remaja jompo

Jadi Remaja Jompo? Kenali Ciri dan Tips Mengatasinya


Semenjak pandemi menyerang dan lebih sering di rumah, MinCheck merasa jadi remaja jompo, deh. Kamu gitu juga nggak, DoCheckers? Fenomena remaja jompo memang menjadi sesuatu yang cukup ramai diperbincangkan di jagat sosial media beberapa waktu belakangan. Bahkan, fenomena remaja jompo ini seakan menjadi tren karena saking banyaknya orang yang mengalami. Sebenarnya, kamu tahu nggak sih apa arti remaja jompo itu?

Arti Remaja Jompo

Untuk kamu yang nggak terlalu mengikuti fenomena ini mungkin akan bertanya, apa sih maksud remaja jompo itu? MinCheck bakal ulas nih arti remaja jompo buat kamu. Menurut laman SehatQ, rentang umur seorang dapat dikatakan remaja berkisar pada 10-19 tahun. Akan tetapi, ada pula pengelompokkan umur dari 15 hingga 24 tahun yang disebut sebagai “anak muda”. Sementara itu, kata jompo menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tua atau keadaan fisik yang sudah tak kuat lagi.

Dari kedua definisi tersebut, kamu sudah mulai mengerti, bukan? Yups, benar sekali, DoCheckers. Arti remaja jompo yang sebenarnya adalah remaja atau anak muda yang kekuatan fisiknya sudah berkurang. Dengan demikian, kamu bisa jadi lebih cepat lelah dan lebih mudah sakit. Kira-kira apa aja sih ciri remaja jompo itu?

Ciri Remaja Jompo

Seorang remaja jompo memiliki beberapa ciri yang dapat kamu kenali jika berada di sekitarnya. Yah, namanya juga jompo, pasti tidak jauh-jauh dari kondisi fisik yang kerap drop. Penasaran? Yuk, simak ciri remaja jompo berikut ini.

Ciri remaja jompo biasanya adalah kondisi fisiknya yang kerap terganggu.
Ciri remaja jompo biasanya adalah kondisi fisiknya yang kerap terganggu. Gambar Ketut Subiyanto via Pexels.

Mudah Letih dan Sakit

Maksud remaja jompo adalah menurunnya kekuatan fisik di usia muda. Tak heran kalau seorang remaja jompo mudah merasakan letih secara fisik dan pegal-pegal di tubuh mereka. Bahkan, seorang remaja jompo juga tak memiliki kekebalan tubuh yang baik. Oleh karena itu, mereka juga cukup mudah terserah penyakit, khususnya masuk angin.

Sering Merasa Malas

Seorang remaja jompo biasanya tidak akan tergerak hatinya untuk melakukan berbagai kegiatan, terutama yang melibatkan aktivitas fisik berat. Ketimbang menyulitkan diri sendiri untuk beranjak dari kasur kesayangannya, remaja jompo bakal lebih memilih untuk berleha-leha, sambil scroll sosmed. Hal ini bisa terjadi karena dirimu yang mudah letih, sehingga situasi saat bersantai dapat membuatmu merasa terlalu nyaman.

Memiliki Remaja Jompo Starter Pack

Hah? Remaja jompo starter pack? Apa itu? Sederhananya, ini adalah sekumpulan amunisi andalan yang kerap dipakai para remaja jompo di saat-saat genting alias saat penyakit mereka kambuh. Biasanya sih, barang-barang ini mengandung aroma khas yang tidak semua orang suka. Kira-kira apa aja yang biasa disiapkan? Berikut MinCheck akan bagikan list nya.

  1. Minyak kayu putih
  2. Krim analgesik/pereda nyeri.
  3. Koyo.
  4. Obat minum herbal.

Bagaimana, DoCheckers? Apakah kamu termasuk orang masuk ke dalam kalangan remaja jompo? Jangan-jangan, kamu malah sudah rutin mengenakan remaja jompo starter pack? Kalau kamu termasuk dalam ciri remaja jompo di atas, mungkin ada kalanya kamu bertanya. Kok bisa begini, sih? Emang apa penyebabnya?

Penyebab Kamu Bisa Terkena Penyakit Remaja Jompo

Kamu yang ikut terkena penyakit remaja jompo pasti sudah tahu penyebabnya dong? Kalau kamu yang terbiasa menerapkan gaya hidup sehat mungkin akan bertanya, kok bisa sih anak muda fisiknya melemah gitu? Nah, biar nggak penasaran, MinCheck bakal kasih tahu beberapa penyebab seorang anak muda bisa terkena fenomena remaja jompo.

Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Kamu masih sering denial soal gaya hidup sehat juga, nggak? Jangan bilang kalau kamu nggak sadar sudah menerapkan gaya hidup tak sehat, nih? Memang betul sih, biasanya orang nggak akan sadar kalau yang dilakukannya salah, sebelum merasakan akibatnya. Coba ingat, dosa apa saja yang pernah kamu lakukan kepada kesehatanmu? Kalau MinCheck boleh menebak, pasti tidak jauh-jauh dari pola makan yang buruk dan hobi begadang.

Begadang bisa menimbulkan penyakit remaja jompo
Begadang adalah suatu kegiatan yang tidak baik untuk kesehatanmu. Gambar Jonas Leupe via Unsplash.

MinCheck juga tahu sih, kalau ada beberapa kondisi yang rasanya wajib banget untuk begadang. Misalnya saat mengerjakan tugas kuliah, dikejar deadline kerjaan, atau saat sedang nonton drakor yang lagi seru-serunya. Kalau menurut MinCheck sih, begadang sesekali nggak apa-apa, ya. Akan tetapi, kamu perlu tahu juga nih soal beberapa dampak negatif yang bisa disebabkan keseringan begadang. Menurut laman Alodokter, ternyata begadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan, peningkatan risiko gangguan mental, bahkan sampai risiko terkena penyakit kanker, loh.

Nah, mumpung belum telat-telat banget, coba buat perbaiki gaya hidupmu, yuk! Kamu bisa coba menuliskan goals pribadimu di aplikasi DoCheck untuk memulai gaya hidup sehat. Terutama buat kamu yang masih melek sampai pagi, tuh.

Malas Berolahraga

Kalau kamu gampang merasa pegal-pegal dan kelelahan, mungkin itu disebabkan karena kamu jarang melakukan aktivitas fisik. MinCheck pun sebenarnya cukup paham dengan kondisi ini, sih. Memang tidak ada yang bisa menggantikan nikmatnya bermalas-malasan di kasur kamarmu saat pagi hari, kan? Sayangnya, kamu harus mulai mengubah kebiasaan burukmu ini sebelum resmi menjadi seorang remaja jompo.

Baca Juga: Olahraga, Gaya Hidup Sehat untuk Kesehatan Mental

Mengidap Penyakit Bawaan

Nggak selamanya fenomena remaja jompo ini disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang untuk hidup sehat lho, DoCheckers. Nyatanya, ada kok beberapa orang yang kondisi fisiknya melemah karena mengidap penyakit bawaan. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan tubuh seseorang merasa tak berenergi adalah anemia dan penyakit jantung.

Menurut laman Halodoc, anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Kondisi lain dari anemia adalah saat hemoglobin dalam sel darah merah tak bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Tanda-tanda atau gejala dari penyakit anemia sendiri cukup beragam, seperti sakit kepala hingga sesak nafas.

Terlalu Stres dapat Memicu Berbagai Penyakit

Memang stres ini sumber dari segala penyakit ya, DoCheckers. Terutama di kala pandemi masih marak-maraknya beberapa waktu lalu. Kamu sendiri termasuk orang yang dibikin stres gara-gara pandemi juga, nggak? Stres itu wajar kok, tapi jangan sampai berlebihan ya, DoCheckers. Kalau kamu terlalu stres, bisa bikin kamu jadi depresi. Keadaan itu bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang lebih parah, lho. Nah, keadaan ini yang nantinya dapat membuat kamu terserang fenomena remaja jompo, lho.

Oleh karena itu, kamu perlu mengalihkan stres yang kamu rasakan apabila sudah terlalu memuncak. Untuk mengalihkan rasa stresmu, cobalah untuk menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat ataupun kamu sukai.

Baca Juga: 5 Hobi Terbaik Untuk Melepas Stres, Wajib Dicoba!

Tips Mengatasi Remaja Jompo

Jika kamu sudah menjadi seorang remaja jompo, tentunya kamu ingin mencoba untuk berhenti dan menjalani hidup yang lebih sehat. MinCheck akan coba bagikan beberapa tips nih, biar kamu bisa mengembalikan fisik remajamu. Buat kamu si remaja jompo, simak baik-baik tips berikut ini, ya!

Rutin Melakukan Olahraga dan Aktivitas Fisik

Cara paling ampuh untuk mengembalikan kondisi fisikmu yang tak lagi optimal adalah dengan melatihnya kembali. Hal paling utama yang berpotensi menjadi kendala adalah rasa malas karena masih hobi rebahan. Jika kamu merasa malas untuk berolahraga, tenang saja.

Rutin berolahraga dapat membantu kamu menghadapi fenomena remaja jompo.
Rutin berolahraga dapat membantu kamu menghadapi fenomena remaja jompo. Gambar William Choquete via Pexels.

Sebenarnya, kamu tak perlu berolahraga sampai menguras seluruh tenaga dan bermandikan keringat kok, DoCheckers. Menurut laman KlikDokter, tolak ukur utama ketika berolahraga bukanlah keringat yang dihasilkan, tetapi dari intensitas aktivitasnya. Salah satu caranya adalah dengan mengukur denyut nadi atau denyut jantung.

Kalau MinCheck sendiri sih, biasanya berolahraga dengan menggunakan patokan waktu. Dalam satu minggu, MinCheck biasanya berolahraga sebanyak satu sampai tiga kali dengan durasi 30 menit sampai satu jam saja. Dengan menerapkan prinsip tersebut, MinCheck jadi lumayan rajin dan konsisten dalam berolahraga. Kalau kamu tak punya semangat untuk berolahraga, cobalah untuk melakukan olahraga permainan bersama temanmu, seperti basket, sepak bola, voli, bahkan golf.

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Selain melatih kondisi fisikmu dengan berolahraga, kamu juga harus mulai menerapkan gaya hidup sehat. Kamu bisa melaukannya dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin meminum air putih, serta mengurangi kebiasaan begadang. Kalau kamu bisa menghentikannya, justru lebih baik karena kamu akan memiliki jam tidur yang cukup di malam hari.

Lakukan Kegiatan yang Membuatmu Senang

Selain fisik, kamu juga perlu menjaga supaya pikiranmu tetap waras, DoCheckers. Seperti yang MinCheck katakan di atas, tingkat stres berlebih dapat mendatangkan penyakit yang lebih serius. Jika kamu tak menjaga psikismu, maka berbagai usahamu untuk keluar dari fenomena remaja jompo akan terbuang percuma.

Berkonsultasi dengan Ahli

Jika kamu tak bisa mengatasi masalahmu sendirian, cobalah untuk meminta pertolongan orang lain. Kamu bisa mengunjungi dokter untuk mengatasi masalah kesehatanmu. Jika kamu terganggu dengan stres dan berbagia gangguan mental, kamu bisa berkonsultasi ke psikolog atau langsung ke psikiater. Bahkan, kamu bisa berkonsultasi ke nutrisionis untuk menentukan kebutuhan nutrisi makanan yang paling cocok untukmu.

Gimana, DoCheckers, apakah kamu sudah tahu arti dari remaja jompo? Supaya kamu bisa terhindar dari fenomena remaja jompo, susunlah to-do list pribadimu menggunakan aplikasi DoCheck. Tentukan goals dan task kamu agar bisa hidup lebih sehat dan produktif. Unduh DoCheck secara gratis di Play Store dan App Store sekarang juga.


Scroll to Top