Sedentary-life-styleatau kebiasaan-malas-malasan

Sedentary Lifestyle: Kebiasaan Sepele yang Mematikan


Tahukah kamu kalau rebahan dan malas-malasan sebenarnya bisa mengancam jiwa? Inilah yang disebut sebagai sedentary lifestyle. Kamu mungkin sedang membaca ini sambil duduk atau rebahan. Sudah berapa lama? Hati-hati ini bisa membuat kesehatanmu terganggu apabila tidak segera kamu kurangi.

Menurut SehatQ sedentary lifestyle adalah gaya hidup orang malas yang jarang sekali menggerakkan tubuh misalnya dalam bentuk duduk terlalu lama. Dengan begitu, kegiatan scrolling sosial media dengan rebahan atau tidur-tiduran juga termasuk ke dalam gaya hidup ini. Namun, seberapa lama tidak melakukan apa-apa secara fisik ini bisa sampai mematikan? Berikut ini MinCheck akan sharing tips-tips untuk mengurangi sedentary lifestyle.

Sempatkan Bergerak Kurangi Sedentary

Mulailah bergerak untuk mengurangi gaya hidup sedentary
Mulailah bergerak untuk mengurangi sedentary lifestyle. foto oleh Tirachard Kumtanom via Pexels

Pertama, percayalah bahwa setiap gerakan fisik yang kamu lakukan akan sangat berarti. World Health Organization menyebutkan bahwa setiap gerakan yang kamu lakukan akan selalu bermanfaat bagi tubuh dan kesehatanmu. Untuk kamu yang berusia 5 – 17 tahun, aktivitas fisik yang kamu lakukan bisa bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran fisik (kardiorespirasi dan kebugaran otot), kesehatan kardiometabolik (tekanan darah, dislipidemia, glukosa, dan resistensi insulin), kesehatan tulang, hasil kognitif (kinerja akademik, eksekutif fungsi), kesehatan mental (mengurangi gejala depresi); dan mengurangi adipositas. Berikut durasi waktu yang disarankan WHO untuk kamu terapkan dalam keseharian.

  1. Anak-anak dan remaja harus melakukan setidaknya rata-rata 60 menit per hari dengan intensitas sedang hingga kuat, sebagian besar aerobik, aktivitas fisik, sepanjang minggu.
  2. Aktivitas aerobik berintensitas tinggi, serta yang memperkuat otot dan tulang, harus dilakukan setidaknya 3 hari seminggu.

Sedangkan untuk kamu yang berusia 18 – 64 tahun, durasi waktu yang disarankan untuk kamu terapkan dalam keseharian akan lebih banyak dari anak-anak dan remaja.

  1. Melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas fisik aerobik intensitas sedang; atau setidaknya 75-150 menit aktivitas fisik aerobik intensitas tinggi; atau kombinasi setara aktivitas intensitas sedang dan kuat setiap satu minggu, untuk manfaat kesehatan yang substansial.
  2. Kamu juga harus melakukan aktivitas penguatan otot dengan intensitas sedang atau lebih besar yang melibatkan semua kelompok otot utama pada 2 hari atau lebih dalam seminggu, karena ini memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Baca juga: Workout From Home bareng DoCheck dengan To-do List Ini!

Kamu bisa memulai beberapa olahraga dengan menjadwalkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik tersebut. Mulai dari lari pagi di luar atau bahkan senam atau workout mandiri yang bisa kamu lakukan di rumah. Selain itu, kamu bisa mengajak teman atau sahabat untuk merutinkannya dan menjadikannya kebiasaan yang menyenangkan untuk dilakukan setiap hari.

Apabila kamu merasa kesulitan melakukannya setiap hari, kamu bisa memulainya dengan aktivitas fisik dalam jumlah kecil, kemudian secara bertahap tingkatkan durasi, frekuensi, dan intensitasnya dari waktu ke waktu. Hal ini lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.

Baca juga: Cara Mencegah Parkinson Law, Kebiasaan Tunda Pekerjaan

Ketahui Manfaat Jangka Panjang Mengurangi Sedentary Lifestyle

Faktanya, pada orang dewasa berusia 18-64 tahun gaya hidup sedentari berkaitan dengan hasil kesehatan yang buruk. Misalnya kematian karena serangan jantung, kanker, dan diabetes. Tentu kamu tidak ingin terjadi pada kesehatanmu di masa depan. Oleh karena itu sangat perlu untuk mulai membiasakan diri dengan gaya hidup sehat. Kebiasaan yang baik di masa muda akan sangat bermanfaat buat kamu tidak hanya untuk saat ini tapi juga di masa tua nanti.

Baca juga: Ingin Hidup Sehat? Yuk, Terapkan 6 Tips Mudah Berikut Ini!

Sedentary lifestyle bisa membuat masa tua semakin kesulitan.
Sedentary lifestyle bisa membuat masa tua semakin kesulitan, oleh Gerd Altmann via Pexels

Selain terhindar dari berbagai penyakit mematikan, melakukan aktivitas fisik juga bisa menjadi bentuk self love pada diri sendiri. Pasalnya, hidup yang tidak banyak bergerak sebenarnya hidup yang menyakitkan. Coba bayangkan kamu berdiri begitu lama dan tidak bergerak. Mungkin kaki akan mulai kram dan apabila dilanjutkan bisa sangat menyakitkan. Begitu juga dengan duduk, tidur, atau posisi rebahan lainnya. Kamu mungkin pernah merasa lelah padahal tidak melakukan apa-apa. Kalau begitu, cobalah untuk rutin bergerak!

Tubuh Kamu Didesain untuk Bergerak

Dulu saat masih di Sekolah Dasar, kamu pasti pernah belajar kalau salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak. Bahkan, tumbuhan juga dikatakan sebagai makhluk hidup karena dia juga bergerak. Jadi, tubuh kamu sudah dirangkai cukup unik karena bisa digunakan untuk banyak posisi, yang paling utama adalah berdiri dan bergerak. Tidak mengherankan kalau terlalu lama diam bisa sangat membahayakan.

Salah satu sedentary lifestyle adalah duduk yang berbahaya. Video oleh
TED-Ed via YouTube.

Penelitian juga menyebutkan kalau terlalu banyak diam tidak hanya mematikan, kebiasaan ini juga bisa membawa masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, menyempatkan untuk bergerak di sela-sela duduk yang panjang bisa membantu kamu menjadi lebih segar dan sehat. Kamu bisa sekadar lompat-lompat, jalan naik turun tangga, atau melakukan aktivitas sederhana lainnya.

Jadi, yang paling penting adalah menyempatkan bergerak daripada tidak sama sekali. Untuk memulai kebiasaan baru ini, kamu bisa menggunakan fitur to do list yang ada di aplikasi DoCheck. Kamu bisa memulai kebiasaan bergerak ini bersama teman-teman dalam fitur grup. Selain itu, terdapat template goals yang bisa kamu gunakan.

Sekarang aplikasi DoCheck di Play Store dan App Store sudah tersedia secara gratis! Kamu bisa download aplikasinya sekarang!


Scroll to Top