FoMO bisa disebabkan oleh intensitas kita bersosial media

Yuk Simak 5 Tips Sederhana Mengatasi FOMO


Apakah kamu merasa tidak bisa lepas dari sosial media? Atau setiap saat seperti selalu ingin update dengan segala hal yang terjadi di hari ini? Bisa jadi kamu terkena sindrom FOMO (Fear Of Missing Out). Seberapa bahayakah sindrom ini? Berikut ini MinCheck akan berbagi tentang tips mengatasi FOMO yang bisa kamu praktikkan di rumah!

Apa itu FOMO?

Berdasarkan lansiran dari Hello Sehat, FOMO ialah suatu kondisi di mana seseorang kerap merasa khawatir akan ketinggalan kabar atau trend yang sedang berlangsung. Kondisi ini biasanya mengarah pada gangguan kecemasan. Jurnal World J Clic Classes menyebutkan kalau seseorang yang merasakan FOMO akan mengalaminya dalam dua tahap. Tahap pertama merasa kehilangan, muncul perasaan inferior (rendah diri) yang mendalam. Kemudian berlanjut menjadi perilaku kompulsif untuk mempertahankan hubungan sosial tersebut.

Menurut Klik Dokter, dampak dari FOMO antaranya adalah menyita waktu, menurunkan rasa percaya diri, hingga menghabiskan uang. Kamu mungkin merasakan FOMO setelah terlalu lama bergantung pada sosial media. scrolling sosial media memang menyenangkan, tapi akan menjadi tidak baik kalau berlebihan. Apalagi sampai mendefiniskan diri sendiri dengan segala yang kamu lihat di sosial media. Kamu perlu ingat kalau sosial mediamu tidak mendefinisikan dirimu.

Baca juga: Your Social Media Does NOT Define You ala Iestri Kusumah, S.Psi., CBC

Saat ini perkembangan informasi di sosial media memang sangat pesat. Kamu bisa menemukan berita terkini hanya dengan menyimak Instagram atau Twitter. Namun, tanpa disadari kelebihan sosial media ini membuat kamu semakin kecanduan dan tidak bisa merasa tertinggal. Padahal tidak apa untuk tidak mengikuti trend saat ini. Tidak perlu khawatir juga apabila kamu terlambat mendengar berita yang viral.

Tips Mengatasi FOMO

Apabila kamu ingin mengakhiri FOMO yang sangat mengganggu, berikut ini tips-tips yang bisa kamu lakukan.

1. Mengatasi FOMO dengan Bergerak Perlahan

Saat menggunakan internet kamu mungkin sudah bergerak lebih cepat daripada yang diperlukan. Bisa jadi, suatu hal bisa diselesaikan secara perlahan tetapi kamu menyelesaikannya dengan terburu-buru. Apabila seperti itu, kamu bisa mulai berlatih untuk bergerak perlahan. Misalnya saat makan, mengendarai mobil atau motor, berbicara, atau melakukan tugas sehari-hari.

Untuk latihan ini, kamu juga bisa membuat pengingat di tempat-tempat yang mudah terlihat. Misalnya dengan menempelkan kata “Pelan-Pelan” atau “Duduk Sebentar” bisa membantumu melakukan sesuatu secara perlahan. Orang lain yang melihat pengingat yang kamu buat mungkin akan membantumu untuk berlatih bergerak lebih lamban dan sesuai kebutuhan.

2. Menjadi Lebih Bijak

Kamu bisa berlatih membedakan apa yang benar-benar penting dan perlu dari apa yang hanya diinginkan. Selain itu, kamu bisa menghilangkan aktivitas yang tidak berkualitas. Misalnya kamu bisa meninggalkan handphone saat tidak memerlukannya. Kamu juga bisa lebih memikirkan apa yang benar-benar kamu butuhkan dengan meditasi atau journaling.

Untuk menjadi lebih bijak kamu juga sebaiknya melatih diri untuk mengatakan “tidak” untuk lebih banyak hal. Ini akan memberi kamu lebih banyak waktu untuk mencurahkan pengalaman-pengalaman yang lebih bermanfaat. Namun, yang perlu kamu ingat, kamu tidak harus selalu menolak segala hal. Pilih dan pilahlah hal-hal yang membuat hidupmu berkualitas dan lebih produktif. Contohnya bisa dengan lebih memilih membaca buku pengembangan diri daripada membaca timeline berita yang sedang viral.

Kamu bisa menghilangkan fomo dengan membaca buku perlahan.
Kamu bisa menghilangkan FOMO dengan membaca buku. Foto oleh Karolina Grabowska via Pexels

3. Memperbanyak Aktivitas Fisik

Kamu bisa mengurangi waktumu berselancar di sosial media dengan bersenang-senang di alam. Apabila tidak bisa melakukannya, kamu bisa melakukan beragam aktivitas fisik di rumah atau bersama teman. Pengalaman yang nyata ini pasti akan lebih berarti untuk kamu daripada pengalaman scrolling sosial media. Apabila merasa sepi karena tidak cukup banyak teman yang bisa hadir secara fisik, kamu tetap bisa menjadi seorang single productive.

Tidak apa untuk melakukan aktivitas fisik sendirian.
Tidak apa untuk melakukan aktivitas fisik sendirian. Foto oleh Mikhail Nilov via Pexels

Selain itu, untuk mencegah dirimu kembali FOMO saat menyempatkan membuka sosial media. Cobalah ingat dan fokus pada hal yang ingin kamu capai saja. Kamu tidak perlu membandingkan pencapaian orang lain dengan pencapaianmu. Keyakinan ini akan membantumu untuk hidup lebih sederhana dan lebih mudah untuk bahagia. Perasaan khawatir merasa ketinggalan pun akan berganti menjadi damai. Lakukanlah hal ini dan niatkan untuk kebaikan diri sendiri.

Baca juga: Sedentary Lifestyle, Kebiasaan Sepele yang Mematikan

4. Latihan Mindfulness

Melatih perhatian agar bisa fokus pada masa kini
Melatih perhatian agar bisa fokus pada masa kini. Foto oleh Spencer Selover via Pexels

Untuk menghilangkan FOMO, kamu bisa menahan diri untuk tidak memikirkan banyak hal sekaligus. Misalnya, saat sedang makan cobalah untuk fokus pada rasa makanan atau bentuk makanannya daripada memikirkan hal lain yang sedang tidak terjadi. Latihan ini bisa membuatmu lebih mindful dan bisa menghargai keadaan saat ini (present).

Saat melakukan latihan mindfulness, kamu juga bisa berlatih melakukan satu hal dalam satu waktu. Kamu akan bisa lebih fokus saat melakukan sesuatu sehingga tugas-tugas bisa selesai. Pikiran yang kamu latih untuk menyelesaikan hanya satu hal dalam satu juga menjadi lebih bisa dikendalikan. Keberhasilanmu setelah berlatih akan terlihat dengan semakin mudahnya kamu mengontrol pikiran dan pekerjaan-pekerjaan yang selesai tepat pada waktunya.

Baca juga: Getting Things Done: Sebuah Metode Mengorganisir Pekerjaan

5. Mengatasi FOMO dengan Bersyukur

Cobalah untuk menumbuhkan rasa syukur di dalam diri. Alih-alih mengejar fantasi yang kamu yakini akan memenuhimu, kamu bisa memupuk rasa syukur. Latihan ini memungkinkanmu untuk lebih menghargai apa yang kamu miliki daripada berfokus pada apa yang hanya kamu inginkan. Salah satu perasaan FOMO adalah rasa takut tidak memiliki sesuatu yang diperlukan untuk kesejahteraanmu. Rasa syukur memungkinkan kamu untuk menghitung berkat-berkat dalam hidup saat ini, di saat ini, di mana kehidupan sebenarnya sedang berlangsung.

Selain itu, kamu bisa menikmati proses. Artikan saja tips-tips di sini sebagai berkah dan kesempatan, daripada serangkaian kewajiban. Biarkan diri kamu menikmati yang sedang dialami dan kemudahan pasti akan menyertai!

Ngomong-ngomong, kalau kamu ingin mencatat hal-hal yang akan kamu lakukan, kamu bisa pakai aplikasi to-do list DoCheck, lho. Aplikasi ini sudah bisa kamu download di Play Store dan App Store. Yuk saling terhubung dengan teman-teman melalui aplikasi DoCheck sekarang!

Baca juga: Follow Teman Nggak Hanya di Instagram, di DoCheck juga!


Scroll to Top