Pola F dalam CV, Rahasia Desain CV yang Mudah Dibaca HRD ala Vina Muliana

Pola F dalam CV, Rahasia Desain CV yang Mudah Dibaca HRD ala Vina Muliana


Desain CV merupakan satu dari banyaknya hal yang sering dipertimbangkan dalam pembuatan CV. Apakah cukup kreatif atau jangan-jangan desain yang digunakan malah membuat informasi penting yang kita miliki tidak terekspos dengan baik. Aduh… Perkara membuat CV memang tidak jauh dari pinter-pinternya kita mencuri perhatian recruiter. Sedangkan yang kita tahu, setiap recruiter memiliki selera dan subjektif yang berbeda. Jadi bikin bingung kan?

Untungnya, DoCheck berhasil “mencomot” rahasia seorang HRD yang belum banyak diketahui orang. Vina Maulina, seorang Communication Specialist yang memiliki segudang pengalaman yang menarik banget membagikan rahasia ini dalam #BeAPOPStarWorkshop yang digelar DoCheck 11 November lalu. Kamu juga bisa intip background Vina untuk melihat sehebat apa seorang Vina Maulina.

Menurut None Jakarta 2014 ini, CV ibarat sebuah brosur untuk melakukan PDKT dengan orang. Kita tidak mau kan orang yang berkomunikasi dengan kita malah merasa ilfeel. Maka dari itu, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendekati para recruiter ini. Meski pandangan tiap orang itu berbeda, tetap ada beberapa cara untuk membuat CV kita lebih berpotensi untuk dibaca oleh perekrut. Caranya langsung saja disimak dan catat baik-baik ya!

Desain CV Pola F

Apa itu desain CV pola F, artinya bukan membuat CV dengan kertas berbentuk huruf F ya. Pola F disini adalah peletakkan informasi atau layout dalam sebuah CV yang harus mengikuti huruf F. Latar belakang kemunculan pola ini berasal dari kebiasaan orang membaca, khususnya HRD, yang mengikuti bentuk huruf F. 

Pola F dalam CV, Rahasia Desain CV yang Mudah Dibaca HRD ala Vina Muliana
Pola F dalam CV

Caranya, kamu harus mengurutkannya dari informasi yang paling ingin ditonjolkan terlebih dahulu. Selanjutnya, diikuti oleh informasi terpenting kedua, dan seterusnya sampai yang urgensinya paling kecil. Tujuannya agar HRD betah membaca CV kamu karena diawali oleh informasi yang paling menarik dan dianggap relevan. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini urutan yang bisa kamu tulis dalam CV sekaligus cara mengoptimasi substansinya.

Baca Juga: CV ATS Friendly, Selangkah Lebih Dekat Menarik Perhatian HRD

Substansi yang Powerful

Nah ini dia yang tidak banyak diketahui orang. Sebanyak 98% CV yang di-review oleh Vina dalam #BeAPOPStarWorkshop tidak memberikan informasi yang baik dalam CV mereka. Sedangkan CV yang bagus adalah yang memiliki substansi yang powerful. Berikut ini panduan membuat CV agar CV kamu semakin berkualitas!

  • Profil dan Identitas Diri

Untuk mengisi profil singkat, kamu harus mengenali diri terlebih dahulu. Akan dibawa kemana karirmu nanti? Tuliskan tujuan yang meliputi keinginan bekerja dimana, dalam industri apa, atau isi dengan passion kamu sendiri. Deskripsi singkat ini harus mampu membuat HRD membaca potensi dan kecocokanmu pada suatu posisi. Kalau kata Vina, CV yang bagus memiliki deskripsi singkat yang bikin ngeh orang ini sebaiknya diposisikan sebagai apa.

Kemudian pada bagian identitas diri, kamu hanya perlu memasukan nama, tempat dan tanggal lahir, alamat secukupnya, dan kontak yang bisa dihubungi. Informasi detail seperti tinggi badan, agama, status perkawinan, hanya dimasukan apabila perusahaan yang kamu inginkan membutuhkan informasi tersebut. Alamat lengkap dan kartu identitas sebaiknya tidak perlu dilampirkan karena khawatir disalahgunakan.

  • Pengalaman Kerja

Penulisan pengalaman kerja harus diawali dari yang paling baru kemudian diteruskan ke pengalaman sebelumnya secara berurutan. Pastikan kamu mengisi pengalaman kerja yang relevan saja loh ya! HRD di perusahaan besar tidak akan memiliki waktu untuk membaca pengalaman yang tidak relevan. Jika terjadi, kemungkinan besar CV kamu akan langsung dilewat.

Tapi, apakah kamu berpikir bahwa lebih baik menuliskan pengalaman kerja yang banyak meski tidak relevan daripada mencantumkan pengalaman relevan yang sedikit? Tenang, inilah yang membedakan CV dan LinkedIn. Untuk menjabarkan seluruh pengalaman, kamu bisa jembrengkan saja melalui LinkedIn. CV hanya diperuntukkan untuk menggambarkan dirimu secara ringkas dan melihat kecocokan yang relevan dengan posisi yang kamu inginkan.

Baca Juga: Belum Punya Pengalaman Kerja? Tips Membuat CV untuk Fresh Graduate!

  • Pendidikan

Sama halnya seperti pengalaman kerja, pendidikan juga harus diurutkan berdasarkan yang paling baru. Kamu tidak perlu menuliskan seluruh riwayat pendidikan karena informasi itu dianggap tidak relevan lagi. Jadi, tuliskan saja pendidikan terakhir kamu dan prestasi yang dialami selama menjalani pendidikan tersebut.

Bagaimana dengan IPK? Jika IPK kamu lebih dari 3.50, maka tuliskan saja. Jika kurang, kamu bisa melengkapinya dengan pendidikan non-formal atau kursus-kursus yang pernah kamu ikuti. Jadi, jika kamu merasa masih kurang dalam poin ini dan perlu meningkatkan kualitasnya, opsi yang bisa kamu pilih adalah dengan mengikuti pendidikan non-formal.

  • Skill, Interest, dan Achievements

Kamu mungkin masih sering ya menemukan kemampuan yang dituliskan secara subjektif. Misalnya, penulisan kemampuan berbahasa Inggris adalah 70%. Sekilas, memangnya persentase itu didapat dari mana? Padahal, dalam CV, kemampuan, minat, dan pencapaian harus dituliskan secara objektif. Semua itu tidak dicantumkan dalam bentuk grafik atau sesuatu yang pengukurannya tidak jelas.  Hal ini juga berkaitan dengan skill. Skill yang dimasukkan sebaiknya merupakan hard skill atau kemampuan teknis. Kamu bisa membuktikan kemampuan ini melalui portofolio, sertifikat, dan bukti lainnya. 

  • Pengalaman Organisasi

Pertama, pilih pengalaman organisasi yang relevan dengan pekerjaan yang akan kamu apply. Kemudian, tuliskan pengalaman organisasi secara berurutan. Dalam poin ini, deskripsikan pencapaian apa yang sudah kamu dapatkan selama berkecimpung dalam organisasi tersebut. Misalnya pernah memimpin suatu program kerja, menjadi leader dalam departemen, dan pengalaman lain yang meningkatkan personal branding kamu.

Baca Juga: Pengalaman Organisasi untuk Membangun Personal Branding

Kesalahan yang Sering Ditemukan dalam CV

Terakhir, beberapa kesalahan yang sering ditemukan dalam sebuah CV. Pertama, layouting yang sembarangan. Kamu telah melakukan kesalahan ketika menempatkan pengalaman kerja di akhir CV. Kedua, penyusunan pengalaman kerja, organisasi, magang, dan pendidikan yang tidak berurutan dari yang paling baru. Ketiga, informasi yang masih bersifat subjektif. Tips penting dalam penulisan CV adalah menuliskan segala sesuatunya berdasarkan fakta dan memiliki bukti. Jadi, hindari penulisan informasi yang sifatnya subjektif ya!

Gimana, makin mantap gak tuh bikin desain CV sendiri? Sebelumnya, DoCheck juga sudah membagikan banyak tips loh terkait penulisan CV ini. Sekarang, untuk memaksimalkan pencarian kerja dan pengembangan diri kamu, unduh Aplikasi DoCheck agar tahapannya bisa kamu tuliskan dalam to-do list!


Scroll to Top