Prinsip etika bisnis yang harus dipegang teguh dalan berwirausaha.

6 Prinsip Etika Bisnis dan Manfaatnya dalam Berwirausaha


Dalam menjalankan suatu bisnis, terdapat beberapa prinsip berbisnis dan etika yang perlu dipegang teguh sebagai aturan tidak tertulis. Hal ini karena prinsip etika bisnis bisa membuatmu menjalankan bisnis dengan baik dan bertanggung jawab.

Selain bermanfaat untuk diri sendiri sebagai pemilik bisnis, prinsip dan etika bisnis ini bisa memberikan dampak baik bagi lingkungan sekitar atau bahkan pelanggan. Apa itu sebenarnya etika bisnis? Bagaimana manfaatnya dalam berwirausaha? Simak penjelasannya sampai selesai, ya!

Baca juga: 5+ Contoh Media Promosi Online untuk Kembangkan Bisnismu

Apa Itu Etika Bisnis?

pengertian etika bisnis
Mengetahui prinsip etika bisnis agar perusahaan berjalan dengan baik. Foto oleh Kampus Production via Pexels.

Menurut Jurnal Entrepreneur etika bisnis dapat membentuk suatu nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan untuk menciptakan suasana hubungan yang adil dan sehat baik itu dengan sesama rekan kerja maupun konsumen. Secara tidak langsung etika bisnis akan mendorong adanya sikap tanggung jawab dalam menjalankan bisnis.

Dilansir dari Investopedia, etika bisnis merupakan studi tentang kebijakan dan praktik bisnis yang sesuai dengan subjek bisnis atau suatu hal dalam bisnis yang berpotensi pada kontroversi. Etika bisnis ini menyangkut bagaimana tata kelola perusahaan, pelanggaran relasional kerja atau nepotisme, penyuapan, diskriminasi, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan tanggung jawab fidusia. Biasanya undang-undang akan mengatur etika bisnis dengan memberikan pedoman dasar yang dapat dipilih oleh bisnis untuk diikuti untuk mendapatkan persetujuan publik.

Prinsip Etika Bisnis

Prinsip etika bisnis akan membawa keuntungan pada perusahaan.
Prinsip etika bisnis akan membawa keuntungan pada perusahaan. Foto oleh Ketut Subiyanto via Pexels

Prinsip bisnis adalah suatu aturan yang kamu pegang dalam menjalankan bisnis. Dalam hal ini, prinsip berbisnis yang dipegang teguh oleh tiap pebisnis biasanya bermacam-macam. Namun, kamu bisa menggunakan prinsip dengan pendekatan etika bisnis. Misalnya seperti mengganggap pelanggan sebagai raja, uang atau keuntungan sebagai hasil dari kerja keras, atau mempercayai bahwa bekerja adalah suatu bagian dari belajar.

Baca juga: Be A Pop Star Webinar Eva Alicia: Ubah Hobi jadi Bisnis

Sedikit berbeda dengan prinsip etika bisnis, prinsip bisnis bisa kamu pilih sesuai dengan nilai yang kamu percayai atau amini. Prinsip etika bisnis biasanya sudah memiliki aturan tertulis dalam perundang-undangan yang melindungi pebisnis maupun pelanggan dari bahaya. Misalnya seperti penipuan, kerugian akibat residu dari produk yang dibuat, dan sebagainya.

Berikut ini beberapa prinsip etika bisnis yang bisa kamu jadikan sebagai standar dalam bekerja.

1. Prinsip Kejujuran

Pernah mendengar kejujuran adalah emas? Tentu, bisnis yang memegang teguh prinsip ini biasanya tidak menghadapi masalah yang terlalu besar. Misalnya seperti penipuan, hal seperti ini pasti tidak akan terjadi pada bisnis yang dijalankan dengan prinsip ini. Selain itu, budaya jujur juga perlu ditanamkan kepada seluruh karyawan agar perusahaan bisa menghasilkan produk dengan efektif dan efisien. Biasanya ketidakjujuran bisa menyebabkan perusahaan mengalami kerugian meskipun tidak signifikan.

Oleh karena itu, penting untuk bisa memilih karyawan dengan tepat. Selain memilih orang-orang yang kompeten di bidangnya, kamu juga harus bisa membedakan karakter seseorang melalui kejujurannya. Kamu bisa memiliki anggapan bahwa orang yang tidak jujur berarti tidak bisa menjadi bagian dari ekosistem perusahaan atau bisnis yang sedang kamu bangun.

Baca juga: 7 Karakteristik Creativepreneur yang Wajib Dimiliki

2. Prinsip Integritas Moral

Dilansir dari Pintek.id integritas adalah kunci penting untuk menjaga nama baik usaha kamu. Integritas yang kuat akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan pihak lain terhadap usaha Anda.

Dalam praktik berbisnis, setiap orang yang terlibat harus menjunjung tinggi nama baik perusahaan. Misalnya dengan tidak menyebarkan obrolan dalam perusahaan yang bisa menyinggung masyarakat lain dan sebagainya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, perusahaan yang memiliki reputasi yang baik berkesempatan berkembang dengan lebih cepat dan luas.

3. Prinsip Kesetiaan

Menurut Jubelio, adanya penerapan prinsip etika ini tentu kamu tidak dapat mencampur urusan bisnis dengan pribadi kamu. Hal ini karena prinsip kesetiaan atau loyalitas pada perusahaan bisa terlihat dari kerja keras serta keseriusan dalam menjalankan sebuah usaha tetapi tetap sesuai dengan visi dan misi bisnis kamu.

Tidak hanya itu, kesetiaan ini juga bisa memperlihatkan dedikasi kamu dalam berbisnis dengan sungguh-sungguh. Apabila kamu sedang mengurusi beberapa hal sekaligus, prioritaskan bisnis yang sedang dalam tahap perkembangan sampai bisa bekerja secara auto-pilot nantinya. Prinsip etika ini juga bisa membuat kamu sebagai pemilik bisnis ter-branding sebagai pemilik bisnis yang berdedikasi tinggi terhadap bisnis atau usaha yang sedang dibangunnya.

4. Prinsip Otonomi

Berdasarkan Aturtoko.id, prinsip otonomi berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan dan tindakan yang benar. Tentunya, tiap keputusan tersebut harus telah melalui berbagai pertimbangan matang.

Punyai rasa kepemilikan terhadap bisnis yang sedang kamu rintis dari awal. Dengan begitu kamu bisa menerapkan prinsip otonomi ini dengan baik dan bertanggung jawab penuh atas keputusan-keputusan yang kamu buat.

5. Prinsip Keadilan

Prinsip ini bisa berlaku untuk kamu sebagai pemilik bisnis ataupun untuk pelanggan yang mendapatkan perlakuan dari bisnismu. Keadilan yang dimaksud ialah kamu memegang teguh kesetaraan gender, ras, dan bersikap adil kepada semua orang yang terlibat. Hal ini kemudian bisa tercermin pada bagaimana sistem bisnis kamu gerakkan. Contoh lainnya, apabila kamu mendapatkan saran atau masukan dari orang lain atau karyawan, sebaiknya kamu juga mendengarkannya dengan bijaksana.

6. Prinsip Saling Menguntungkan

Sebagai karyawan, mereka memiliki hak untuk mendapatkan keuntungan dari apa yang telah dikerjakan. Sebagai pemilik bisnis juga bisa menuntut hak atas keuntungan. Selain itu, sebagai pelanggan juga berhak mendapatkan sesuatu yang tidak merugikannya. Dalam usaha juga terdapat prinsip etika dalam berbisnis yang saling menguntungkan satu sama lain.

Manfaat Etika Bisnis

manfaat prinsip etika bisnis
Manfaat menjalankan etika bisnis sangat luas. Foto oleh Tima Miroshnichenko via Pexels

Setelah mengetahui apa saja prinsip usaha umum, kamu mungkin akan semakin bersemangat untuk menjalankan prinsip tersebut setelah mengetahui berbagai manfaat etika bisnis. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan sebagai pelaku bisnis.

  • Nama perusahaan dikenal dengan baik
  • Menambah rasa kepercayaan terhadap pelanggan
  • Membangun lingkungan kerja nyaman
  • Mendapatkan keuntungan secara maksimal
  • Terhindar dari kerugian besar

Itu dia penjelasan mengenai prinsip etika bisnis. Agar selalu bisa mengingatnya, kamu bisa mencatatnya dalam aplikasi DoCheck sebagai to-do list. Kamu juga bisa dengan mudah menjelaskan bagaimana prinsip perusahaanmu dengan list tersebut. Tunggu apa lagi? miliki aplikasinya sekarang! Kamu bisa mengunduhnya di Play Store dan App Store.

Baca juga: Ingin Dapat Cuan dari Hobi? Yuk, Ubah Hobi Menjadi Bisnis!


Scroll to Top