Cara Ampuh Mengatur Keuangan Pribadi bagi Mahasiswa


Kalau kamu seorang mahasiswa, mungkin kamu akan setuju dengan pernyataan kalau mengatur keuangan pribadi adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Apakah kamu sering merasa boros? Mungkin juga kamu orang yang kerap spending, tapi nggak sadar ketika uangmu mulai menipis? Hmm, sering kejadian nih. Baru saja dapet transferan, tapi udah ludes sebelum akhir bulan. Kamu gitu juga nggak, DoCheckers?

Para mahasiswa yang jauh dari keluarga dan orang tua pasti relate, nih. Akan tetapi, kamu nggak perlu khawatir lagi, DoCheckers. Kebetulan MinCheck punya tips dan metode nih yang bisa membantu kamu dalam mengatur keuangan pribadimu.

Cara Mengatur Keuangan Pribadi untuk Mahasiswa

Seorang mahasiswa yang baru terjun ke dunia perantauan biasanya masih kebingungan dalam mengatur keuangan pribadi. Entah karena tidak mengatur kondisi keuangan dengan baik atau memang boros. Jangan-jangan kamu malah memanfaatkan kondisi yang jauh dari orang tua untuk hidup hedon, nih? Waduh, semoga nggak ya, DoCheckers!

Baca Juga: Kamu Bisa Hidup Bahagia dengan Konsep Hedon ala Epicurus

MinCheck juga ngerti sih, kalau biaya hidup di perantauan itu biasanya berbeda dengan di daerah asal kita. Entah itu lebih murah ataupun lebih mahal. Makanya, mungkin kamu yang baru merantau juga masih kaget dan perlu membiasakan diri dengan itu.

Nah, biar kamu nggak terus-terusan hidup boros, MinCheck mau bagiin tips nih untuk mengatur keuangan pribadi kamu. Simak baik-baik, ya!

Tips Mengatur Keuangan Pribadi

Susunlah rencana untuk mengatur keuangan pribadimu dengan membuat catatan keuangan.
Susunlah rencana untuk mengatur keuangan pribadimu dengan membuat catatan keuangan. Gambar Skylar Kang via Pexels

Kamu udah cari solusi untuk manage uang, tapi masih bingung gimana cara menerapkannya? Tenang aja, MinCheck bakal kasih kamu tiga tips super gampang untuk mengatur keuangan pribadi buat kamu si mahasiswa dan perantau.

1. Buat Catatan Pengeluaran

Mungkin kamu bakal mikir, aduh, baru baca tips pertama udah malas banget. MinCheck ngerti banget nih. Tapi, ternyata catatan pengeluaran bisa ngebantu banget loh untuk mengatur dan menghemat uangmu. Loh, gimana caranya, MinCheck?

Jadi gini, pernah nggak sih kamu merasa uangmu habis tanpa tahu kemana perginya? Dengan membuat catatan pengeluaran, kamu akan sedikit terbantu. Paling tidak, kamu jadi tahu kemana pundi-pundi uangmu itu dibelanjakan. Nah, kalau kamu sudah tahu, kamu bisa perlahan mengeliminasi pengeluaran yang nggak terlalu penting.

Misalkan, kamu orangnya suka ngopi. Pokoknya, setiap hari harus beli kopi. Yah, oke-oke aja sih sebenarnya. Tapi, kamu perlu tahu prioritas juga. Sekarang coba dihitung deh, kalau tiap hari ngopi, kira-kira satu bulan bakal habis berapa? Banyak juga, kan? Kalau kamu masih ingin ngopi, coba cari alternatif kopi lain yang lebih murah. Maka dari itu, kamu juga perlu tetapkan seberapa besar batas pengeluaranmu.

2. Dahulukan Pengeluaran Pokok

Kalau kamu baru saja mendapat kiriman uang, apa yang pertama kali terlintas di kepalamu? Membayar berbagai kebutuhan pokok atau justru berbelanja barang-barang yang tak kamu butuhkan?

Mengacu pada tips pertama yang MinCheck berikan, kamu perlu mematuhi anggaran pengeluaranmu. Ada kalanya kamu perlu membatasi pengeluaran, apalagi jika itu hanya untuk hal-hal tidak benar-benar kamu butuhkan. Hindari pembelian dan gaya hidup yang terlalu konsumtif, apalagi sampai keluar dari batas aman keuanganmu. Hal tersebut dapat membuatmu tergoda untuk melakukan hutang kepada pihak-pihak lain yang justru nantinya akan semain menyulitkanmu.

3. Sisihkan Uang untuk Menabung dan Siapkan Dana Darurat

Kamu setuju nggak kalau sensasi punya uang di saat mendesak itu sangat melegakan? Dalam kehidupan sebagai mahasiswa dan perantau pun sama. Nggak jarang kamu dihantui rasa gelisah kalau sewaktu-waktu ada kebutuhan kampus ataupun organisasi yang menguras kantong. Sebel banget, kan?

Maka dari itu, ada baiknya kalau kamu bisa menyisihkan sedikit uang bulananmu untuk menabung dan menyiapkan dana darurat buat mengantisipasi situasi genting. Kalau pun nggak kepakai, kamu tetap akan diuntungkan kok nantinya. Lumayan kan uangnya bisa dipakai buat keperluan lain yang mendesak.

Baca Juga: Sinking Fund: Cara Menabung untuk Raih Impian

Menabung adalah langkah wajib untuk dilakukan jika kamu ingin menata kondisi keuanganmu menjadi lebih baik.
Menabung adalah langkah wajib untuk dilakukan jika kamu ingin menata kondisi keuanganmu menjadi lebih baik. Gambar maitree rimthong via Pexels.

By the way, kalau kamu mau mengatur keuanganmu dengan lebih baik, kamu memang harus membiasakan diri untuk menabung lho, DoCheckers. Kebetulan, MinCheck punya beberapa metode mengatur keuangan yang bisa kamu manfaatkan dan semuanya mewajibkan kamu untuk menabung. Hmm, metode apakah itu?

Metode yang Bisa Kamu Gunakan untuk Mengatur Keuangan Pribadi

1. Prinsip 50/30/20

Nah, tips tadi sebenarnya akan percuma kalau kamu nggak bisa mengeksekusinya dengan baik, DoCheckers. Maka dari itu, MinCheck bakal kasih satu metode buat mengatur keuanganmu. Namanya metode 50/30/20. Wah, metode apa itu?

Singkatnya, itu adalah metode untuk membagi keuanganmu menjadi tiga bagian, yakni 50% untuk kebutuhan, 30% untuk berbelanja keinginganmu, dan 20% untuk menabung. Kamu bisa baca soal metode 50/30/20 lebih lengkapnya di sini, ya!

Tapi, ingat ya, DoCheckers, kamu harus terus mematuhi dan menerapkan metode ini. Kalau nggak konsisten, ujung-ujungnya ya kamu bakal boros juga.

2. Kakeibo

Kamu pernah denger soal metode Kakeibo belum nih, DoChecekrs? Kakeibo sendiri memiliki arti ‘buku besar’ atau catatang keuangan. Menurut laman Kemenkeu, metode ini diperkenalkan oleh Makoto Hani pada tahun 1904 dan terkenal di kalangan ibu rumah tangga di Jepang, loh. Metode ini kembali naik setelah diangkat menjadi sebuah buku oleh Fumiko Chiba pada tahun 2017.

Dalam buku tersebut, terdapat empat pertanyaan esensial yang kudu kamu jawab nih DoCheckers, kalau pengen memperbaiki manajemen finansialmu. Waduh, kira-kira apa aja ya pertanyaannya, DoCheckers? Coba kamu jawab yang berikut ini, ya!

  • Seberapa banyak uang yang kamu miliki?
  • Seberapa besar uang yang ingin kamu simpan?
  • Berapa kisaran dana yang biasa kamu belanjakan?
  • Bagaimana cara kamu menambah uang yang kamu tabung?

Terus, buat apa sih pertanyaan itu? Fumiko sendiri percaya kalau Kakeibo dapat mengubah pandangan seseorang mengenai keuangan dan menjadi lebih berhati-hati ketika mengurus persoalan finansial. Kenapa bisa begitu? Itu karena prinsip Kakeibo sendiri terletak pada pencatatan data pemasukan dan pengeluaran. Dengerin tuh, DoCheckers! Mencatat data pengeluaran dan pemasukan itu penting buat mengatur keuangan pribadi kamu, lho.

Cara Menerapkan Kakeibo dalam Kehidupan Sehari-hari

Selanjutnya, apa aja sih langkah yang perlu kamu lakukan buat menerapkan metode Kakeibo ini?

  1. Kamu wajib mencatat seluruh pemasukan di awal bulan.
  2. Coba untuk sisihkan sebagian uangmu untuk menabung atau menyiapkan dana darurat.
  3. Membagi pengeluaran dalam beberapa kelompok. Kamu nggak harus mengikuti pembagian ini, ya. Kamu boleh membuat pengelompokan sendiri sesuai dengan kebutuhan kamu. Berikut adalah contoh empat pengelompokan untuk pengeluaran, yakni:
    • Survival atau kebutuhan pokok yang meliputi seluruh biaya hidup, seperti makan, uang kost, dll.
    • Optional atau kebutuhan sekunder, seperti biaya untuk nongkrong bareng teman-teman, dll.
    • Culture atau biaya untuk memperluas wawasanmu, seperti buku dan film.
    • Extra atau pengeluaran untuk keperluan lain, seperti biaya service motor, dll.
  4. Kamu perlu menyiapkan “kantung” atau tempat untuk mengalokasikan dana sesuai pengeluaran. Misalnya nih, kamu mau nongkrong di coffee shop bareng temanmu, maka kamu ambil uang yang telah kamu siapkan untuk nongkrong. Jadi, kamu nggak akan mengambil jatah pengeluaran untuk keperluan yang lain. Eits, tapi jangan lupa buat terus catat setiap pengeluaranmu juga, ya!
  5. Ketika memasuki akhir bulan, kamu perlu meninjau ulang berbagai pengeluaran dan kondisi keuanganmu sebluan terakhir. Kamu bisa memantau catatan keuangan pribadi dan kantung-kantung tadi, mana saja yang paling banyak menguras keuanganmu. Dengan demikian, kamu bisa membuat perencanaan yang lebih matang untuk bulan selanjutnya.

Nah, gimana pendapatmu soal prinsip 50/30/20 dan metode Kakeibo ini, DoCheckers? Kelihatannya gampang, ya? Mulai tertarik untuk coba? Buruan dicoba ya, DoCheckers, sebelum kamu kena dampak negatif gara-gara nggak bisa mengatur keuangan pribadi dengan baik.

Dampak Jika Tidak Mengatur Keuangan Pribadi dengan Baik

Tidak mengatur keuangan pribadimu dengan baik dapat berdampak negatif. Gambar Andrea Piacquadio via Pexels.

Selalu Merasa Kekurangan

Kamu mungkin pernah mengeluh, mengapa uang yang kamu miliki seakan tak pernah bisa mencukupi gaya hidupmu. Bisa jadi, itu tanda kamu tidak mampu me-manage uangmu dengan baik. Bisa jadi juga itu disebabkan karena tidak ada keselarasan antara uang yang kamu miliki dengan gaya hidupmu. Apalagi, jika kamu seorang mahasiswa yang masih mengandalkan uang dari orang tua untuk bertahan hidup di perantauan.

Oleh karena itu, kamu perlu menyesuaikan ulang antara gaya hidup dan kebutuhan pokokmu ya, DoCheckers! Ingat juga untuk tidak serta-merta mengikuti nafsu kamu untuk menerapkan standar hidup yang tinggi, apalagi sampai hutang sana-sini.

Baca Juga: Kapok Paylater? Yuk, Coba Cara Hidup Tanpa Utang Ini!

Tidak Memiliki Dana Cadangan

Menurut MinCheck, punya uang tapi nggak ditabung adalah sesuatu yang sia-sia. Kenapa? Karena kamu tidak akan pernah tahu kapan ada keperluan lain yang mendesak. Entah itu acara kampus yang mengharuskanmu membayar sejumlah uang, atau bahkan untuk mengantisipasi masa darurat saat orang tuamu belum  bisa mengirimkan uang. Maka dari itu, kamu perlu menyiapkan dana untuk menabung, menyiapkan dana darurat, bahkan sebagai investasi masa depan.

Rentan Terkena Stres dan Masalah Kesehatan

Menurut laman Alodokter, orang yang memiliki permasalahan keuangan memiliki risiko untuk mengalami stres atau depresi. Hal ini pun bisa memicu masalah lainnya, seperti susah tidur, potensi melakukan kegiatan yang tidak sehat, dan potensi terserang penyakit yang lebih serius.

Duh, kamu juga nggak mau terkena dampak-dampak negatif itu, kan? Untuk terhindar dari dampak buruk tak mengatur keuangan pribadi, kamu bisa menyiapkan to-do list untuk mengatur keuanganmu dengan aplikasi DoCheck. Kamu juga bisa masukkan metode 50/30/20 atau metode Kakeibo tadi ketika baru menerima uang di awal bulan, biar nggak boncos sebelum akhir bulan. Download DoCheck di Play Store dan AppStore sekarang juga.


Scroll to Top