5+ Contoh Media Promosi Online untuk Kembangkan Bisnismu


Buat kamu yang baru memulai bisnis, mungkin kamu bingung soal bagaimana cara mempromosikan bisnis yang kamu punya. Terutama di era seperti sekarang ini yang menggunakan media online dan mengandalkan sosial media serta berbagai platform lainnya. Kamu ingin coba beriklan, tapi nggak tau platform apa yang cocok? Nih, MinCheck kasih contoh media promosi online yang bisa kamu manfaatkan untuk menyebarluaskan bisnis yang kamu punya. Yuk, pantengin terus artikel ini sampai habis, ya!

Contoh Media Promosi Online yang Bisa Kamu Manfaatkan

Menjalankan bisnis di era sosial media seperti sekarang ini nampaknya juga menuntut kamu untuk memanfaatkan berbagai platform online tersebut agar bisnis yang kamu tekuni bisa berkembang dan survive ya, DoCheckers. Akan tetapi, masalahnya adalah media pemasaran online itu kan amat banyak dan beragam, ya. Contoh media promosi online yang ada di antaranya seperti website, Facebook ads, TikTok ads, dan masih banyak lagi. Lalu, bagaimana cara kamu untuk memilih media promosi online yang tepat? Makanya, simak daftar dan penjelasannya dari MinCheck berikut ini, ya!

1. Google Ads Adalah Media Promosi Online Paling Lengkap

Jika kamu terpikir untuk menyebarluaskan bisnismu pada platform online, pernahkah kamu terpikir untuk memasang iklan langsung pada platform online terbesar, yakni Google? Kalau dipikir-pikir, kenapa nggak, kan? Lagi pula, Google Ads ini bisa dibilang sebagai contoh media promosi digital yang cukup efektif untuk membantu kamu dalam mempromosikan bisnismu, lho. Bahkan, Google Ads terbilang tepat sasaran karena bisa menuntun kamu menuju target pasar yang sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Keren banget, kan?

Google Ads memiliki beberapa keunggulan untuk memaksimalkan promosi bisnis yang kamu lakukan secara online.
Google Ads memiliki beberapa keunggulan untuk memaksimalkan promosi bisnis yang kamu lakukan secara online. (Gambar PhotoMIX Company via Pexels).

Selain itu, keunggulan dari Google Ads ini juga cenderung mudah digunakan, lho. Dilansir dari Core Freelancers, kamu hanya perlu melakukan beberapa langkah saja untuk memaksimalkannya. Beberapa langkah itu adalah sebagai berikut:

  • Mengatur Google Ads (mengatur budget, menentukan target audiens, memilih jaringan, dan menentukan keyword)
  • Proses bidding untuk menentukan daya saing kamu dengan kompetitor lain tarkait keyword dan harga per klik yang telah kamu tentukan.
  • Quality Score. Hal ini dipengaruhi oleh relevansi keyword dengan konten landing page, kecenderungan pengguna untuk mengklik iklanmu, serta keselarasan antara keyword dengan isi tulisan.

Kelihatannya memang agak sulit dan terdengar sangat teknis, ya. Akan tetapi, MinCheck jamin jika manfaat dari penggunaan media promosi Google Ads ini sangat worth it, kok. Soalnya, platform satu ini bisa mengarahkan iklan kamu menuju target yang spesifik dan sesuai dengan kamu, bahkan kamu bisa menargetkan audiens dari segi geografisnya, lho. Apalagi, kalau kamu berhasil membidik keyword yang tepat. Nggak cuma itu, kamu pun bisa menganalisis kekurangan dari kampanye iklan yang telah kamu lakukan nantinya, karena kamu bakal dapat laporannya. Komplet banget nggak, tuh?

2. Facebook Ads

Memanfaatkan sosial media seperti Facebook untuk menjadi media promosi online sepertinya bukan ide yang buruk. Mengingat jumlah penggunanya yang banyak, banyak orang juga yang memanfaatkan Facebook sebagai media promosi online. Bahkan, menurut laman Data Indonesia, pengguna aktif dari Facebook mencapai 2,93 miliar pada kuartal kedua tahun 2022. Beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat dari promosi online di Facebook adalah sebagai berikut:

  • Kamu bisa menargetkan konsumen secara lebih spesifik dengan menggunakan demografi dan kelompok usia.
  • Biaya promosi media sosial Facebook yang tergolong murah, mulai dari Rp10.000 saja.
  • Terdapat banyak jenis iklan yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu, seperti feed image, stories, carousel, dan right column.
  • Iklan yang kamu pasang tidak hanya muncul di laman Facebook, tetapi juga dapat muncul di berbagai website yang menjalin kerja sama dengan Facebook.

Meskipun Facebook adalah contoh media promosi online yang cukup efektif, tetapi kamu juga perlu membuat iklan yang baik dan persuasif. Kamu akan sangat diuntungkan kalau punya kemampuan copywriting, lho!

Baca Juga: Copywriting: Metode AIDA untuk Tingkatkan Penjualan

3. Instagram Ads

Mengingat bahwa sekarang Instagram sudah tergabung bersama Facebook dalam Meta, jadi MinCheck rasa kamu perlu memaksimalkan keduanya sebagai media pemasaran online, sih. Kalau menurut MinCheck, sih, justru Instagram adalah salah satu contoh media promosi online paling komplit, sih. Selain jumlah pengguna aktifnya yang tak kalah banyak dari media sosial lainnya, kamu juga bisa mendapatkan keunggulan setara dengan Facebook Ads, termasuk harga pasang iklan yang cukup murah, lho, yakni mulai Rp20.000 saja.

Selain itu, Instagram juga memiliki fitur Reels yang cukup berpotensi untuk makin memuluskan promosi online kamu, lho. Sederhananya, sih, fitur ini mirip dengan fitur FYP (For Your Page) dari TikTok yang memungkinan video kamu hadir di rekomendasi penonton. Jika kamu tertarik untuk membuat video Instagram Reels, kamu perlu mengasah otakmu agar bisa menghasilkan konten yang kreatif dan persuasif.

4. TikTok Ads

TikTok sebagai salah satu media sosial paling populer dapat dimanfaatkan untuk promosi online.
TikTok sebagai salah satu media sosial paling populer dapat dimanfaatkan untuk promosi online. (Gambar cottonbro via Pexels).

Tentu saja, TikTok bisa dibilang sebagai media sosial paling populer beberapa waktu belakangan ini. Di lain sisi, itu juga bisa berarti bahwa Tiktok merupakan media promosi digital yang ampuh juga. Belum lagi, sekarang juga ada fitur TikTok Shop yang bakal berguna banget buat kamu yang berjualan produk.

Dilansir dari Glints, beberapa keuntungan yang kamu dapatkan adalah keleluasaan untuk menentukan penempatan ads, detail, target, anggaran, serta jadwal promosi. Kamu yang gemar main TikTok sudah tahu belum berbagai jenis iklan yang ada di aplikasi tersebut? Berikut adalah beberapa jenis TikTok Ads yang bisa kamu manfaatkan sebagai contoh media promosi online:

  • In-feed video, iklan jenis ini biasanya muncul di bawah video.
  • Brand takeover, kalau iklan yang satu ini biasanya akan mengambil layar pengguna selama beberapa saat.
  • Hashtag challenge, jenis iklan atau kampanye yang satu ini untuk menggerakkan orang-orang untuk melakukan suatu tantangan.

Wah, menarik banget, ya? Akan tetapi, ada hal yang perlu kamu ketahui, nih, DoCheckers. Untuk beriklan di TikTok, kamu perlu memiliki pemahaman yang cukup mendalam soal media sosial tersebut. Apalagi, jika kamu ingin melakukan promosi dengan membuat konten video. Oleh karena itu, diperlukan sosok yang cakap dalam bidang digital marketing untuk membantu mempromosikan kampanyemu.

Baca Juga: 5 Mindset Penting untuk Membangun Karir Digital Marketing

5. YouTube Ads

Layaknya Facebook dan Instagram yang saling beririsan, YouTube pun memiliki hubungan serupa dengan Google. Keuntungan yang bisa kamu dapatkan pun sama, lho. Dilansir dari laman Niagahoster, bentuk iklan YouTube sebagai contoh media promosi online cukup beragam, nih. Dikarenakan YouTube adalah platform yang berbasis video, kamu bisa membuat iklan dalam bentuk video juga, lho. Beberapa contoh bentuk penerapan iklan YouTube adalah skippable in-stream ads, non skippable stream ads, discovery ads, dan non-video ads.

Kalau kamu ingin membuat iklan berbentuk video yang bisa ditampilkan saat audiens menonton video YouTube, ada banyak hal yang harus kamu persiapkan, nih. Soalnya, penonton YouTube kebanyakan nggak akan terlalu peduli dengan iklan video yang tayang, sih. Siapa, nih, yang suka ngamuk kalau lagi asyik nonton video tiba-tiba kepotong iklan? Pasti ngeselin banget, kan, apalagi kalau iklannya lama dan nggak bisa di-skip. Maka dari itu, kamu harus bisa memproduksi iklan yang cenderung singkat dan lebih mengedepankan unsur hiburan dan persuasif.

6. Marketplace sebagai Contoh Media Promosi Produk Online

Apabila kamu berjualan produk, kamu bisa memasang daganganmu di marketplace. Media pemasaran online yang satu ini cenderung lebih praktis, lho. Ditambah lagi, kamu bisa mendapatkan berbagai keuntungan yang beragam dari masing-masing marketplace yang tersedia. Untuk mulai promosi online di marketplace, kamu hanya perlu memilih marketplace yang paling sesuai denganmu. Contoh media promosi produk online yang berbentuk marketplace adalah Shopee, Tokopedia, Lazada, dan masih banyak lagi.

Terdapat banyak marketplace yang dapat kamu manfaatkan untuk media bisnis online dengan berbagai kelebihannya yang beragam. (Gambar cottonbro via Pexels).

Selanjutnya, kamu perlu menyusun katalog yang menarik, serta membuat deskripsi produk dan nama produk yang sesuai dengan keyword sasaran. Hal ini dimaksudkan agar iklan yang kamu pasang juga bisa bersaing dengan kompetitor saat calon konsumen kamu melakukan pencarian. Kalau menurut MinCheck, sih, memanfaatkan marketplace sebagai media pemasaran online adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, saat ini banyak orang dari berbagai kalangan sudah kecanduan untuk berbelanja online.

Baca Juga: 5 Tanda Kecanduan Belanja Online dan Cara Mengatasinya

Nah, sekarang kamu sudah lebih tahu kan soal berbagai contoh media promosi online dan masing-masing keuntungannya. Kalau kamu sendiri, lebih tertarik untuk pakai media bisnis online yang mana, nih, DoCheckers? Kalau kamu sudah menentukannya, buruan catat strategi dan langkah-langkahnya dengan membuat to-do list. Kamu bisa pakai aplikasi DoCheck untuk membuatnya, lho. Download DoCheck di Play Store dan App Store sekarang juga.


Scroll to Top