chronotype ala rama satya

Be A POP Star Webinar: Temukan Chronotype ala Rama Satya


Setiap orang memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Namun gak semua orang memiliki waktu produktif yang sama. Nyatanya, ada orang yang bisa fokus bekerja ketika pagi hari. Namun tidak jarang juga dijumpai orang yang baru bisa berpikir dan konsentrasi di malam hari. Kalau kamu, termasuk tipe yang mana? Seperti biasanya, DoCheck menyelenggarakan Be A POP Star Webinar setiap bulannya. Pada kesempatan ini, DoCheck ingin sharing cara menemukan chronotype ala Rama Satya untuk mengimplementasikan peak productivity hours. Penasaran gimana cara menemukannya? Simak ulasan MinCheck berikut ini.

Mengenal Rama Satya, Si Productivity Boy

Rama Satya, atau yang akrab disapa Rama, merupakan seorang content creator yang bergerak di bidang produktivitas. Di dunia maya, Rama dikenal sebagai @productivityboi yang kerap berbagi konten edukasi tentang produktivitas, habits, dan growth lifestyle.

Gak cuma itu, Rama juga membuka kelas time management dan membuat podcast seputar produktivitas untuk membantu banyak orang agar menjadi lebih produktif. Saat ini lebih dari 150 ribu orang tergabung sebagai #ProductiveGang-nya si @productivityboi.

Cara Menemukan Chronotype ala Rama Satya

Chronotype adalah kecenderungan tubuh untuk tidur dalam waktu yang spesifik. Dengan mengetahui chronotype-mu, kamu bisa tahu Peak Productivity Hours atau yang bisa disebut sebagai waktu produktif seseorang. Seperti yang MinCheck tekankan di atas kalau gak semua orang memiliki waktu produktif yang sama. Berdasarkan penelitian, chronotype terbagi menjadi empati jenis. Melalui Be A POP Star Webinar pada tanggal 24 Agustus 2022, Rama Satya berbagi informasi mengenai chronotype dan cara menemukan waktu produktif.

Lalu gimana sih caranya menemukan chronotype? Yuk simak ulasan MinCheck berikut ini!

1. Rasakan Waktu Lelah dan Aktifmu Kemudian Catat di Jurnal

Pertama, kamu perlu menganalisa kira-kira kapan waktu lelahmu sehingga kamu tahu di waktu tertentu kamu bisa beristirahat. Setelah menganalisa, kamu bisa mencatat hal tersebut melalui jurnaling.

Baca juga: Journaling: Pengertian dan Manfaatnya

Selain melakukan refleksi waktu lelah, kamu pun perlu merasakan waktu kamu merasa aktif. Jangan lupa untuk mencatat hal ini di dalam jurnal. Hal ini tentu saja untuk mengetahui waktu produktif kamu.

2. Tuliskan Makanan yang Kamu Konsumsi

Kamu tahu gak sih kalau makanan yang kamu konsumsi dapat memengaruhi produktivitasmu, lho! Dilansir dari Glints, terdapat beberapa makanan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja. Jenis makanan tersebut antara lain seperti ikan salmon, telur, dan buah pisang. Nah, kalau kamu sedang merasa gak produktif, coba deh konsumsi makanan tersebut. Kalau masih nggak mempan, cobalah konsumsi makanan favorit kamu.

Menurut Rama Satya, ketika kamu mengetahui makanan yang kamu konsumsi, kamu pun tidak dapat “dimanipulasi” oleh makanan atau minuman tersebut. Sebagai contoh, jenis chronotype-mu adalah bear, namun kamu meminum kopi sehingga jam aktifmu di malam hari. Dengan mencatat yang kamu konsumsi, kamu pun bisa mengidentifikasi makanan yang bisa kamu konsumsi dan harus kamu hindari. Tujuannya sama, untuk memaksimalkan peak productivity hours kamu sehingga kinerja kamu semakin oke.

3. Rekap Jurnal Setelah 7 Hari, Kemudian 30 Hari

Setelah terbiasa menulis setiap hari, kamu bisa merekap jurnal tersebut selama tujuh hari dan tinjau kembali hasilnya. Kira-kira apakah sudah sesuai dengan waktu produktif dan tidak produktifmu. Melalui rekapan ini, kamu jadi tahu dan membiasakan diri. Setelah mengidentifikasi selama tujuh hari, kamu bisa kembali melakukan rekap selama 30 hari. Tujuannya, agar kamu semakin tahu dan yakin jenis chronotype-mu.

4. Tulisan Kegiatan Olahraga

Menuliskan kegiatan olahraga menjadi salah satu to-do list menemukan chronotype ala Rama Satya
Menuliskan kegiatan olahraga menjadi salah satu to-do list menemukan chronotype ala Rama Satya

Selain melakukan jurnaling mengenai makanan yang kamu konsumsi, kamu pun perlu menuliskan kegiatan olahraga yang kamu lakukan. Kamu bisa melakukan evaluasi apakah kegiatan tersebut works di kamu atau perlu penyesuaian. Layaknya makanan, kegiatan olahraga pun memiliki dampak bagi produktivitas.

5. Siapkan Jurnal, Salah Satu Tips Chronotype ala Rama Satya

Taraaaa~ setelah jurnal kamu siap, kamu bisa melihat kembali rekapannya. Kamu gak perlu khawatir lagi kalau kamu gagal produktif. Jurnal yang kamu buat dapat dijadikan acuan untuk lebih produktif!

DoCheckers, dengan mengetahui waktu produktif, kamu bisa memaksimalkan kinerja kamu agar kamu tahu beberapa hal seperti prioritas pekerjaanmu, tujuan, bahkan terciptanya work-life balance.

Baca juga: Work-life Balance: Keseimbangan Antara Kehidupan Personal dan Pekerjaan

Login DoCheck Makin Mudah Pakai Akun Google

Login makin mudah menggunakan akun Google
Login makin mudah menggunakan akun Google

Ngomongin soal aplikasi DoCheck, kamu tahu gak sih kalau sekarang login pakai DoCheck semakin mudah menggunakan akun Google? Caranya gampang banget, kamu bisa masukkin alamat email kamu yang aktif dan password. Kalau handphone kamu sudah tersambung dengan akun Google, kamu tinggal klik dan login, deh! Kamu gak perlu khawatir lagi bakal kelupaan kata sandi. Login lebih praktis dengan satu kali klik.

Nah, itulah sederet to-do list dari Rama Satya mengenai cara menemukan chronotype. Kalau kamu ingin menemukan waktu produktifmu, kamu bisa meng-copy goals dari Rama Satya ini di aplikasi DoCheck, lho!

To-do list yang Rama Satya bagikan di Be A POP Star Webinar dapat kamu temukan di rekomendasi goals aplikasi DoCheck. Tentunya, kamu bisa jadi bagian dari productive gang Rama Satya. Gimana? Makin asik, kan? Yuk segera download aplikasi DoCheck di Play Store dan App Store secara gratis dan mari produktif bareng!

Baca juga: Fitur “Goals” DoCheck Bisa Bantu Wujudkan Resolusimu!


Scroll to Top