Apa Itu Shiny Object Syndrome? Kenali Gejala dan Penyebabnya!


Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kamu akan menemukan berbagai tren baru. Terutama di era seperti sekarang ini, kamu rentan termakan iklan dan rayuan dari para influencer maupun orang sekitar. Hal ini tentu bakal merugikan banget, terutama buat kamu yang sering lupa diri dan selalu pengen coba ini itu. Fenomena seperti ini dikenal juga sebagai shiny object syndrome. Pada dasarnya, hal ini dapat terjadi karena kamu tidak bisa menahan diri ketika melihat sesuatu yang dianggap lebih berkilauan dari apa yang telah kamu miliki sekarang.

Sindrom ini pun tidak termasuk dalam masalah yang perlu dibuktikan secara medis. Dengan kata lain, kamu dapat melakukan identifikasi secara mandiri. Biar makin paham, mending kamu simak artikel ini sampai habis buat cari tahu apa itu shiny object syndrome beserta penyebabnya. Yuk!

Apa itu Shiny Object Syndrome?

Pengertian shiny object syndrome adalah suatu gejala di mana kamu mempunyai kecenderungan untuk mencoba sesuatu yang baru. Mungkin kamu akan bertanya, “Loh, memangnya mencoba sesuatu yang baru itu buruk ya, MinCheck?” Tentu saja tidak, justru malah bagus. Akan tetapi, dalam sindrom ini, yang dimaksud adalah kecenderungan untuk mencoba hal baru, padahal kamu masih memiliki hal lain untuk saat ini. Faktor yang menjadikannya buruk adalah kamu akan terbiasa untuk melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Jadi, hal yang kamu anggap menarik sekarang akan tetap kamu tinggalkan jika menemukan sesuatu yang baru.

Bisa dibilang fenomena ini mirip dengan “selingkuh” karena kamu tidak tahan melihat sesuatu yang kamu rasa dapat menjawab kebutuhanmu. Padahal, sebenarnya belum tentu apa yang kamu inginkan sama dengan apa yang kamu butuhkan. Kamu juga tidak akan tahu apakah hal itu nyata adanya sebelum benar-benar berada di posisi tersebut.

Namun, bukan berarti kamu harus meninggalkan apa yang kamu miliki sekarang. Ingat kata pepatah ya, DoCheckers, rumput tetangga itu selalu lebih hijau. Jadi, ketimbang berusaha buat mengikuti tetangga, cobalah untuk lebih mensyukuri apa yang kamu miliki. Jika merasa kurang, maka jawabannya adalah perbaiki bukannya malah diganti. Apabila kamu tidak pernah bersyukur, maka shiny object syndrome akan terus memperdaya kamu, lho!

Fenomena ini dapat terjadi di setiap bidang kehidupan. Mulai dari bidang pekerjaan, hobi, dan lain-lain. Sebagai contoh, kamu sedang menggunakan suatu produk kecantikan. Kemudian, pada suatu waktu, gak ada angin dan gak ada hujan, kamu iseng melihat video seorang influencer yang sedang me-review produk kecantikan lain. Ulasannya pun sangat menggugah, sehingga meruntuhkan komitmen kamu selama ini yang gak mau impulsive buying. Kamu yang gak sabaran, malah jadi kepincut buat ikut nyobain produk tersebut. Padahal, produk yang kamu gunakan sebelumnya juga belum habis, bahkan belum memperlihatkan efeknya. Pasti pernah, kan?

Baca juga: 5 Tanda Kecanduan Belanja Online dan Cara Mengatasinya

Apa Saja Gejala Shiny Object Syndrome?

Tanda-tanda kamu terkena shiny object syndrome.
Tanda-tanda kamu terkena shiny object syndrome. (Gambar Nubelson Fernandes via Pexels)

Beberapa dari kamu mungkin langsung tersindir dan tertegun setelah MinCheck jelaskan soal sindrom ini. Namun, beberapa dari kamu mungkin belum sadar juga kalau ternyata mempunyai sindrom ini. Biar kamu gak denial, coba cermati beberapa gejala ini yuk!

1. Tidak Menyelesaikan Suatu Pekerjaan

Apakah kamu pernah merencanakan suatu hal, namun pada akhirnya tidak diselesaikan? Apa jangan-jangan kamu justru sering melakukannya? Jika iya, bisa jadi kamu sedang mengalami shiny object syndrome. Misalnya, kamu berniat untuk membuat konten, namun di tengah proses pembuatannya, kamu justru berhenti. Entah karena kamu tidak tertarik lagi dengan ide konten tersebut atau karena sudah kehilangan motivasi. Hilangnya motivasi di tengah jalan bisa terjadi karena banyak hal, seperti timbulnya perasaan bahwa yang kamu lakukan sia-sia, jadi kamu memilih untuk melakukan hal yang lain. Hal tersebut juga dapat disinyalir sebagai gejala sindrom SOS.

Selain itu, bisa jadi hal tersebut mengindikasikan bahwa kamu adalah orang yang konsentrasinya mudah terpecah. Jadi, kamu juga perlu lebih membentengi diri biar nggak gampang tergiur melakukan hal lain selagi tujuan awalmu belum tercapai. Selain itu, kamu juga perlu membatasi diri dari berbagai distraksi yang dapat mengganggu pekerjaanmu.

2. Merasa Bersalah Jika Tidak Melakukan Hal Baru

Salah satu gejala dari sindrom SOS yang dapat diidentifikasi sendiri adalah timbulnya perasaan bersalah saat tidak menjawab “panggilan” impulsif yang muncul. Misalnya, kamu tiba-tiba ingin career switch karena baru mendengar cerita dari temanmu mengenai pekerjaannya. Lalu, kamu merasa bimbang dan gelisah ketika berusaha untuk menghiraukan panggilan tersebut. Meskipun sebenarnya gak penting-penting banget dan kamu pun masih belum siap. Pada akhirnya, kamu akan bosan dan lelah sendiri karena hanya ikut-ikutan semata tanpa dibarengi dengan motivasi yang cukup. Hal ini dikenal juga dengan toxic productivity.

Baca juga: Toxic Productivity: Kenali Apa dan Cara Menghindarinya

3. Terlalu Banyak Menyimpan Daftar Rencana Kegiatan atau To-do List

Apakah kamu termasuk orang yang gemar mengawang-awang atau merencanakan suatu hal, tapi tak ada langkah untuk merealisasikannya? Jika iya, maka dapat dipastikan bahwa kamu memiliki shiny object syndrome. Sesuai dengan definisi yang MinCheck jabarkan di awal, SOS adalah kecenderungan untuk melakukan hal baru. Padahal, masih banyak to-do list yang belum terlaksana.

Contoh sederhananya adalah ketika kamu memiliki banyak video YouTube yang masuk ke daftar putar nanti atau watch later. Dalam artian, kamu memiliki rencana untuk menonton video tersebut, namun hanya dibiarkan mengendap di daftar putar nanti. Padahal, bisa saja video tersebut memang sengaja kamu masukkan untuk mempelajari sesuatu. Contoh lainnya adalah ketika kamu membeli banyak buku, tetapi tak pernah dibaca.

Apa Saja Faktor Penyebab Shiny Object Syndrome?

Shiny object syndrome pada seseorang dapat terjadi karena berbagai hal dan faktor yang melatarbelakanginya. Berikut merupakan beberapa penyebabnya yang dapat kamu ketahui.

Fear of Missing Out (FOMO)

FOMO dapat menyebabkan shiny object syndrome.
FOMO dapat menyebabkan shiny object syndrome. (Gambar Pixabay via Pexels)

Salah satu penyebab terbesar terjadinya shiny object syndrome adalah karena faktor FOMO atau fear of missing out. Dilansir dari laman Hello Sehat, FOMO merupakan suatu kondisi di mana seseorang memiliki ketakutan dan kekhawatiran bahwa dirinya akan merasa tertinggal. Dalam hal ini, seseorang bisa saja merasa takut ketinggalan suatu tren tertentu ataupun tertinggal dari segi pencapaian dengan orang lain. Jadi, kamu justru akan terkesan buru-buru untuk mengikutinya.

Baca juga: Yuk Simak 5 Tips Sederhana Mengatasi FOMO

Sebagai contoh, kamu adalah seorang pengusaha di bidang makanan. Kebetulan, sekarang sedang musim usaha buket bunga. Lalu, kamu melihat salah seorang teman yang sukses menjalin bisnis tersebut, sehingga kamu tergoda untuk mengikutinya. Contoh lainnya, kamu merasa perlu mengganti gadget hanya karena sekarang sedang tren produk dari sebuah brand ternama. Padahal, gadget yang kamu pakai masih layak untuk digunakan.

Belum Punya Banyak Pengalaman

Jika kamu masih muda dan belum memiliki banyak pengalaman, sebenarnya terkena shiny object syndrome adalah suatu kewajaran. Soalnya, kamu masih berada dalam proses untuk mencari jati diri. Alhasil, kamu menyimpan ketidakpuasan dalam diri, sehingga kamu merasa bahwa apa pun hal di dunia ini perlu kamu coba. Sebenarnya ini bukan sebuah tanda yang buruk, asalkan kamu benar-benar menekuninya. Permasalahannya di sini adalah ketika kamu menjalankannya dengan setengah-setengah, sehingga hasilnya tidak maksimal. Setelah itu, kamu berpindah lagi untuk mencari kegiatan yang lain. Kalau terjadi demikian, maka kamu perlu berbenah.

Nah, biar kamu gak terkena shiny object syndrome, kamu bisa mencoba membuat to-do list dengan aplikasi DoCheck Social To-do List App. Soalnya, ada banyak banget fitur yang berguna untuk menunjang produktivitas kamu. Contohnya saja fitur pin goals yang bikin kamu langsung teringat dengan to-do list kamu sendiri tiap buka aplikasi DoCheck. Selain itu, kamu juga bisa terus memantau progress dari goals kamu sendiri agar selalu termotivasi. Bahkan, kamu juga bisa bekerja sama dengan temanmu serta menambahkan komentar, lho. Siapa tahu, kamu bakal lebih konsisten dalam menjalankan suatu kegiatan kalau bareng sama temanmu.

Seru banget, kan? Makanya, yuk download aplikasinya di Play Store atau App Store sekarang juga!


Terbaru

Kategori

Scroll to Top