganggu rekan kerja lainnya. Jadi, jika kamu sedang bekerja di rumah, memutar musik yang punya melodi slow atau instrumen, bisa jadi pilihan untuk menemani saat bekerja.

Hindari mendengarkan musik yang mengganggu konsentrasi dan malah mengalihkan kamu dari pekerjaan. Dikutip dari artikel “Music at work: good or bad?”, pekerjaan yang berhubungan dengan linguistik disarankan untuk mendengarkan musik tanpa lirik saat bekerja. Alasannya agar tetap fokus pada pekerjaan dan meningkatkan motivasi.

Baca Juga: Produktif dengan Menonton Video 5 YouTube Channel Ini

Tetap Bersosialisasi

Photo By Matilda Wormwood from Pexels

Walaupun sedang work from home, bukan berarti kamu kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi dan terhubung dengan orang lain. Sempatkan untuk melakukan video call atau menelepon kerabat, teman, atau rekan kerja, untuk sekadar menanya kabar dan progress pekerjaan.

Baca Juga: Game Bisa Buat Kita Produktif? Ini Dia Game-nya!

Dengan selalu terhubung dengan orang lain, kamu tidak merasa sepi dan sendirian. Jika kamu jarang berinteraksi dengan orang lain, ini akan mempengaruhi kesehatan mental. Alasannya, karena kamu merasa tidak punya teman untuk berbagi cerita dan tidak percaya diri dengan apa yang kamu punya. Sehingga kamu akan cenderung mengeluh dan akhirnya overthinking. Jadi, tetap bersosialisasi saat work from home sangat penting dilakukan.

Nah, itu dia hal-hal yang bisa kamu lakukan saat work from home agar tetap produktif sekaligus menyenangkan. Sebagai salah satu pendukung kegiatan produktif saat bekerja dari rumah, kini ada aplikasi DoCheck yang bisa kamu gunakan untuk membuat to-do list pekerjaan kamu, loh. Aplikasi ini sudah bisa di download di Play Store untuk pengguna Android dan di App Store untuk pengguna iOS. Tenang aja, kamu bisa gunakan aplikasi ini secara gratis. Yuk, tunggu apa lagi, segera download aplikasinya, sekarang!


Scroll to Top