tanda demotivasi kerja yang perlu kamu waspadai

7+ Tanda Demotivasi Kerja yang Perlu Kamu Waspadai


Sebagai manusia, rasanya wajar mengalami yang namanya bosan, kehilangan motivasi, dan nggak bersemangat melakukan rutinitas yang begitu-begitu saja. MinCheck pun pernah mengalami yang namanya demotivasi kerja. Contoh demotivasi kerja seperti timbulnya rasa malas melakukan pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Terlalu berlarut-larut di dalam rasa malas membuat MinCheck jadi nggak produktif. Apakah kamu pernah mengalami hal demikian? Kalau iya, kamu berada di artikel yang tepat! Yuk, mari bedah apa itu demotivasi dalam bekerja, tanda serta cara mengatasinya!

Pengertian Demotivasi Kerja

Demotivasi kerja adalah suatu kondisi ketika kamu mengalami penurunan motivasi kerja. Alih-alih memiliki semangat untuk menuntaskan pekerjaan, kamu hanya terpaku di depan pekerjaanmu yang menumpuk. Dilansir dari Glints, ciri yang paling menonjol dari penurunan motivasi kerja ini adalah rasa malas mengerjakan pekerjaan yang biasanya kamu lakukan sehari-hari.

Kondisi ini dapat “menyerang” siapa saja, baik itu fresh graduate yang baru bekerja, hingga karyawan yang sudah bertahun-tahun bekerja. Kira-kira apa saja ya penyebab demotivasi kerja?

Penyebab Demotivasi Kerja

Beragam penyebab demotivasi kerja.
Beragam penyebab demotivasi kerja. (Foto Andrea Piacquadio via Pexels)

Penyebab demotivasi kerja sangatlah beragam. Banyak banget hal yang menjadi pemicu seseorang mengalami penurunan motivasi kerja. Apa saja sih penyebabnya? Simak ulasan MinCheck berikut ini!

Lingkungan Kerja yang Nggak Suportif

Disadari atau tidak, lingkungan kerja memiliki pengaruh yang besar untuk karier seseorang. Lingkungan kerja yang nggak suportif dapat memicu demotivasi kerja karyawan. Lalu, gimana kalau pada akhirnya kamu terjebak di lingkungan kerja yang tidak suportif?

MinCheck menyarankan untuk punya yang namanya support system, kamu bisa mencari lingkungan pertemanan yang membantu kamu untuk berkembang. Selain itu, kamu bisa gabung ke komunitas atau organisasi tertentu yang memacu kamu untuk lebih produktif.

Ingat, kamu nggak bisa mengontrol yang orang lain lakukan. Kalau lingkungan gak bisa bikin kamu berkembang, kamu masih punya dirimu sendiri yang dapat membuatmu maju satu langkah ke arah mimpimu. Jangan patah semangat ya, DoCheckers!

Tidak Adanya Apresiasi

Kurangnya apresiasi atas kerja kerasmu bisa menjadi penyebab demotivasi kerja. Mengapa apresiasi penting? Dilansir dari Talenta, apresiasi dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan bagi karyawan. Bagi MinCheck, apresiasi adalah sebuah cara untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada karyawan. Seperti yang kamu ketahui kalau karyawan merupakan aset perusahaan. Membuat karyawan merasa dihargai adalah salah satu hal penting yang nggak boleh dilewatkan oleh perusahaan.

Selain apresiasi dari perusahaan, jangan lupa untuk mengapreasiasi diri sendiri. Kamu bisa berterima kasih kepada tubuhmu yang mau diajak kerja sama untuk bekerja, mensyukuri hal-hal yang sudah terjadi, dan mengevaluasinya.

Nggak Punya Plan

Siapa sih yang tidak mendambakan bekerja sesuai passion? Namun nyatanya, gak semua orang yang bekerja sesuai passion akan selalu bahagia dengan pekerjaannya. Ada masanya stuck dan nggak tahu plan ke depan yang ingin dicapai.

Inilah pentingnya untuk memiliki plan di dalam karier supaya pekerjaanmu lebih terarah. Kamu jadi tahu kira-kira karier impianmu seperti apa. Dampak demotivasi kerja nggak hanya berlaku pada penurunan produktivitas, lho! Namun, kamu jadi nggak tahu kemana arah kariermu.

Baca juga: Cara Asik dan Praktis Buat Career Plan, Yuk Dicoba!

Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Berhenti bandingkan dirimu dengan orang lain. Kamu nggak pernah tahu effort yang sudah dilakukan seseorang untuk mencapai tujuannya. Membandingkan diri sendiri dan orang lain adalah hal yang sia-sia. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya membuat dirimu lelah. Menurut MinCheck, lebih baik kamu fokus pada tujuanmu dan menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi.

Nah, itulah sederet penyebab demotivasi kerja. Kira-kira apakah daftar penyebab di atas sedang kamu alami?

Tanda-tanda Demotivasi Kerja

Tanda-tanda demotivasi kerja.
Tanda-tanda demotivasi kerja. (Foto Andrea Piacquadio via Pexels)

1. Sering Telat Ngantor

Hayoooo.. siapa yang sering sengaja berangkat kerja ditelat-telatin? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang kehilangan motivasi kerja. Hati-hati, keseringan telat ngantor bisa bikin kamu terlihat tidak profesional. Seperti yang kamu tahu kalau bersikap profesional di dunia kerja merupakan salah satu interpersonal skill yang wajib dimiliki karyawan.

2. Performa Kerja yang Menurun

Performa kerja kamu sedang menurun akhir-akhir ini? Bisa jadi, kamu sedang mengalami demotivasi kerja. Biasanya kamu kerja mencapai target, namun lama-kelamaan performa kamu menjadi turun. Selain itu, kamu jadi nggak bisa mengerjakan pekerjaan tepat waktu. Waduh.. kalau sudah begini, pekerjaanmu akan semakin menumpuk dan dianggap tidak kompeten.

3. Mudah Emosi yang Memicu Konflik

Terpancing emosi ketika bekerja sama dengan rekan kerja adalah hal yang patut dihindari. Kalau kamu mudah emosi yang akhirnya memicu konflik dengan rekan kerja, bisa jadi kamu sedang mengalami penurunan motivasi kerja.

Penurunan motivasi kerja membuat kamu menjadi lebih sensitif terhadap sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan.

4. Tidak Berpartisipasi

Tidak memiliki minat untuk berpartisipasi dalam brainstorming atau acara kantor bisa jadi tanda demotivasi. Kamu menjadi enggan melakukan kegiatan yang berhubungan kantor. Kamu merasa lesu ketika harus berdiskusi dan menyuarakan ide-ide yang kamu punya. Ujung-ujungnya sama, performa kamu menurun dan dianggap nggak produktif.

5. Mudah Mengeluh, Tanda Demotivasi Kerja

Sebelum pekerjaan dimulai, kamu sudah mengucapkan kata seperti “hadeuh” dan “haduh” sebagai tanda kalau kamu malas. Memang sih, tidak selamanya kamu harus bersemangat. Namun kalau kamu mengeluh secara terus menurus artinya ada sesuatu yang tidak beres. Let’s fix it!

6. Bingung.. Bingung.. dan Bingung

Kira-kira harus memulai pekerjaan dari mana, ya? Apakah kamu kerap mengalami kebingungan sampai kamu tidak mengerjakan satu pekerjaan pun? Bingung secara terus menerus merupakan tanda kalau kamu sedang mengalami demotivasi kerja. Saran MinCheck sih, coba bicarakan baik-baik dengan atasan atau rekan kerja, ya.

7. Mengalami Burnout

Burnout adalah salah satu tanda demotivasi kerja.
Burnout adalah salah satu tanda demotivasi kerja. (Foto ANTONI SHKRABA production via Pexels)

Apakah kamu familier dengan kata burnout? Singkatnya, burnout adalah kondisi stres berat karena pekerjaan. Dilansir dari AloDokter, salah satu ciri burnout adalah sulit berkonsentrasi. Selain itu, kamu menjadi mudah sakit. Tidak hanya fisikmu yang lelah, namun mentalmu juga lelah.

8. Muncul Keinginan Resign

Setelah lelah dengan semuanya, lalu kamu kepikiran untuk resign alias mengundurkan diri. Waduh, kalau sudah begini coba kamu telaah lagi. Apakah kamu memang jenuh atau benar-benar perlu mencari pekerjaan baru.

Cara Mengatasi Demotivasi Kerja

Tak bisa dipungkiri kalau penurunan motivasi kerja berpengaruh besar pada hidupmu. Tenang, MinCheck akan berbagi cara mengatasi hal ini. Simak baik-baik berikut ini!

Work-life Balance

Setidaknya kamu harus menerapkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Kerja, kerja, kerja, tipes.. pernah dengar kalimat tersebut? Penting banget lho untuk mempunyai work-life balance agar kamu tidak mudah stres. Kamu lebih tahu kapasitas diri kamu. Kalau dirasa sudah lelah, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak. Istirahat bukan berarti berhenti, ya!

Baca juga: Work-life Balance: Keseimbangan Antara Kehidupan Personal dan Pekerjaan

Hindari Hal Negatif di Lingkungan Kerja

Energi negatif hanya akan membuatmu merasa semakin lelah. Oleh karena itu, hindari hal-hal negatif yang dapat memengaruhi kinerjamu. Fokus pada tujuanmu dan hal-hal yang membuat kamu berkembang. Hal-hal negatif tersebut antara lain seperti bergosip, mengeluh, berbohong, dan lain sebagainya.

Bertemu dengan Teman Dekat untuk Mengatasi Demotivasi Kerja

Bertemu teman dekat untuk curhat adalah salah satu cara healing yang tidak memerlukan dana yang besar. Kamu bisa mencurahkan isi hatimu pada orang yang kamu percaya dan siap menampung setiap ceritamu. Sempatkan waktu di akhir pekan untuk bertemu dengan orang terdekat.

Memahami Penyebab Demotivasi Kerja

Untuk dapat mengatasi penurunan motivasi kerja, kamu juga perlu membedah penyebabnya. Menurut Ekrut, kamu bisa meluangkan waktu sejenak untuk menelaah yang sedang kamu rasakan. Ingat ya DoCheckers, perasaan lelah adalah hal yang wajar. Sejatinya, manusia bukanlah robot yang bisa terus bekerja.

Lakukan Hobi yang Kamu Suka

Melakukan hobi yang kamu suka merupakan cara lain untuk membangkitkan lagi semangat kerja. Kamu bisa melakukan hobi tersebut bahkan ketika di hari kerja. Cobalah ambil cuti sejenak untuk fokus pada hal yang kamu suka dan membuatmu lebih hidup!

Baca juga: 5 Hobi Terbaik Untuk Melepas Stres, Wajib Dicoba!

Nah, itulah arti demotivasi kerja, penyebab, tanda-tanda, serta cara mengatasi penurunan motivasi kerja. Memang tidaklah mudah ketika kamu berada di situasi seperti demikian. Namun percaya deh, kamu pasti bisa melewatinya. Kamu hanya perlu ingat kembali tujuanmu. Seperti yang MinCheck sebutkan kalau rasa lelah adalah hal yang lumrah.

Kamu gak perlu khawatir kalau kamu merasa sedang tidak memiliki motivasi, MinCheck punya rekomendasi pengembangan diri yang cocok untuk kamu. Aplikasi DoCheck merupakan aplikasi to-do list yang siap membantu kamu meraih impianmu. Bersama DoCheck, kamu bisa membuat goals yang akan kamu capai. Kalau kamu sedang jenuh, kamu bisa mengintip goals dari orang lain yang tentunya dapat memotivasi kamu! Selain itu, kamu bisa berbagi goals dengan temanmu agar kamu semakin bersemangat meraih goals yang kamu punya.

Gimana? Menarik banget, kan? Tunggu apalagi, yuk download aplikasinya di Play Store dan App Store secara gratis! MinCheck tunggu ya goals keren dari kamu. Yuk makin produktif bareng DoCheck!


Scroll to Top