Gaya hidup boros

Wajib Tahu! Ini Lho Dampak Buruk Gaya Hidup Boros


Ngaku deh, apakah kamu termasuk ke dalam kategori si paling boros berkedok self reward? Sebetulnya gak ada salahnya dengan self reward karena itulah tanda kamu peduli dan sayang pada dirimu sendiri. Namun, kalau berlebihan pun nggak baik. Kalau dilakukan secara terus menerus namanya sudah bukan self reward, tapi boros. Gaya hidup boros secara terus menerus tentu punya dampak buruk bagi kehidupanmu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, boros merupakan berlebih-lebihan dalam pemakaian uang, barang, dan sebagainya. Nah, kalau kamu menggunakan uang yang kamu punya untuk sesuatu yang gak butuh-butuh banget, kamu bisa dikatakan menganut gaya hidup boros. Biar kamu nggak terjebak dalam gaya hidup ini, MinCheck ingin sharing dampak buruknya untuk kelangsungan hidupmu.

Dampak Buruk Gaya Hidup Boros

Berikut ini dampak buruk gaya hidup boros yang MinCheck rangkum, antara lain.

1. Boros Bisa Bikin Krisis Finansial

Hati-hati, boros bisa bikin krisis finansial.
Hati-hati, boros bisa bikin krisis finansial. (Foto Karolina Grabowska via Pexels)

Meskipun kamu masih muda dan lincah, kamu perlu melek finansial. Jangan sampai kamu mengalami yang namanya krisis finansial. Pasalnya, gaya hidup boros bisa membuat kamu mengalami krisis finansial. Dilansir dari Tanam Duit, krisis finansial adalah kondisi dimana kamu tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Serem gak sih?

Sebagai contoh, kamu perlu membeli kuota internet yang habis. Namun, ternyata kamu gak punya cukup dana untuk membeli kuota internet yang urgent itu. Nah, kondisi ini salah satu gambaran kalau kamu berada di krisis finansial. Coba deh kamu membuat list dari yang paling urgent sampai yang tidak begitu kamu perlukan.

Baca juga: Goals List Membuatmu Mencapai Tujuan

2. Risiko Berhutang Lebih Besar

Risiko berhutang pun lebih tinggi kalau kamu boros.
Risiko berhutang pun lebih tinggi kalau kamu boros. (Foto Karolina Grabowska via Pexels)

Hidup dalam kondisi punya utang itu nggak enak. Percaya deh! Karena kamu akan selalu dibayang-bayangi dengan yang namanya utang. Duh, jangan sampai yaaa. Krisis finansial yang disebabkan karena gaya hidup yang boros dapat membuat risiko berhutang ke banyak orang lebih besar.

Oleh karena itu, kamu perlu mengelola keuanganmu dengan teratur untuk mencegah yang namanya berhutang. Apalagi kalau kamu berhutang untuk membeli sesuatu yang tidak begitu kamu perlukan. Hal ini malah bisa menjadi bumerang untuk hidup kamu. Mungkin kamu familier dengan kalimat ‘gali lobang, tutup lobang?’.

Kamu berusaha keras menutup utang yang satu dengan dana utang yang lain. Waduh, repot banget! Dilansir dari Koin Works, ketika utang sudah menumpuk dan banyak barang yang tidak terpakai, kamu hanya membuang uang untuk sesuatu yang tidak jelas.

Lalu, bagaimana cara menghentikan kebiasaan berhutang? Simak tips berikut ini.

  • Kamu perlu membuat plan anggaran setiap bulan
  • Jangan belanja berlebihan
  • Selalu dahulukan kebutuhan daripada keinginan
  • Mencari uang tambahan untuk menutup utang, tentunya tanpa berhutang ya!

Baca juga: Bisnis untuk Mahasiswa, Wajib Coba dan Dijamin Cuan!

3. Gaya Hidup Boros Membuatmu Tidak Punya Dana Darurat

Ingin punya dana darurat? Hindari gaya hidup boros!
Ingin punya dana darurat? Hindari gaya hidup boros! (Foto cottonbro via Pexels)

Hidup tidak selalu berjalan mulus. Bisa saja kamu mengalami hal-hal tak terduga seperti kecelakaan, sakit, dan sebagainya. Dalam kondisi ini, penting banget untuk punya dana darurat. Menurut Sikapi Uangmu, dana darurat adalah sejumlah uang yang kamu simpan untuk kebutuhan darurat seperti kecelakaan, terkena Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK dan lain sebagainya.

Pastikan kamu menyimpan dana darurat di tabungan khusus ya. Gunanya tentu saja untuk menghindari yang namanya godaan untuk mengambil dana darurat tersebut. Pastikan disimpan di tabungan yang aman dan gampang dicairkan.

4. Rentan Terkena Stres

Kamu rentan terkena stres kalau terus-terusan menerapkan gaya hidup boros.
Kamu rentan terkena stres kalau terus-terusan menerapkan gaya hidup boros. (Foto Nathan Cowley via Pexels)

‘Kasihan ya… mana masih muda’. Kalimat tersebut gak mau kamu dengar, kan? Kamu tahu gak sih kalau gaya hidup yang boros bisa saja meningkatkan risiko terkena stres. Masalahnya.. kok bisa?

Yup, bisa banget. Terlalu sering boros dan terkena krisis finansial membuatmu sering merasa cemas karena banyaknya kebutuhan yang tidak terpenuhi. Akhirnya, kamu pun terkena stres. Waduh, jangan sampai ya.. Oleh karena itu, MinCheck ingin mengingatkan untuk bijak dalam mengelola uang.

5. Membuat Produktivitas Menurun

Produktivitasmu jadi menurun karena gagal fokus.
Produktivitasmu jadi menurun karena gagal fokus. (Foto Andrea Piacquadio via Pexels)

Gaya hidup boros yang memicu stres tentu saja memengaruhi produktivitas kerjamu. Dilansir dari The Asian Parent, kondisi keuangan yang buruk dapat memengaruhi nafsu makan, memperburuk suasana hati, bahkan memengaruhi hubungan dengan orang lain.

Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga berdampak buruk bagi kariermu. Seiring dengan produktivitas yang menurun, kamu akan dicap sebagai orang yang tidak profesional. Waduh, padahal bersikap profesional merupakan salah satu skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Ternyata dampaknya menjadi rantai yang saling berhubungan dan gak baik untuk kelangsungan hidupmu, ya?

Nah, itulah dampak buruk dari gaya hidup boros yang perlu kamu tahu. Semoga kamu semakin aware dengan kondisi finansialmu, ya! Jangan lupa sisihkan sebagian uang untuk menabung ya.

Kalau kamu butuh reminder untuk menabung, kamu bisa pakai tools produktivitas seperti DoCheck. Kamu bisa gunakan fitur reminder untuk goals yang sudah kamu buat. Selain itu, kamu pun bisa melihat bahkan copy berbagai rekomendasi goals dari KOL terkenal dan inspiratif. Kamu bisa download aplikasi DoCheck di Play Store dan App Store secara gratis!

Baca juga: 5 Rekomendasi Aktivitas Me Time Seru Anti Boros!


Scroll to Top