self-improvement

Self-Improvement: Menyerah Bukanlah Solusi, Inilah yang Harus Dilakukan Saat Ingin Menyerah


Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dan ingin menyerah. Kesedihan yang berlarut-larut bisa terjadi bila kurang terbiasa melatih  self-improvement. Belajar pengembangan diri akan melatih diri dalam mengantisipasi rintangan hidup.

Selain itu membentuk pribadi yang pantang menyerah dan mampu melangkah maju usai menemui kegagalan. Ada penyebab kenapa seseorang ingin menyerah dan berikut langkah-langkah yang perlu DoCheckers lakukan jika berada di kondisi ini:

Penyebab Seseorang Ingin Menyerah

Apalagi ketika melakukan rutinitas berulang seseorang akan mudah merasa jenuh. Inilah salah satu alasan kenapa seseorang merasa ingin menyerah. Self-improvement quotes sangat membantu ketika DoCheckers merasa ingin menyerah dalam hidup.

Selain itu pahami juga penyebab seseorang ingin menyerah dengan begitu DoCheckers bisa menemukan solusi yang tepat. Adapun penyebab umum seseorang menyerah ialah sebagai berikut:

1. Kurang Apresiasi Diri

Kata pantang menyerah biasanya sulit digaungkan bila kurang apresiasi diri sendiri. Ketidakpuasan dalam diri muncul karena tidak menerima kekurangan dalam diri dan sulit menghargai usaha yang telah diperjuangkan.

Selain itu membuang-buang waktu juga mampu menimbulkan rasa tidak puas dalam diri. DoCheckers terlalu sering membuang waktu sehingga menunda mengerjakan hal yang seharusnya.

2. Terlalu Menekan Diri Sendiri

Pada dasarnya tidak salah menekan diri sendiri apalagi jika sering menunda pekerjaan. Meskipun begitu DoCheckers harus ingat akan batasan untuk menekan diri.

Bila menekan diri sendiri berlebihan bisa berakibat fatal karena merasakan tertekan. Ego tinggi sehingga ketika menemui kegagalan DoCheckers mengalami stress tinggi dan sulit move on.

3. Kurang Eksekusi

DoCheckers pasti pernah memikirkan banyak hal brilian, namun mengatakan pada diri sendiri untuk mewujudkannya nanti. Jangan salahkan keadaan bila DoCheckers merasa tidak puas.

Ide datang biasanya pada saat yang tidak tepat namun tak ada salah untuk mencatatnya kemudian mengeksekusinya nanti. Walaupun demikian jangan lupa untuk mewujudkannya karena sesuatu yang hebat tak akan pernah terjadi tanpa eksekusi.

4. Merasa Rendah Diri

Realita memang tidak selalu memenuhi ekspektasi, sehingga banyak orang terjebak dalam perasaan tidak nyaman dalam kondisi tersebut. DoCheckers merasakan rendah diri dan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan tersebut.

Padahal setiap orang pasti menemui kegagalan dalam mencapai tujuannya. Hal ini jarang sekali disadari seseorang yang menyerah.

5. Tidak Ada Hubungan Sosial

Manusia merupakan makhluk sosial, bahkan bila DoCheckers menjustifikasi diri sebagai introvert. Seorang introvert sering dianggap kurang bersosialisasi dan terbiasa sendiri padahal mereka juga memerlukan komunikasi hanya saja pada orang yang tepat.

Baca juga: Tips Public Speaking untuk Introvert (Ekstrovert Juga Wajib Tahu!)

Membatasi diri dari hubungan sosial akan membuat diri sendiri mudah menyerah akan hidup. Rasa kesepian yang mendera bisa menjadi penyebab utama kamu menyerah akan hidup.

6. Tidak Ada Tujuan Hidup

Salah satu penyebab seseorang ingin menyerah adalah tidak ada tujuan dalam hidup
Salah satu penyebab seseorang ingin menyerah adalah tidak ada tujuan dalam hidup (Foto via Pexels)

Tujuan hidup membuat seseorang jauh dari kata menyerah, karena ada hal yang ingin diraihnya. Tujuan hidup tak harus seputar materi maupun pengakuan namun bisa berupa perubahan karakter diri menjadi lebih baik lagi.

Ketika seseorang kehilangan tujuan hidupnya, maka tak heran bila orang tersebut kebingungan. Ia merasakan ketidakbahagiaan dan tak tahu harus melakukan apa dalam menjalani hidupnya.

Kamu bisa menemukan inspirasi tujuan hidup dengan berbagai cara, termasuk menggunakan aplikasi pengembangan diri bernama DoCheck. Aplikasi ini adalah social to do list app pertama di Indonesia yang membantu kamu mencapai tujuan hidup dengan goals yang kamu buat di aplikasi DoCheck.

Aplikasi DoCheck dapat digunakan secara gratis dan dapat kamu download di Play Store atau App Store.

9 Hal Yang Dilakukan Saat Ingin Menyerah

Saat mengalami kesedihan mendalam dan putus asa jangan lantas memutuskan menyerah akan hidupmu. Ada beberapa hal yang bisa DoCheckers lakukan untuk mengembalikan semangat hidup seperti di bawah ini!

1. Rencanakan Hal Baru

Ketika pandemi Covid-19 kasus bunuh diri semakin meningkat, karena keterbatasan ruang gerak. Selain itu hal-hal yang ingin DoCheckers lakukan juga turut tertunda sehingga membuat seseorang merasa putus asa.

Sikap pantang menyerah di masa pandemi diwujudkan dengan mulai merencanakan hal baru. Mulai dari membuat daftar tujuan realistis yang bisa kamu tulis.

Misalnya saja rencana studi yang sebelumnya hendak kamu lakukan tahun ini terpaksa mundur bukan menjadi penghalang menuntut ilmu. Kamu bisa memulai dengan belajar secara online atau menggunakan waktu sekarang belajar atau latihan soal agar tahun depan bisa masuk ke institusi yang difavoritkan.

Saat kamu mengalami permasalah berat, maka mulai selesaikan dengan hal-hal kecil yang lebih mudah kamu selesaikan terlebih dulu. Bagi langkah yang terukur agar meninjau seberapa jauh permasalahan tersebut bisa kamu selesaikan.

2. Temukan Hal Positif dalam Prosesnya

Sejauh proses yang DoCheckers lewati tentu ada banyak kejadian yang terjadi. Coba ingat kembali apa saja hal positif yang bisa didapatkan dalam perjalanan mencapai tujuan tersebut.

Bicarakan hal positif dari kejadian tersebut sehingga kamu merasakan syukur walaupun menemui kegagalan. Pada dasarnya setiap kejadian di dalam hidupmu pasti memiliki plus dan minus-nya masing-masing.

Coba lihat sisi baiknya sehingga mampu optimis menghadapi hidup. Lebih banyak tersenyum agar semangat diri bisa kembali lagi. Berpikir positif juga merupakan bagian dari mendewasakan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Baca juga: Positive Self Talk: Cara Sederhana untuk Meningkatkan Motivasi

3. Pahami Kekuatan dan Kekurangan Diri

Self development skills awalnya dimulai dari bagaimana mengenal kekuatan dan kekurangan diri. Seseorang yang putus asa tak jarang melupakan keunggulan dalam dirinya.

Tulis apa saja yang baik dalam dirimu bisa mulai dari segi fisik hingga skill. Lalu, tulis kekuranganmu dan bagaimana cara untuk memperbaikinya. Kelemahan tidak harus DoCheckers hilangkan kadang hanya membutuhkan penerimaan saja.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Interpersonal Skill dengan Sederhana

Usai menerima kekurangan diri sendiri lanjutkan bagaimana memperbaikinya atau menambah skill baru. Dengan begitu kelebihan diri bisa melebihi kekurangan yang ada pada dirimu.

Bandingkan dirimu sekarang dengan dirimu yang dulu. Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain sebab setiap orang itu berbeda. Standar orang lain tidak bisa menjadi standarmu karena pencapaian seseorang tak selalu sama.

4. Evaluasi Tujuan Hidup

Evaluasi tujuan hidup yang ingin DoCheckers raih agar meminimalisir risiko kegagalan. Jangan menyerah atau sangat menggebu-gebu dalam meraih tujuan. Evaluasi apa yang kurang dalam diri dan hal yang harus DoCheckers lakukan.

Lakukan evaluasi ini secara rutin agar menjadi pribadi yang lebih baik. Evaluasi diri bisa meliputi hal-hal yang sudah kamu lakukan dalam meraih tujuan tersebut. Selain itu kenali dampak atas keputusan yang telah diambil dan jadikan pengalaman saat menemui rintangan di masa depan.

Kamu bisa lebih bijak menyikapi hidup dan semakin menjaga diri akan kesalahan. Dari introspeksi diri juga mampu menghindarkan dari kesalahan yang sama terulang kembali.

5. Meditasi

Meditasi menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan saat ingin menyerah
Meditasi menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan saat ingin menyerah (Foto via Pexels)

Saat menemui kegagalan dan ingin menyerah, maka sempatkan waktu untuk meditasi. Kegiatan ini berguna mengontrol emosi diri serta pikiran negatif yang ada di kepala.

Meditasi memiliki manfaat melatih mengelola kecemasan dan meningkatkan konsentrasi. Meditasi juga meningkatkan harga diri dan fungsi memori sehingga baik untuk kesehatan fisik atau mental.

Lanjutkan dengan mendengarkan musik yang ceria agar meningkatkan mood jadi lebih baik. Pilih tema lagu yang mampu memberikan semangat serta beri pelukan pada diri sendiri atau butterfly hug.

Caranya adalah menyilangkan kedua tangan di dada kemudian tepuk seperti kepakan sayap kupu-kupu. Lakukan hal ini dengan menarik nafas perlahan dan hembuskan perlahan. Butterfly hug mampu meredam rasa cemas dan memberikan ketenangan.

6. Bedakan Motivasi dan Inspirasi

Saat ingin menyerah biasanya DoCheckers memerlukan motivasi agar bangkit kembali. Untuk mendapatkan motivasi ada yang sampai membeli buku self improvement.  

Tidak ada salahnya melakukan hal ini namun pahami perbedaan antara motivasi dan inspirasi. Singkatnya motivasi merupakan penyemangat yang sifatnya berlaku jangka pendek. Sementara inspirasi penyemangat yang sifatnya jangka panjang.

Ketika mendapatkan motivasi, kamu akan merasa bersemangat kembali walaupun dalam kurun waktu yang singkat. kamu perlu menggairahkan hidup dengan mencari inspirasi.

Dengan adanya inspirasi kamu bisa melakukan hal-hal di waktu sekarang dan mengejar tujuan hidup yang diharapkan. Inspirasi yang kuat maka akan mendorong diri sendiri untuk terus maju kedepan dan melupakan rasa menyerahnya.

7. Berhenti Memikirkan Hal Sepele

Tak perlu memikirkan hal-hal kecil dan sepele, karena masalah kecil tidak pantas untuk dikhawatirkan. Jauhi pemikiran “ nanti gimana ya?, “ bagaimana kalau gagal harus apa?”.

Tak perlu memusingkan hal-hal yang belum terjadi dan meremehkan diri. Berkutat pada hal yang belum terjadi akan membuat DoCheckers berjalan di tempat. DoCheckers juga tidak akan merasa tenang karena terus mengkhawatirkan hal kecil.

Sadari kembali bahwa DoCheckers merupakan seseorang yang berharga dan hebat. Masalah kecil tersebut bukan penghalang dan tak layak untuk dipikirkan. Fokuslah pada hal-hal yang jauh lebih penting agar bisa berjalan kedepan.

8. Bentuk Mindset Berfokus pada Hasil

Ada pepatah yang mengatakan bahwa hasil tidak penting melainkan prosesnya. Padahal prinsip ini sebenarnya kurang tepat sebab dari proses sulitlah DoCheckers merasakan menyerah.

Selain itu proses membuat kamu berpikir, bahwa sulit mencapai tujuan yang diharapkan. Jika berfokus pada hasil maka kamu akan terus semangat maju dan meraih tujuan hidupmu. Apapun rintangan yang ditemui kamu fokus akan hasil yang ingin dicapai sehingga bisa melewati masalah tersebut.

Mulai dari sekarang ikuti prinsip ini dan bila hasilnya ternyata tidak sesuai ekspektasi jadikan pengalaman. Anggap saja kegagalan ini merupakan kesuksesan yang tertunda.

9. Kelilingi Diri dengan Lingkungan Positif

Lingkungan memberikan pengaruh besar pada karakter diri termasuk cara memotivasi hidup. Relasi yang positif juga memancarkan aura yang positif pula sehingga penting memilih sosok di sekitarmu.

Pilih mentor atau partner yang membawa DoCheckers ke arah lebih baik. Hindari individu toxic karena memberikan pengaruh buruk pada tingkah laku maupun mindset.

Circle pertemanan yang positif juga memberikan kesempatan untuk belajar dan bertukar pikiran yang baik. Sifat-sifat baik dari teman bisa DoCheckers ikuti dan menjadi panutan untuk pribadi lebih baik lagi ke depannya.

Kesimpulan

Ada banyak penyebab kenapa seseorang bisa memutuskan untuk menyerah dalam hidupnya. Rutinitas yang monoton, kurang mengapresiasikan diri serta hilangnya tujuan hidup dapat memicu seseorang untuk berputus asa.

Padahal dalam diri seseorang pasti menyimpan kekurangan dan kekuatan masing-masing. Ketika mengalami situasi seperti ini maka hindari memikirkan hal sepele dan mulai rancang rencana baru.

Jangan terpuruk dalam kesedihan dan membuang waktu sehingga kurang eksekusi. Evaluasi hidupmu dan temukan hal positif dalam diri. Cari inspirasimu dan bentuk mindset berfokus pada hasil bukan proses.

Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang membawa positive vibes. Lakukan self-improvement dengan meditasi dan melakukan kegiatan yang positif. Dengan begitu DoCheckers bisa menemukan tujuan hidup baru dan pantang menyerah.


Terbaru

Kategori

Scroll to Top